
Saat ini , Sandra hanya ingin fokus dengan tujuannya, yaitu menunjukan pada dunia bahwa dia mampu berdiri sendiri ,tidak bergantung pada Orang tua.Dia mengesampingkan perasaannya kepada Indra karena dia tidak ingin hal itu mengganggu konsentrasi nya bekerja dan mengejar cita-citanya.
Sandra tengah berkemas untuk keberangkatannya ke tempat kost yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh kakak sepupunya. Sebenarnya dia bisa saja tinggal dengan Toni, namun alasannya sama saja,karena dia tidak ingin terlalu merepotkan .
Disela kesibukannya membereskan barang yang akan diperlukan di kost nanti, handphone nya berdering
My hubby is calling...
Sandra menarik nafas panjang dan membuangnya kasar lewat mulut .
"Iya hallo..." jawabnya dengan nada malas.
"Assalamualaikum dulu dong.." Indra masih mencoba mencairkan suasana.
"Ya..waalaikumsalam"
"Kamu lagi apa?Gak jadi berangkat ke rumah Kak Cindy ?Apa udah pulang?" tanyanya memastikan.
"Nggak" jawab Sandra singkat.
__ADS_1
"Nggak apa?Kamu masih marah sama aku?"
"Nggak, aku lagi sibuk. Apa ada sesuatu yang penting? kalo nggak aku tutup aja ya?" Sandra masih enggan berbicara dengan Indra.
"Kamu kenapa sih? Kamu mau aku jelasin dari mana sampe ke mana biar kamu gak marah lagi?"
"Nggak.. Aku cuma lagi sibuk aja, yaudah ya .. Assalamualaikum" Sandra dengan cepat mengakhiri sambungan teleponnya.
Ada apa sih sama dia ?Apa kaya gini rasanya pacaran sama anak kecil?Tapi kenapa aku malah mencintai anak kecil.
Indra mengacak rambutnya dengan kasar ,dia sangat bingung dengan tingkah Sandra,
Dia bergegas pergi keluar kamar mencari Sukma, Indra terus memanggil-manggil Sukma.
"Ada apa sih Indra?Teriak-teriak gitu ?" Sukma yang sedang menyirami tanaman di halaman belakang segera melepas selangnya dan bergegas mematikan keran kemudian menghampiri Indra.
"Aku mau tau sesuatu dong Ma" rengek Indra memohon.
"Apa yang mau kamu tau sampe kamu teriak-teriak kaya orang kebakaran jenggot aja?"
__ADS_1
"Tentang Sandra Ma"
"Kenapa emang dia?" Sukma melirik ke arah Indra dan menatap anaknya dengan tatapan heran.
"Akhir-akhir ini Sandra berubah Ma.."
"Berubah kenapa ?Pasti ada alasannya dong..?"
"Iya, awalnya pas aku lagi sibuk-sibuknya ngurusin resto baru kita, itu kan selama satu minggu aku susah banget buat komunikasi sama Sandra saking sibuknya, nah pas pembagian kelulusan kan aku janji mau nemenin dia ke sekolah. Paginya aku ketemu dulu sama Pak Hartono buat bahas pembangunan resto baru kita, Indra ketemu Pak Hartono di Mall yang deket sekolah Sandra karena aku pikir biar deket aku nyusul Sandra ke sekolah karena takut kalo siang macet .Eh,tanpa disangka aku ketemu Novita di mall, dia minta aku buat ngobrol bentar karena besoknya dia mau balik tugas lagi, aku liat jam masih ada waktu 30 menit sebelum acara di sekolah Sandra dimulai dan aku juga gak enak kalo nolak ,jadi kita ngobrol.Tanpa disangka aku malah keasyikan Ma.Dan tiba-tiba Sandra udah ada di depan aku aja sambil nyerocos,Aku dan Novita udah menjelakan yang sebenarnya,tapi Sandra masih aja gak percaya sama aku.Sejak itu Indra udah jarang komunikasi sama dia.Terakhir aku ketemu dia dua minggu yang lalu,waktu itu dia bilang mau berangkat ke rumah Kak Cindy dan mau kuliah disana. Dan aku nunggu dia hubungin aku,tapi hasilnya nol besar.Tadi aku coba hubungi nomornya,ternyata aktif Ma,tapi dia kaya yang males gitu ngobrol sama aku, bilangnya sih sibuk, tapi aku gak percaya . Mama mungkin tau sesuatu ?" Indra menjelaskan secara terperinci kepada Sukma.
"Indra ...Indra ...Kamu tuh gak peka ! Wanita tuh inginnya dimengerti . Wanita itu makhluk yang tidak pernah salah, sekalipun salah ya dia gak mau disalahkan ! Kamu coba kejar dia dong, itu mungkin akan melelahkan , tapi percaya sama Mama, setelah itu Sandra pasti percaya sama kamu"
"Maksud Mama gimana sih?aku gak ngerti deh !" Indra bingung dengan perkataan Sukma.
"Bagaimanapun juga Novita itu satu-satunya wanita yang pernah memberi warna dihidup kamu dan itu berlangsung cukup lama, dan Sandra mengetahui itu . Lalu kamu sibuk dengan urusan pekerjaan tapi tiba-tiba Sandra mendapati kamu lagi asyik berduaan sama cewek yang Sandra tau asal usul dan ceritanya. Kamu pikir Sandra akan percaya begitu saja dengan penjelasan kamu yang tanpa bukti?Jelaskan sama dia,kasih dia bukti kalo emang bersungguh-sungguh dengan semua ucapannya "
Indra hanya terdiam mencerna semua perkataan yang terlontar dari mulut Sukma.Dia hanya memeluk Sukma dan mencium keningnya kemudian berlalu ke kamar untuk mengambil kunci mobilnya dan bergegas untuk menemui Sandra .
happy reading dears ..💕
__ADS_1
jangan lupa like & vote nya ya supaya author semakin semangat melanjutkan ceritanya 😘😉