Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 70


__ADS_3

Tiba di tempat kost Niki, Sandra bingung apa yang harus di lakukan. Ukuran tempat kost Niki sama seperti ukuran kamar tidur di rumahnya yang dibagi menjadi 3 bagian, satu ruangan serbaguna, satu kamar tanpa pintu, dapur dan kamar mandi yang hanya cukup kecil. Saat di tempat kostnya dulu, Sandra memilih fasilitas yang elit. Di kamar kost nya terdapat AC, tak beda jauh dengan kamar yang sering ia tempati. Sementara kini ia harus tinggal sementara di tempat kost Niki yang seadanya. Hanya ada 1 tempat tidur untuk seorang, lemari kecil, dan sebuah tikar yang memang adalah fasilitas yang di berikan oleh pemilik kost.


"Maaf ya! Ini sebenarnya bukan kost-an, tapi lebih mirip rumah petakan," ujar Niki.


Niki sangat faham betul bahwa saat ini Sandra merasa bingung dengan tempat yang ia tinggali.


"Hemm..Gapapa ko, biar sekalian aku belajar," jawab Sandra mencoba menutupi kecewanya.


"Aku belum bisa bayar yang lebih bagus dari ini. Lagipula seandainya bisapun, aku lebih pilih tabung uang aku buat beli rumah lagi," kata Indra. "Oh, ya, kamu bisa tidur di kamar dan pake lemarinya, masih kosong ko! baju aku masih aku simpan di koper," lanjutnya.


"Terus Mas tidur dimana?" tanya Sandra.


"Biar aku tidur disini," jawab Niki menunjuk pada tikar yang sedang mereka duduki.


"Nanti sakit badannya gimana" peduli Sandra.


"Gak apa-apa, aku laki-laki! Kan ladies first," ujar Niki sedikit menggoda mencoba mencairkan suasana.


"Bener gak apa-apa?" Sandra meyakinkan.


"Iya, udah sana beresin perlengkapan kamu, terus istirahat," perintah Niki.


Sandra mengangguki ucapan Niki dan beranjak menuju kamar, ia belum membereskan barangnya seperti yang di perintahkan Niki, karena Sandra tak yakin ia akan betah tinggal berlama-lama di tempat seperti itu.


Malam pertama, Sandra merasa kegerahan karena tidak ada AC bahkan kipas angin sekalipun di kamarnya. Ia membuka jendela kamar agar angin dapat masuk, tetapi setelah jendela dibuka, ia tetap merasa gerah dan nyamuk mengganggu tidurnya. Menjelang dini hari, Sandra terbangun dan sulit untuk terpejam kembali. Ia merasa lapar, lalu pergi ke dapur untuk melihat bahan makanan yang disana, namun ternyata tak ada satupun yang dapat ia makan. Akhirnya ia pergi ke ruangan depan, ia mendapati Niki sedang tertidur dengan pulasnya beralaskan tikar, dengan tumpukan baju sebagai pengganti bantal dan kain sarung sebagai pengganti selimut.

__ADS_1


Sandra mengambil satu gelas air mineral yang berada dekat dengan kepala Niki. Ia mengambilnya dengan hati-hati karena tidak ingin membangunkan Niki.


Tanpa sengaja, Sandra memandangi wajahnya yang sedang terlelap. Batinnya berkata-kata,


Kamu ko bisa sih tidur sampe nyenyak gitu hanya dengan alas seadanya, kamu memang ganteng, memang lelaki idaman, tapi apa aku bisa hidup kaya gini? Apa aku nyerah aja dan nurut sama orang tua? Baru semalem aja gak bisa tidur.


Dan lamunannya buyar ketika Niki menggeliat dan ia kembali meminum air mineral yang ada di genggamannya. Ketika menggeliat, tangan Niki tidak sengaja mengenai paha Sandra. Pelan-pelan Sandra mengalihkan kembali tangannya.


