Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 6


__ADS_3

Suara ketukan pintu membangunkan Sandra dari tidur siangnya.


Tok tok tok ...


"Non.. Ada temen non di luar ,non ...." panggil Bi Kokom yang sedari tadi mengetuk pintu tapi tak ada sahutan dari dalam.


Bi Kokom terus mengetuk pintu dan memanggil majikan mudanya itu,


"Hoaammmm .... Kenapa Bi?" teriak Sandra dengan kondisi mata masih tertutup dan tangan yang meraba2 mencari-cari handphonenya .


Sandra beranjak membukakan pintu kamarnya.


"Kenapa Bi?".


"Itu non,diluar ada temennya"


"Siapa?Cewek atau cowok Bi?" .


"Cowok non,katanya pacar non,namanya Indra kalau gak salah".


Seketika mata nya membelalak ,wajah ngantuk Sandra berubah menjadi kaget ,


"Serius bi?Papa ada gak?"


Gawat kalau Indra ketemu Papa tamat sudah hidupku, pasti Papa gak akan kasih aku penawaran dan langsung suruh aku kuliah di singapore.Gumamnya dalam hati


"Tuan pergi nona"

__ADS_1


Huh...Akhirnya,terimakasih Tuhan kau masih menyangiku.Batinnya


Sandra bernafas lega sambil mengusap dadanya.


"Yaudah suruh dia tunggu dibawah,saya mau ke kamar mandi dulu"


"Baik non"


Setelah mandi Sandra menghampiri Indra di ruang tamu, "Mas kesini ko gk bilang sih " ujar Sandra yang kini telah memposisikan diri duduk disamping Indra.


Indra menatap dan mengernyutkan alisnya, "Handphone kamu mana?" bukan menjawab Indra malah balik bertanya.


"Ada diatas,emang kenapa?"


"Aku tuh udh telpon kamu berkali-kali, aku kirim pesan, tapi gak ada yang kamu baca"


ucap Indra memonyongkan bibirnya.


"Orang tua kamu kemana?"tanya indra yang sedari tadi memperhatikan rumah kekasihnya yang luas namun seperti tak berpenghuni.


"Ya biasa..Mereka gak pernah ada di rumah Mas, sekalinya ada di rumah ramainya bukan main. Gimana nggak, setiap mereka bertemu dan ngobrol tuh gak ada mesra-mesra nya, udah kaya Tom&Jerry" jawab Sandra dengan raut wajah malu dan sedih dengan keadaan keluarganya.


Indra mengelus kepala kekasihnya itu, "Sabar ya ..Gak boleh sedih gitu dong, aku janji akan selalu menjaga kamu,gak akan nyakitin kamu" ucapan Indra dijawab dengan senyum oleh Sandra.


"Semoga .. Aku berharap kelak rumah tanggaku akan selalu harmonis gak mau kaya orangtua aku" ujar Sandra.


"Aku akan pastikan kalau kamu akan bahagia bersamaku" Indra lalu menggenggam tangannya dan menciumnya.

__ADS_1


Mata Sandra berlinang ia terlalu bahagia memiliki kekasih seerti Indra yang begitu menjaga nya padahal dia berfikir Indra belum begitu mengenalnya,apalagi keluarganya.


"Kerumah aku yuk?Mama lagi ada di rumah" ajak Indra sambil berdiri dan menarik tangan Sandra tanda membangunkan dari duduknya dan Sandra tentu saja tidak bisa menolak ajakan kekasihnya itu.


Mereka bergegas menunju kediaman Indra. Dalam mobil mereka tak banyak bicara, hanya sesekali saling menatap dan tersenyum lalu mengalihkan pandangannya.


Tiba dikediaman Indra, Sandra disambut baik oleh Sukma karena memang mereka sudah akrab sejak lama,namun Sandra tak pernah mau jika di ajak oleh Neni untuk bermain atau sekedar berkunjung ke rumah Sukma.


"Ya ampun,sayang ..Kok ajak Sandra main kesini gak bilang-bilang mama dulu sih?" tanya Sukma melirik ke arah anak bungsunya itu sambil membulatkan matanya.


"Biar surprise ma..Lagian gak sengaja kok Ma tadi aku main ke rumahnya,tapi dirumahnya sepi cuma ada pembantu sama penjaga rumahnya, yaudah aku ajak kesini aja.Takut ada setan lewat kalau lama-lama berduaan" jelas Indra sambil tertawa kecil yang di balas dengan tawa oleh Sukma sementara Sandra hanya menunduk malu.


"Yaudah ayo masuk ..Mama masakin ya, Sandra pasti belum makan kan?"


"Gapapa Tante, gak usah repot-repot..Sandra cuman main kok kesini,".


"Gapapa sayang, jarang-jarang juga kan kamu mau main kesini Mama mu juga bilang kamu gak pernah mau tiap kali diajak berkunjung ke rumah Tante ini" jelas Sukma yang kini telah beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah dapur.


Sandra yang merasa tidak enak hati ikut beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki mengikuti Sukma ke dapur sambil mengambil celemek yang menggantung di dinding dapur kemudian memakainya.


"Kalo gitu biar Sandra bantu ya Tante"


"Boleh kalau kamu gak keberatan" dengan senang hati Sukma membiarkan Sandra membantunya memasak dan membuat makanan.


Di tempat lain, Indra yang sedari tadi memperhatikan kekasih dan ibunda nya di dapur merasa sangat bahagia melihat pemandangan itu. Baginya ini baru pertama kali setelah patah hatinya semasa kuliah dulu dia mengajak wanita ke rumahnya dan begitu akrab dengan ibunya.


Terima kasih Tuhan kau telah memberikan warna baru dalam hidupku. Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


happy reading ya readers 💕💕


***semoga tidak membosankan* 😘**


__ADS_2