
Sandra sedang sibuk menyusun lamaran pekerjaan yang akan dibawanya besok ke perusahaan baru yang tak jauh dari komplek tempatnya tinggal.
Ia sudah memantapkan hati untuk tidak menerima tawaran dari orangtuanya ataupun dari Indra untuk mengelola butik maupun restonya. Tekadnya untuk bisa berdiri dengan kaki sendiri semakin kuat.
Baik Indra maupun orangtuanya selalu membujuk agar ia mau mengelola perusahaannya, namun Sandra bersikeras ingin menikmati usahanya sendiri.
"Sandra, apa kamu yakin kamu mau melamar pekerjaan ditempat lain? Kamu gak kasian sama Mama?" tanya Neni memasang raut wajah sedih.
"Ma .. Aku pengen tau dulu kerasnya dunia itu seperti apa. Aku pengen tau rasanya berjuang itu seperti apa. Biar aku bisa belajar menghargai apa yang aku punya" Ucapnya haru.
"Ya sudah kalo keputusan kamu sudah bulat,semoga apa yang kamu cita-citakan diberikan kemudahan oleh Tuhan" jawab Neni tak kalah haru.
Neni pergi keluar kamar Sandra. Setelah semua berkas lamarannya selesai, Sandra membereskannya dan menyimpannya di atas Nakas supaya besoknya ia tidak kerepotan menyiapkannya.
Esoknya, Sandra sudah siap dengan pakaian formalnya. Seperti biasa, ia menggunakan sepeda motornya untuk bisa sampai ke perusahaan yang dituju. Namun baru setengah jalan,motornya mogok .
"Sial .. Pake acara mogok segala lagi." gerutunya kesal. Sandra melihat jam ditangannya. Ia membuka joknya dan melihat tangki bensinnya,ternyata masih full sesuai yang ditunjukan oleh ampere pada dashboardnya.
"Mana udah siang" Sandra mulai kesal dan melihat-lihat sekelilingnya hingga ia menemukan bengkel yang tak jauh dari tempatnya sekarang.
"Nah, ada bengkel juga tuh" Sandra girang dan segera mendorong motornya menuju bengkel.
"Kenapa Mbak?" tanya salah seorang montir di bengkel itu.
"Gak tau nih Pak,tiba-tiba aja mogok. Padahal bensinnya full" jawab Sandra.
"Silahkan tunggu ya, biar saya cek dulu," ujar Montir.
Sandra meninggalkan motornya dan duduk di ruang tunggu yang ada di bengkel.
Huh .. Alamat batal nih masukin lamaran kalo kaya gini ceritanya, gerutunya dalam hati.
Saat sedang menunggu, tiba-tiba seorang pria memakai kemeja rapi dan memakai dasi menghampirinya.
"Permisi Mbak, Mbak yang melamar kerja itu ya?" tanya pria tersebut dengan yakin bahwa Sandra adalah orang yang sudah dipanggilnya untuk melakukan interview.
"Maaf Pak. Bukan! Sepertinya Bapak salah orang. Saya lagi nunggu motor saya yang lagi di service" jawab Sandra sambil menunjuk pada motornya.
Pria yang merupakan pemilik bengkel sekaligus showroom tersebut malu karena telah salah orang.
"Maaf, maaf .. Saya kira Mbak orang yang sudah saya telpon untuk melakukan interview hari ini. Sekali lagi saya minta maaf" ujarnya.
"Gak apa-apa Pak" jawab Sandra.
"Mbak kerja?" tanya Pria bernama Hamid yang kini duduk disamping Sandra.
"Nggak Pak, justru saya tadinya mau melamar pekerjaan ke perusahaan X. Tapi karena motor saya mogok, saya jadi harus batalkan" ucap Sandra.
"Oh ya, kalo gitu gimana kalo saya lihat lamarannya? Siapa tau Mbak sesuai sama kriteria yang lagi saya cari," kata Hamid.
__ADS_1
Sandra terdiam sejenak. Ia melihat-lihat sekeliling showroom.
Sepertinya ini bukan sesuatu yang buruk, tempatnya juga gak jelek-jelek amat untuk aku kerja disini, bisiknya dalam hati.
"Boleh Pak," kata Sandra sambil memberikan amplop coklat yang berisi lamaran.
Hamid memeriksa berkas lamaran Sandra dan ia mengangguk-angguk melihatnya.
"Mari ikut saya masuk" ajak Hamid menuntun Sandra berjalan ke ruangannya.
"Silahkan duduk" perintah Hamid saat sudah didalam ruangan.
Sandrapun duduk tanpa berucap,
"Kamu pernah kerja di PT XX?" tanya Hamid.
"Iya Pak, tapi gak lama .." jawabnya.
"Ada masalah?" Hamid.
