
Indra melingkarkan tangannya di pinggan Sandra, mencium lembut bibirnya.Cukup lama mereka berciuman hingga tak sadar,entah apa yang ada dalam pikiran Indra, Tangannya begitu nakal bergerilya di tubuh Sandra .
Sandra merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, ia mencoba melepaskan diri namun Indra memeluknya sangat erat . Satu tangan memeluk dan tangan lainnya bergerilya ,Sandra membiarkan Indra melakukannya.Ia mengelabui nya dan mendorong Indra hingga terbaring ke atas tempat tidur.
Namun ternyata cara Sandra salah, bukan menghentikan aktifitasnya, Indra malah semakin menjadi . Ia menarik tangan Sandra dan mendekapnya dalam pelukan,lalu menindihnya .
Indra melanjutkan aksi nya,ia menciumi seluruh wajah kekasihnya, tangannya tak henti bergerilya hingga kini telah menyusup ke dalam baju yang Sandra kenakan.
"Mas ..Tolong jangan lakukan ini,Pleasee .." lirih Sandra.
"Sebentar aja,aku janji gak akan lebih dari ini" bantah Indra yang tak menghiraukan meski kini mata kekasihnya sudah berkaca-kaca.
Mata Sandra mulai berkaca-kaca, perasaan nya berkecamuk.Kehormatan yang sangat ia jaga ,apa harus rusak karena orang yang ia cintai,bagaimana ia menjelaskan pada keluarga nya. Bagaimana jika mereka kecewa.
Beribu kekesalan muncul dibenak Sandra .
"Mas...aku mohon hentikan mas, Aaw.." Sandra merintih saat Indra mulai menciumi pipi,telinga dan turun keleher.
Indra sedikitpun tak menghiraukan permohonan kekasihnya itu .
Bibirnya turun menciumi dadanya dan memberi tanda merah disana .
Tapi Indra hanya melakukannya sampai disitu,ia tak memiliki keberanian yang lebih untuk merusak kekasihnya. Ia hanya menciumi dari ujung kepala hingga dadanya,dan meninggalkan beberapa bekas merah di leher juga dada,tak berani melewati itu.
__ADS_1
Ditempat lain,karena hari yang sudah mulai pagi dan sebentar lagi matahari akan segera terbit.Sukma telah rapi dengan pakaian santainya.Karena letak kamarnya berada diujung, jadi ia harus melewati kamar anaknya ketika akan menuruni tangga.
Namun saat ia berada tepat di kamar anaknya,ia mendengar aktifitas anaknya ,Sukma mendengar Sandra mendesah .Namun ia tak sanggup membukakan pintu untuk mencegah kelakuan anaknya .
Sukma hanya menutup mulutnya dan seketika lututnya terasa lemas ,ia tak menyangka jika anak kesayangannya akan melakukan hal memalukan seperti itu. Tak sengaja ia roboh,badannya mendorong pintu yang terkunci,
Sandra yang mendengar itu mendorong tubuh Indra dan beranjak dari tidurnya. Ia membuka pintu, dan melihat Sukma sedang berusaha berdiri di depan kamarnya, dengan satu tangan yang masih menutupi mulutnya. air matanya mengalir tak dapat tertahan,betapa kecewa perasaannya sebagai seorang ibu saat ini.
"Tan....Tante ....." ucap Sandra kaget melihat Sukma.
Sukma yang tak henti memandangi wajah Sandra,menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Dan matanya menangkap tanda merah di leher dan di dadanya.
Apa tante Sukma sudah lama berdiri disini?Apa dia mendengar semuanya? Sandra bertanya-tanya dalam hatinya.
Indra yang mendengar Sandra memanggil Sukma menghampiri mereka. Melihat wajah anaknya,Seketika tangannya melayang menghampiri pipi Indra .
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Indra,Ia memegangi pipinya,Sandra yang melihat itu langsung mundur.
"Mama gak nyangka kamu akan mempermalukan keluarga kita,bahkan kamu berani melakukannya dirumah ini" ujar Sukma berteriak.
"Ma,,semua gak seperti yang Mama kira " bantah Indra.
"Tante . .." ucap Sandra.
__ADS_1
Baba yang mendengar teriakan istrinya berhambur keluar kamar menggunakan piyama tidurnya .
"Ada apa ini Ma ? Kenapa teriak-teriak? Ini masih sangat pagi" Baba menatap ketiganya secara bergiliran.
"Baba tanya sama anak Baba apa yang terjadi, Mama malu punya anak seperti dia" jawab Sukma memandang sinis ke arah anaknya.
Sukma menarik tangan Sandra keluar kamar dan menuruni tangga,Baba mengajak Indra masuk ke dalam kamar .
Mereka menjelaskan dengan versi mereka masing-masing.
"Berapa kali kalian sudah melakukannya?" tanya Sukma kepada Sandra .
andra hanya terdiam,air matanya menetes mendengar pertanyaan Sukma.
Apa aku terlihat seburuk itu?Hingga Tante Sukma mengira aku telah sering melakukannya .Bahkan ini gara-gara kamu Tante,kalo Tante gak nyuruh aku nginep disini dan membiarkan aku pulang, mungkin kejadian seperti ini tidak akan aku alami. Sandra bergumam dalam hatinya .
"Apa kalian sudah sering melakukannya?"lanjut Sukma karena Sandra tak juga menjawab pertanyaannya.
"Tante, aku minta maaf" hanya itu yang keluar dari mulut Sandra.
Sandra tak sedikitpun menjelaskan pada Sukma karena ia terlalu malu jika harus membicarakan hal ini padanya,Sementara sesama lelaki,Indra menceritakan yang sejelasnya kepada Baba, dan Baba tentu saja mengerti dengan keadaanya.
"Baba gak tau apa Baba harus percaya atau nggak sama kamu,tapi apapun yang terjadi,Baba minta kamu tetap bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan,dan jangan pernah menghindari masalah yang sudah kabu buat !" hanya itu yang keluar dari mulut Baba setelah mendengar penjelasan dari mulut Indra .
__ADS_1
Happy reading dears 💕
dukung terus author ya, kasih like dan tip kalian supaya author makin semangat lanjutin ceritanya 😘