
Saat matahari mulai terbit.
Sandra dibangunkan oleh dering handphone,dengan mata terpejam Sandra meraih handphonenya di atas nakas dan mencoba melihat nama penelpon yang ternyata adalah Niki.Sandra pun menjawabnya
"Hallo ..Selamat pagi Pak" ucap Sandra dengan nada lemas dan masih sedikit serak.
"Hhmm..Kamu jam segini baru bangun?" tanya Niki.
Sandra belum menjawab,ia mengucek matanya dan melihat jam lada handphone nya yang ternyata sudah menunjukan pukul 07.00 WIB.Ia terperanjak dari tidurnya, setengah berbaring mencoba memulihkan kesadarannya.
"Ah,iya Pak,eh Mas ..Mungkin karena saya kelelahan. Oh ya,ada apa Mas nelpon saya pagi-pagi begini?"
"Kamu benar-benar akan mengundurkan diri dari kantor ya?"
"Entahlah Mas,saya belum bisa memutuskan. Tapi untuk beberapa waktu ini saya minta izin gak bisa masuk kerja Saya harus menyelesaikan masalah saya dulu" jelas Sandra.
"Ya..Saya mengerti. Saya harap kamu benar-benar memikirkannya.Dan saya harap kamu masih mau melanjutkan pekerjaanmu dikantor saya"
"Saya betul-betul minta maaf Mas,karena masalah pribadi, saya sampe melalaikan pekerjaan saya"
"Gak apa-apa ..Selesaikan aja dulu masalahnya .Oh ya, apa hari ini kamu akan seharian berdiam diri dirumah?"
"Maksud Mas?" Sandra tak mengerti kalau sebenarnya Niki mengajaknya keluar.
__ADS_1
"Kamu gak pengen keluar rumah?"tanya Niki sungkan.
"Oh, saya belum tau Mas..Keadaan dirumah masih memanas.Saya gak tau bisa keluar rumah atau hanya dikurung seharian"
"Serumit itu ya?"
"Ya ..Bahkan lebih rumit dari yang Mas bayangkan,ya sudah ya Mas,saya gak bisa ngobrol banyak, mungkin orangtua saya udah nunggu saya keluar kamar daritadi.Makasih atas pengertiannya ya Mas"
"Oke,selamat pagi..Dan selamat mengawali hari,semangat"ucap Niki mencoba menyemangati Sandra .
Sandra pun mengakhiri panggilannya.
Ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Ia melakukan tespect seperti yang diperintahkan Neni semalam.Meskipun tau hasilnya akan negatif,Sandra tetap melakukannya untuk meyakinkan orangtuanya.
"Udah tespect?" tanpa basa-basi Neni langsung bertanya pada Sandra.Bahkan Sandrapun masih belum menyelesaikan langkahnya.
"Ini Ma...Sandra gak hamil dan gak mungkin hamil" jawab Sandra memberikan tespect yang dipegangnya.
"Syukurlah.." ucap Irwan mengusap dadanya.
"Tapi mereka tetap harus dinikahkan Pa"ujar Neni
"Ma..Papa gak suka sama si Indra itu.Papa gak bisa nikahin mereka" tegas Irwan menolak keinginan istrinya .Irwan tau jika keinginan Sukma disambut Neni karena ada maksud tertentu .Irwan pikir Neni ingin membentangkan sayapnya dalam dunia bisnis jika ia menikahkan anaknya .Namun bagi Irwan, ia tak ingin mengorbankan anaknya demi apapun.
__ADS_1
"Pa..Apa salahnya sih kita coba dulu"Bantah Neni dengan nada yang tak kalah tinggi
"Pernikahan bukan buat coba-coba Ma" jawab Irwan.
"Udah,udah ..Sandra pusing dengernya.Sandra gak masalah kalo kalian gak mau nikahin Sandra sama Indra, dan kalo Papa gak setuju dengan hubungan kita, Sandra akan menghindar dari dia dan gak akan lagi berhubungan dengan Indra walau hanya lewat telpon.Sandra cuma minta satu ! Biarin Sandra lanjutin aktivitas Sandra seperti biasa, biarin Sandra kerja dan tinggal di kost" entah dapat kekuatan dari mana Sandra dapat dengan lantang mengeluarkan semua kalimat yang ia pendam meski dengan jantung yang berdebar.
"Gak ada, mulai saat ini kamu harus nurut sama Papa, kamu tinggalin Indra! dan kamu terusin kuliah kamu di Singapore seperti yang pernah papa bilang sama kamu!" tegas Irwan.
"Pa ..Sandra mohon sama Papa,Sandra menuruti keinginan Papa untuk menjauhi Indra,tapi Sandra mohon jangan kuliahin Sandra ke Singapore Pa,Sandra udah betah dan malai mehamami kerjaan Sandra sekarang Pa" Sandra memohon dengan lirih dan terisak. Air matanya tak dapat lagi terbendung.
"Pa,biarkan Sandra tinggal disini meskipun dia harus kuliah" pinta Neni .Ia juga tak ingin jika harus jauh dengan kedua anaknya .
"Baik..Papa biarkan kamu tinggal disini ,tapi kamu harus menuruti semua kemauan Papa"jawab Irwan memandang wajah Sandra.
"Sandra turuti kemauan Papa, Sandra gak akan lagi beehubungan dengan Indra meskipun hanya lewat telpon,Sandra janji Pa..asalkan Papa membiarkan Sandra tetap kerja" Sandra memohon kepada Irwan.
Irwan menatap mata putrinya,ia tak tega jika harus terlalu mengekang.Tapi ia juga tak ingin kesalahan nya terulang lagi.Ia berfikir sejenak sebelum memutuskan .
"Kamu boleh tetap bekerja,tapi kamu harus tinggal dirumah ini,itu sudah keputusan terakhir Papa.Kalo kamu gak suka,kamu boleh pergi kemanapun sesuka hatimu dan jangan anggap kami sebagai orangtuamu lagi" ancam Irwan membuat Sandra tak bisa lagi melawan.
Daripada ia harus kuliah dan tinggal bersama Om nya,Sandra lebih menerima keputusan terakhir orangtuanya meskipun ia tau itu akan sangat melelahkan karena jarak dari rumah ke kantornya cukup jauh.Tapi itu bisa dipikirkan nanti pikirnya.
Bersambung 💕
__ADS_1