
Benar saja, setibanya dikantor semua mata tertuju pada Sandra dan Niki.Sandra hanya menundukan kepala melintasi orang-orang yang memangdangnya dengan sorot mata berbeda.
Sementara Niki malah membuat semua orang semakin membulatkan matanya karena ia menggenggam tangan Sandra saat sedang menunggu lift terbuka.
"Mas,lepas!" ucap Sandra setengah berbisik berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Niki.
Niki tidak menghiraukan sedikitpun,ia tetap mengarahkan pandangan matanya ke depan,saat lift terbuka Niki melangkahkan kakinya memasuki lift dengan tak melepaskan genggaman tangan Sandra .Setelah pintu lift tertutup,Niki baru melepaskannya.
"Apa-apaan sih Mas? Gak liat apa mereka merhatiin kita" sinis Sandra.
"Aku tau.Biar aja mereka makin panas sama kecurigaan mereka"jawab Niki dengan muka dingin.
Sandra tak melanjutkan obrolannya karena pintu lift telah terbuka.Ia berjalan mendahului Niki karena tak ingin hal tadi terulang lagi.
"Kamu tumben telat banget datengnya?" ujar Mada saat Sandra menarik kursi di meja kerja nya .
"I..Iya..Aku barusan ..." belum Dilanjutkan Mada sudah melanjutkan bicaranya.
"Hhmm..Sepertinya aku tau sesuatu .." lanjut Mada mengangguk kecil.
"Ssttt...."Sandra menaruh jari telunjuknya di bibirnya takut Mada memang benar-benar mengetahui penyebab ia terlambat dan mengucapkannya "Udah ah,aku mau beresin kerjaan aku" lanjut Sandra dengan raut wajah malu.
Mada hanya menaikan bahu lalu menurunkannya dan menyunggingkan bibirnya.Mada sebenarnya kasihan pada Sandra jika harus jatuh kedalam pelukan Niki karena Yang Mada tahu Niki bukan type laki-laki yang serius dengan wanita selama ia menjadi seorang suami dan ayah untuk keluarganya .Sedangkan Sandra,Niki melihat Sandra wanita baik-baik. Masih muda,polos, dan dia masih punya masa depan yang cerah untuk dia gapai.Jika ia harus dengan Niki, berarti ia harus mengorbankan masa depannya,begitu pikir Mada.
"Hey ..Malah ngelamun ?"Sandra melempari Mada dengan Bulatan kertas.
__ADS_1
"Kaget tau .."Mada terperanjak dan melempar kembali kertasnya ke arah Sandra.
Sandra menghampirinya dan membuka file yang sedang ia kerjakan "Ini apaan sih?".
Mada menjelaskannya dan Sandra kembali menyelesaikan file nya.
Jam istirahat sudah tiba, Niki menghampiri Sandra untuk mengajak makan siang bersama.
"Yuk .." ajak Niki tanpa basa-basi.
Sandra menaikan Alisnya
"Makan siang lah.." Niki seolah tahu maksud dari raut wajah Sandra.
"Tapi aku belum selesai" Sandra mencoba mencari-cari alasan untuk menghindarinya.
Sandra tak bisa menolak jika sudah seperti itu.Ia mengikuti langkah kaki Niki yang berjalan menuju loby dimana valet sudah menyiapkan mobil Niki.
"Loh..ko pake mobil sih? Kita makan di depan aja ya...biar deket,kalo pake mobil tar.. "Niki menarik tangan Sandra dan menyuruhny masuk ke dalam mobil sebelum Sandra melanjutkan bicaranya.
"Udah kamu duduk aja ya, kamu ikutin aku aja" Niki sudah duduk di kursi kemudi dan sudah memakai sheetbeltnya.
"Kita mau kemana sih?" ketus Sandra.
Niki tak menjawab dan melajukan mobilnya hingga sampai di parkiran sebuah resto yang lumayan elit.
__ADS_1
"Mas ..."
"Sssttt. .."Niki mendaratkan telunjuknya di bibir Sandra "kamu jangan banyak ngebantah!anggap aja ini perintah!" lanjut Niki.
Lama-lama aku gk betah kerja disini kalo kaya gini, apa aku udahan aja ya? Pindah ke tempat lain? Atau aku terima penawaran Mama untuk kelola butik atau resto nya.Gerutu Sandra dalam hatinya.
Sandra tidak banyak bicara saat makan siang berlangsung,ia memasang muka tak suka dihadapan Niki.
"Kamu gak suka aku ajak kesini?atau gak suka sama makanannya?" tanya Niki.
"Aku gak suka semuanya"jawab Sandra.
"Maksud kamu?"
"Aku gak suka Mas perlakuin aku kaya gini.Mas tuh udah punya istri dan status aku tuh di kantor cuma anak magang.Aku gak bangga sama sekali bisa deket sama Mas,aku justru malu Mas.Mereka pasti liat aku tuh wanita murahan,mereka mikir aku sengaja goda Mas untuk bisa bertahan hidup.Bahkan mereka fikir aku bisa daftar di Universitas A tuh karena bantuan Mas! Dan aku geram sama semua itu Mas.Aku juga gak mau sampe dibilang pelakor sama semua orang.Kalo Mas perlakuin aku kaya gini aku ngerasa main-main sama kerjaan aku,aku dikantor kaya buat temenin Mas aja"jelas Sandra yang memberanikan diri mengeluarkan semua isi hatinya.
"Maaf kalo kamu ngerasa kaya gitu,Aku sedikitpun gk ada maksud membuat kamu kaya gini.Oke kalo kamu gak suka, aku janji ini terakhir kali aku sok akrab sama kamu"
Ya, tentu saja! Aku sepertinya aku sudah bulat untuk resign dari perusahaan ini, aku harus menyelesaikan kerjaan aku minggu ini.Gumam Sandra dalam hati.
Dears ..maafin ya kalo akhir2 ini author jarang up karena author lagi ada kerjaan di dunia nyata 😊
Author harap readers semua gak kecewa ya 😉
jangan lupa kasih like di setiap bab nya,oke 😘
__ADS_1
terimakasih karena sudah membaca karya author ini 🙏💕
.