
Ditempat lain,Sandra yang sudah terlanjur berjanji kepada Orang tuanya berusaha keras untuk melupakan Indra dan semua yang telah terjadi padanya.
Ia memulai hari barunya setelah kejadian itu,ia tetap bekerja di perusahaan Niki .Sandra harus bangun dan berangkat lebih pagi agar tidak terlambat karena jarak tempuh yang cukup jauh.
Saat hari masih gelap, Sandra sudah keluar dari rumah melajukan motor maticnya menuju kantor.Orang tua nya bahkan masih terlelap saat ia berangkat.Sebenarnya jarak rumah ke kantor itu memakan waktu satu jam jika keadaan jalan normal.Namun saat pagi hari, jalanan akan macet dipenuhi oleh orang-orang yang akan berkerja dan melakukan aktivitas lainnya .Untuk itu Sandra memilih berangkat lebih awal untuk menghindari macet .Ia menyantap sarapan paginya di kantor .
Di perjalanan tadi ia mampir ke minimarket dan membeli roti dan susu untuk sarapan paginya.
Saat tiba dikantor,sudah ada beberapa karyawan yang datang lebih dulu darinya, termasuk bagian resepsionis .Mereka sudah berada di tempatnya saat Sandra memasuki gedung itu .Ketika Sandra melangkahkan kaki melewati mereka,Sandra mendengar desas-desus dari mulut mereka,Sandra memang sedikit sakit mendengar ucapan para karyawan itu, namun ia mengabaikannya.
"Simpanan Bos mah bebas ..Mau masuk mau kagak juga,gak bakal kena semprot"
"Iya..Coba aja kita gak masuk,bisa mati berdiri kita,haha"
"Huss..Siapa tau dia masuk untuk beresin barang-barangnya,siapa tau dia emang mau keluar dari sini"
"Alah..Gak mungkin,cewek model begini mau keluar? Naik jabatan sih gue percaya"
"Dia tuh cuma tamatan SMA,dan disini cuma anak magang,masa bisa sih naik jabatan"
__ADS_1
"Yang gue tau dia udah daftar kuliah ke Universitas A"
"Gila,emang dia mampu bayar kuliah disitu?"
"Ya pasti dibantu yayang Bos Niki lah..Kalo nggak ya mana dia mampu,"
Ingin rasanya Sandra berbalik dan menutup rapat mulut mereka dengan lakban,tangan nya sudah mengepal geram mendengar perbincangan mereka,namun tak lama lift terbuka dan Sandra pun masuk kedalamnya .
Tiba di mejanya,ternyata Mada sudah lebih dulu ada disana.Sandra membanting tasnya ke atas meja dan menarik kursi nya lalu mendudukinya.
Ia terus saja memasang muka marah,ucapan para karyawan tadi masih terngiang ditelinganya.
"Astaga...Bapak ngagetin saya aja" ucap Sandra kaget.
"Hey..Ngelamunin apa sih? Saya daritadi loh disini,kamu asik banget ngelamun" Niki mengernyitkan keningnya.
Apa aku ceritain aja ya...Pikirnya
"Kenapa?Hmm?" tanya Niki.
__ADS_1
"Nanti aja saya ke ruangan Bapak untuk cerita.Saya mau beresin kerjaan saya yang tertunda" jawab Sandra mencoba mencari-cari map yang terakhir kali ia kerjakan di dalam laci meja nya namun tak mendapatkannya.
"Semua udah dikerjain sama Mada karena saya pikir kamu akan lebih lama lagi liburnya" senyum Niki mengembang melihat wajah Sandra yang sedang bingung.Ia berlalu meninggalkan mejanya.
Sandra menoleh ke arah Mada,Mada menaikan bahu dan menaikan alisnya dengan kepala setengah miring.
"Makasih ya Da..Kamu udah mau kerjain pekerjaan aku" ucap Sandra.
"It's oke..Emang masalah kamu udah selesai?Ko kamu masuk kerja?Padahal Bos bilang kamu akan izin selama satu minggu?"tanya Mada.
"Hhmm...Gak selama itu juga ,aku kepikiran terus sama kerjaan aku,sebagai ucapan terkmakasih,istirahat nanti kita makan siang bareng ya? Aku traktir kamu,gimana?"
"Boleh ..Emang uang jajan kamu cukup buat traktir aku? Aku makannya banyak loh.." goda Mada.
"Gak masalah..Kamu mau beli sekalian seisi kantipun aku jabanin,haha .."
Tawa mereka pecah, membuat Sandra melupakan rasa geramnya dengan perbincangan para karyawan yang ia dengar di lobby tadi.
BERSAMBUNG 💕
__ADS_1