"Tidak Pak, jaraknya dari rumah saya terlalu jauh. Jadi saya rasa terlalu cape kalo saya harus pulang-pergi kesana. Awalnya saya kost, tapi baru-baru ini saya tidak diizinkan orangtua untuk kost karena dirumah gak ada siapa-siapa" tutur Sandra menjelaskan.
"Kamu bersedia kerja disini?" tanya Hamid, "Saya akan tempatkan kamu ditempat yang sama saat kamu kerja di PT. XX" tambahnya.
Sontak Sandra merasa senang karena ia tidak perlu susah payah mencari lagi pekerjaan, "Iya Pak,saya bersedia" jawabnya kegirangan.
"Mengenai jam kerja,gaji, dan Desk job, kamu bisa baca disini." Hamid menyodorkan map yang berisi tentang peraturan,tata tertib, SOP dan kontrak kerja. "Silahkan kamu baca dengan seksama sebelum kamu menandatangani kontraknya," lanjutnya.
"Ini Pak, saya sudah memahami dan menerima pekerjaan baru saya ini" ujar Sandra yang telah menandatangani isi map tersebut dan mengembalikannya pada Hamid.
Tok tok tok ...
Terdengar dari luar ruangan seseorang yang merupakan sekertaris Hamid mengetuk pintu.
"Masuk!" perintah Hamid.
"Permisi Pak,maaf .. Ada yang mau ketemu Bapak, orangnya nunggu di lobby" kata Sekertaris.
"Baik, suruh dia tunggu sebentar" ujar Hamid.
Sekertaris itu berlalu kembali.
"Baiklah, Kamu bisa mulai kerja besok. Kamu tunggu disini sebentar, nanti sekertaris saya yang barusan akan mengantar kamu ke tempat kerja kamu dan menunjukan apa saja yang harus kamu kerjakan" jelas Hamid "Saya permisi dulu ya" tambahnya.
Hamid keluar ruangan menemui tamu yang dimaksud oleh sekertarisnya yang ternyata adalah Niki. Mereka memang sudah mengatur janji untuk bertemu karena ingin melakukan kerja sama.
"Bro .. Sorry nunggu, lagi interview karyawan baru" ujar Hamid.
"Karyawan lama emang kemana?" tanya Niki.
__ADS_1
"Mengundurkan diri, mau lahiran" jawab Hamid. "Dia juga lulusan dari perusahaan lu,bro" ujarnya.
Niki mengernyitkan keningnya, "Masa..? Siapa?" tanya Niki.
"Namanya .. Sandra .. Sandra Mahardika kalo gak salah" jawab hamid sambil mengingat-ingat.
Niki terperanjak kaget mendengar Sandra bekerja di perusahaan Hamid.
"Serius lu bro?" tanya Niki meyakinkan. "Berarti dia masih ada disini dong?"
"Dia lagi dianter sama sekertaris gue ke meja kerjanya, emang kenapa? Ada masalah sama dia?" Hamid merasa heran melihat mimik wajah Niki yang kaget.
"Nanti gue ceritain, tapi gue mau ketemu dulu sama Sandra. Tunjukin gue tempatnya dong, please.." Niki memohon.
"Hhmm .. Selalu kalah deh gue kalo lo udah memohon kaya gini. Ya udah ayo, gue tunjukin"
Hamid beranjak dari tempat duduk dan menunjukan keberadaan Sandra.
"Tuh!" kata Hamid.
Tanpa menghiraukan Hamid, Niki menghampiri Sandra. "Hey, gak nyangka bisa ketemu sama kamu disini" ujar Niki dengan wajah polos.
"Eh, Bapak..Ko.." Sandrapun kaget melihat Niki ada disana.
My Good, ternyata dunia itu sempit banget ..
Aku tuh mau ngehindarin kamu, tapi ko malah ketemu lagi sih .... Gumamnya dalam hati.
"Iya, ini temen aku. Rencananya kita mau kerjasama" jawab Niki. "Kamu pulang sama siapa?" tanyanya.
"Seperti biasa, saya pake motor" jawab Sandra.
"Kita makan siang bareng yuk?" ajak Niki.
"Boleh tuh, sekalian rayain hari pertama kamu kerja" tambah Hamid yang juga antusias.
"Harus ya?" bisik sandra pelan, tapi masih terdengar.
"Ya harus dong .. Biar aku yang teraktir. Kalo gitu kamu jangan pulang dulu ya,aku sebentar ko" tutur Niki.
"Bro, kita selesaiin dulu kerjaan kita" ajak Niki begitu semangat.
"Boleh,diruangan gue aja ya," pinta Hamid.
Hamid dan Niki berjalan menuju ruangannya menyelesaikan kontrak kerja samanya.Sementara Sandra menunggu, ia membereskan meja kerjanya.
Bersambung π
Readers tersayang π€
__ADS_1
mohon banget dong krisannya biar author tau dimana letak kesalahan authorπ dan juga likenya disetiap Bab biar author semakin semangat lanjutin ceritanya π
Jangan lupa juga rate bintang 5 nya ya πππ