Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 38


__ADS_3

Usai menyantap makanan yang mereka pesan,mereka melanjutkan perbincangannya .


"Jadi ..Gimana kelanjutan hubungan kamu sama pacar kamu itu?" tanya Niki yang sedang membersihkan bekas makanan dari bibirnya dengan tissue .


"Hhmm..Mungkin kita sudah berakhir, Papa memintanya begitu.Jika tidak,saya akan diasingkan ke luar negri untuk melanjutkan hidup disana" jelas Sandra dengan nada lemas sembari menyedot minumannya.


"Saya jadi penasaran dengan keluargamu, apa kamu dari keluarga berada?Ah,maaf sebelumnya jika pertanyaan saya ini menyinggung"


"Tidak apa Mas,memang betul,Papa saya seorang direktur di perusahaan XXX. Dan Mama saya pemilik resto A,juga butik A" Jelas Sandra membuat Niki tercengang saat menyebutkan perusahaan ternama dikotanya,bahkan perusahaan yang dipegang niki pun hanya 50persen dari perusahaan yang disebutkan Sandra .


Bagaimana mungkin seorang dari keluarga berada mau bekerja diperusahaanku? Kenapa dia tidak melanjutkan kuliah di universitas ternama ? Semua nya akan sangat mudah untuk ia miliki,tapi kenapa justru dia malah menyulitkannya? Rasa penasaran muncul di benak Niki.


Perlahan Niki mulai mengorek sedikit demi sedikit mengenai kehidupan Sandra.


"Lalu kenapa kamu mau susah payah kerja seperti ini? Bukankah kamu bisa dengan mudah mendapatkan apa yang kamu mau?Bahkan kamu bisa saja mengambil alih bisnis orang tua kamu,kan?"


"Memang..Tapi rasanya ada kebanggaan tersendiri saat saya bisa menikmati hasil kerja keras saya seniri. Bukan hanya mengulurkan tangan dan meminta pada orangtua" jawab sandra dengan senyum mengembang diwajahnya.

__ADS_1


Niki hanya mengangguk, dia benar-benar salut pada wanita yang ada dihadapannya ini. Bahkan Toni yang merupakan kakak sepupu Sandra tidak pernah menceritakan kebenaran ini padanya .


"Oya,aku baru ingat .Bagaimana hubungan kamu dengan Toni? Apa kalian ada hubungan spesial?"


"Tentu aja Mas,sangat spesial ..jika tidak,mana mungkin Kak Toni mau susah-sush mencarikan aku pekerjaan ini "jawab Sandra santai.


"Maksud kamu?"Niki heran dengan penjelasan Sandra.


"Kita itu saudara sepupu,Mama Kak Toni dan Mama ku itu adik kakak" tawa kecil terlukis dari wajahnya.


Niki hanya menganggukan kepalanya .


"amAku?Maksud kamu tentang hubunganku sama istriku?"


"Iya ..Gimana sampe Mas bisa menikah berkali-kali bahkan sekarang memiliki simpanan.Apa istri Mas tau tentang simapanan Mas?" tanya Sandra dengan nada hati-hati.


"Tentu dia tau,dan dia bukan gak pernah labrak cewek yang aku bawa, tapi kami punya alasan.Dan aku rasa aku bertahan hingga saat ini itu hanya karena anak" jelasnya dengan wajah sedih "Terkadang ada sesuatu yang gak harus semua orang tau. Kamu juga bakal ngerti kalo udah nikah nanti" tambahnya .

__ADS_1


"Semoga aku gak punya suami yang kaya Mas ya,hehe ..Maksudku yang suka main perempuan Mas" Sandra memperjelas kalimatnya melihat adanya perubahan pada raut wajahnya.


Mendengar penuturan Sandra,Niki tiba-tkba ingin menceritakan masalah pribadi rumah tangganya agar Sandra tak menilai dirinya terlalu buruk.


"Apa kamu yakin kamu ingin mendengar masalah pribadi saya?Apa kamu sudah cukup umur?Apa kamu akan mengerti?" pertanyaan dilontarkan Niki bertubi-tubi dengan mata yang dibulatkan ke arah Sandra.


Sandra hanya menaikan alisnya bersamaan juga menaikan bahunya .


"Saya menikah dengan dia saling mencintai, hubungan kami baik-baik aja sampe kami punya anak. Jatuh bangun masalah ekonomi sampe saya bisa seperti sekarang,itu hanya satu masalah kecil,dia selalu ada disamping saya memberi saya semangat.Lima tahun menikah karena saya rasa keadaan ekonomi sudah stabil,kami memutuskan untuk program kehamilan ,dia menyetujui.Masa kehamilan hingga melahirkan merupakan masa tersulit bagi dia.Hingga usia bayi berusia dua bulan,dia masih harus tetap berada dan tinggal di rumah sakit dengan berbagai alasan.Dan itu mungkin menjadi trauma tersediri baginya .Saya sebetulnya tidak menyalahkan,namun naluri saya sebagai lelaki normal saya rasa sangat wajar jika saya merasa seperti ini.Setelah melahirkan,dimata dia saya berubah menjadi seperti monster yang menakutkan setiap kali saya mendekatinya.Saya lelaki normal,tak bisa lama-lama menahan nafsu." belum sempat melanjutkan ceritanya, Sandra berdehem dan mengambil minumannya.


"Jadi maksud Mas inti permasalahnnya itu adalah masalah ranjang?" Sandra mengisyaratkan kedua telunjuknya sebagai tanda kutip dan memelankan kata 'ranjang'.


"Iya,kamu pintar ternyata" Niki tersenyum mengacak rambut Sandra .


Sandra menganggukan kepalanya,ia sudah sedikit mengerti dengan permasalahan Niki meski belum sepenuhnya ia ceritakan .Ia ingat akan ucapan Mama nya jika ia harus pulang sebelum Irwan pulang .


Sandra tergesa-gesa pamit kepada Niki dan meninggalkan cafe.Niki sudah menawarkan diri untuk mengantarnya pulang,namun Sandra menolak karena ia tak ingin membawa lelaki kerumahnya dalam keadaan seperti ini sekalipun itu atasannya .Jadi ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya menggunakan Gocar.

__ADS_1


BERSAMBUNG ....💕


__ADS_2