Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 49


__ADS_3

Jam makan siangpun tiba .Niki sudah menunggu Sandra lebih dulu karena ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Udah lama nunggu Mas? Maaf ya .."Sandra sudah berdiri di samping Niki,ia datang menggunakan pakaian santainya dengan hight waist jeans berwarna hitam dan atasan crop berwarna putih dengan rambut di ikat sebagian dan sebagian di biarkan terurai.


"Ah,nggak ..Gak apa-apa ..Aku emang sengaja dateng lebih dulu biar gak keduluan sama kamu"Niki terpukau melihat penampilan Sandra padahal itu biasa saja.


"Udah pesen makanan nya belum?"Sandra menarik kursi disebrang Niki dan mendudukinya.


Niki menggelengkan kepalanya "Belum..aku sengaja nunggu kamu dulu takutnya kamu gak suka sama pilihan aku,aku kan gak tau selera kamu kaya gimana"


Sandra mengambil buku menu dan menunjuk beberapa makanan kepada pelayan yang sudah ada di depannya.


"Aku samain aja deh" sahut Niki sebelum pelayan itu menanyakan makanan yang akan ia pesan.


"Mas kali-kali ajakin istri Mas donk ketemu biar kita bisa kenal?" ucap Sandra dengan wajah polos.


"Iya nanti aku ajakin kamu ketemu sama istri aku! tapi jangan kaget ya..Istri aku tuh dingin banget kayak es batu,hehe " jawab Niki


Sandra membayangkan seberapa juteknya tamoang istrinya "Ah masa sih ..?"


"Iya,pokoknya nanti juga kamu pasti kenal"


Tak lama mereka berbincang makanan pun datang.Mereka menyantap makan siangnya dengan khusyuk,yang terdengar hanya dentingan suara alat makan.


"Mas,aku gak bisa lama-lama disini, soalnya aku udah janji sama Mama mau temenin Mama ke Mall buat cari barang " ucap Sandra setelah menyantap habis makanannya.


"Sayang sekali ya,padahal aku bermaksud buat ajakin kamu jalan setelah makan siang" Niki membuat wajahnya terlihat kecewa.


"Maaf ya Mas,mungkin lain kali kita bisa jalan"


Sandra meninggalkan Niki dan melajukan mobilnya ke Mall yang sudah di janjikan kepada Mamanya sebelum ia berangkat.Saat perjalanan ke Mall, ia melihat Indra di Taman kota sedang duduk berdua bersama seorang wanita yang tidak ia kenali.Sandra sengaja mengambil potret mereka sebagai bukti seandainya Indra mengelak.

__ADS_1


Sandra menepikan mobilnya dan mencoba menghubungi Indra yang masih dalam pantauan nya namun tidak ada jawaban .Ia mengirimkan pesan singkat kepadanya.


"Lagi dimana Mas ?" begitu isi pesan yang dikirimkan oleh Sandra.


10 menit berlalu, tetap tak ada jawaban.Sandra kembali melajukan mobilnya menuju Mall.Saat telah tiba di parkiran Indra membalas pesannya.


"Lagi diluar" balasan singkat dari Indra.


Karena penasaran, Sandra membalas lagi pesannya.


"Diluar dimana?Ngapain?"Sandra


"Lagi ketemu sama rekan bisnis.Kamu ko tiba-tiba nanya gini sih?ada apa?"Indra.


"Nggak,aku cuma nanya aja.Rekannya cewek apa cowok?"Sandra.


Indra sudah tak membalas lagi pesannya.Sandra keluar dari mobil menuju salah satu butik milik Mamanya yang ada di dalam area Mall tersebut.


Siapa yang bersama Indra tadi?


Ngapain dia di taman berdua?


Kalo untuk urusan kerja kenapa gak di restaurant atau cafe?Dan kenapa cuma berdua?Mereka kelihatannya sudah kenal dekat.


Kenapa Indra gak bales lagi pesan aku?


Tak ada satupun pertanyaan dalam hatinya yang terjawab.Ia mengangkat kedua bahunya dan menyungginkan bibirnya membuang nafasnya dengan kasar.


"Mama mana?" tanya Sandra pada salah satu pelayan butik.


"Ibu ada di dalam Mbak" jawab pelayan.

__ADS_1


Sandra bergegas menuju satu ruangan yang ada di dalam butik yang tak lain adalah ruangan kerja Neni.


"Ma .."Sandra membuka pintu dan menyapa Neni yang terlihat sedang sibuk dengan laptop di hadapannya.


"Dateng-dateng, Assalamualaikum ke," ketus Neni.


Sandra menurunkan bahunya dsn memulai salamnya "Assalamualaikun Mamaku .."


"Nah begitu kan enak di denger nya,waalaikumsakam" Neni mengembangkan senyum di wajahnya.


"Mama ada apa mau bicara sama Sandra?" Sandra sudah duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Neni.


"Kamu gak ada niat mau mempelajari bisnis Mama?" Neni menutup laptopnya karena ia akan mulai membicarakan hal yang serius dengan Sandra.


"Ma..."


Belum sempat Sandra melanjutkan bicaranya, Neni sudah menimpahnya.


"Mama cuma gak tega liat kamu. Kamu tuh gak usah susah payah kaya gini cuma buat kuliah di Universitas A,kami mampu biayain kamu bahkna kalo kamu mau kuliah ke luar negri sekalipun! Dan kamu gak seharusnya kerja di perusahaan orang sementara Mama dan Papa malah mempercayai orang lain untuk mengelola usaha kami.Kamu perempuan, sekeras apapun kamu berjuang,tujuan utama hidup kamu menjadi istri yang baik buat suami kamu kelak dan Mama rasa suami kamu gak akan izinin kamu kerja keras kaya gini"


"Terus gimana sama Mama yang masih bisa tetep jalanin usaha Mama meskipun dengan usia yang terbilang gak muda lagi? Sandra akan cari lelaki yang mau nerima Sandra dengan segala buruknya Sandra .Kalo dia gak mau nerima Sandra dengan keadaan kayak gini,ya udah pergi aja Sandra gak akan milih lelaki seperti itu" Sandra memotong ucapan Neni yang belum selesai dan tentu saja membuat Neni geram.


"Kamu gak lihat gimana keharmonisan rumah tangga Orang tua kamu? Kesalahan Kakak kamu? Kamu pikir itu terjadi karena apa?Karena Mama terlalu sibuk mengurusi perusahaan Mama dan terlalu mengabaikan keluarga ! Dan Mama gak mau anak Mama seperti itu" Neni mulai berkaca-kaca meski belum menestekan air matanya.


"Ma..Maaf ..Sandra gak maksud menyinggung Mama " Sandra memeluk Neni mencoba memberi ketenangan padanya.


"Kalo gitu kamu nurut sama Mama, kamu tinggal pilih mau terusin butik atau restaurant Mama?Kamu terusin kuliah kamu sambil mendalami perusahaaan, gak usah merendahkan diri dan mempersulit keadaan kamu seperti ini"


Sandra terdiam,mencoba mencerna setiap ucapan yang dilontarkan oleh Neni.


BERSAMBUNG 💕

__ADS_1


__ADS_2