Sandra membukakan pintu,membiarkan angin masuk ke dalam ruangan, mencari-cari lotion anti nyamuk dan menghilangkan keringat di badannya. Ia duduk dekat pintu sambil memainkan handphone, tanpa terasa matanya sudah ingin terpejam tetapi ia tahan karena melihat jam di handphonenya yang sudah memasuki waktu subuh. Namun matanya sudah tak bisa ditahan, akhirnya Sandra tertidur di dekat pintu dalam ruangan yang sama dengan Niki.


Saat Niki bangun, ia kaget mendapati Sandra yang tidur di atas keramik tanpa alas apapun dengan posisi duduk.


"Ya ampun, kamu pasti kegerahan gak bisa tidur, kasian," ujar Niki lalu beranjak dan mencoba menggendong Sandra untuk pindah ke kamar.


Namun saat akan di gendong, matanya terbuka.


"Iya tau, makanya tadinya aku mau pindahin ke kamar, kamu pasti kegerahan kan?" tanya Niki.


Sandra mengangguki pertanyaannya. "Aku semalem gak bisa tidur, udah gerah, banyak nyamuk, tengah malem perut aku laper! pas liat ke dapur gak ada apa-apa buat aku makan. Akhirnya aku minum air mineral aja, terus aku pake lotion anti nyamuk. Aku ngadem disini, mungkin karena keenakan jadi ketiduran," tutur Sandra.


Kini ia menyenderkan kepalanya di bahu Niki yang duduk di sebelahnya kemudian Niki mengacak mesra rambutnya.


"Kasian banget sih, kamu yakin bakal betah tinggal dengan keadaan kaya gini?" tanya Niki.


"Aku juga gak tau Mas, mudah-mudahan aja betah," jawab Sandra melas.

__ADS_1


"Loh, ko mudah-mudahan sih? Yang pasti dong. Aku tuh mau dapet wanita yang lebih bisa nerima aku dengan titik terendah sekalipun, bukan cuman senangnya aja! Kamu kalo gak sanggup lebih baik dari sekarang kamu gak usah ikutin aku, kamu tunggu aku aja di rumah. Nanti kalo udah sukses lagi, aku pasti dateng buat lamar kamu," ucap Niki penuh keyakinan.


"Tapi kayaknya akan lebih indah kalo kita berjuang bersama mencapai sukses, gimana?" usul Sandra.


"Aku akan lebih bahagia kalo kamu mau berjuang bersama, dengan catatan, aku gak mau denger kamu ngeluh! Gimana? Bisa?" pinta Niki.


"Ehmm, bisa," jawab Sandra ragu.


"Jangan ragu dong, harus yakin. Mumpung kita belum melangkah," kata Niki.


Sandra mengangguk semangat, "Ya udah aku mandi duluan ya, udah waktunya kerja kan,"


Sandra beranjak dan meninggalkan Niki ke kamar mandi. Di kamar mandipun ia melihat sekelilingnya, jangankan bath tub yang selalu ia gunakan di rumahnya. Ukuran ruangan kamar mandipun hanya seperempat ukuran kamar mandi di rumahnya. Tapi ia kembali mengingat ucapan Niki, "Jangan mengeluh"


Setelah siap, mereka pergi ke kantor menggunakan mobil Niki. Mobilnya memang sengaja tidak ia tinggalkan di rumah karena atas permintaan Teny, ia masih memiliki hati untuk mengambil semuanya. Karena semua aset yang dimilikipun dapat berhasil atas kerja keras Niki. Teny hanya membantunya dengan do'a.


Sebetulnya juga Teny memberikan apartementnya untuk ditempati oleh Niki, tetapi Niki menolaknya. Karena ia berfikir akan sangat menyakitkan untuk Teny jika suatu saat ia membawa wanita ke apartement yang ia bangun bersama mantan istrinya. Jadi Niki lebih memilih menempati rumah petak yang seadanya.


Tiba di kantor semua mata memperhatikan karena mereka datang bersamaan dengan kendaraan yang sama. Hamid yang baru turun dari mobilpun menyusul mereka.


"Cie, udah nempel aja nih," celetuk Hamid.


"Kaya gak tau gue aja lu," jawab Niki.


Bersambung 💕

__ADS_1


Tap ❤ dulu sebelum lanjut ya 😘


__ADS_2