
Diruang lain, Sandra sedang berusaha memperbaiki hubungannya dengan Indra. Ia berusaha menyangkal perasaannya kepada Niki. Ia menyadari jika Niki sudah memiliki keluarga dan tak mungkin ia hadir dalam rumah tangganya.
Setiap hari ia menyibukan diri dengan beragam kegiatan. Terkadang ia membantu Neni di butik miliknya,sesekali juga ia menemani Indra di cafe.
Indra tentu sangat senang dengan keputusan Sandra berhenti bekerja. Dia berharap Sandra dapat bergabung dengannya untuk mengelola cafe milik orang tuanya.
"Jadi gimana kelanjutan hubungan kamu sama Indra?" tanya Irwan pada Sandra yang sedang sibuk dengan laptopnya mencari info lowongan pekerjaan.
"Ya gitu aja, Pa.." sahutnya santai.
"Loh..Gitu gimana?" Irwan melirik ke arahnya.
"Sejauh ini masih biasa aja Pa." jawab Sandra.
"Terus,gimana kelanjutan pekerjaan kamu?" Irwan.
"Sandra masih milih-milih Pa" Sandra.
"Kenapa gak ikut Mama ngelola cafe atau butiknya?" tanya Irwan. " Kami gak akan mengolok-olok kamu. Kalau kamu keberatan, Kamu bisa minta Mama perlakukan dan memberi kamu gaji seperti karyawan lainnya" tuturnya.
"Sandra masih mau cari pengalaman lain Pa, gak mungkin Sandra terus bergantung sama Mama dan Papa" jawab Sandra.
"Tapi kami juga bekerja keras mendapatkan semua ini untuk kamu dan kakak kamu,Nak. Kamu tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan semua yang kamu inginkan" Irwan.
"Sandra masih akan memikirkannya Pa,Sandra masih ingin berjuang sendiri. Pap cukup dukung dan terus berdo'a untuk Sandra" Sandra.
"Terserah kamu saja. Papa akan dukung kamu selama kamu tidak melakukan hal yang diluar batas wajar." Irwan.
Sejauh ini,Sandra masih bersikeras ingin berjuang sendiri mendapatkan apa yang dia inginkan. Tak peduli betapa keras orang tuanya meminta agar Sandra meneruskan usahanya.
############
Sore itu, Sandra sudah berjanji akan bertemu dengan Indra di cafe miliknya. Sandra sudah bersiap untuk pergi dengan pakaian casualnya.
Drrttt.....
Handphonenya bergetar,tanda panggilan masuk yang ternyata dari Indra.
"Hallo, assalamualaikum Mas ..?" sapa Sandra.
"Waalaikumsalam.. Gimana, jadi ketemu kan?" sahut Indra.
"Iya jadi,ini aku udah siap tinggal berangkat" jawab Sandra.
"Oh, ya udah kalo gitu .. Aku tunggu ya" Indra.
"Iya Mas .. Wasalamualaikum .." Sandra mengakhiri panggilannya dan berdiri di depan meja rias memastikan penampilannya.
Saat menuruni tangga, Irwan yang melihat anaknya sudah rapi dengan tas di bahunya berdecak heran. "Mau kemana kamu?Tumben udah rapi gitu." tanyanya penuh heran.
"Mau ketemu Indra di Baba Resto Pa" jawabnya.
__ADS_1
Sandrapun pamit kepada Irwan.
"Naik motor?" tanya Irwan yang melihatnya mengambil helm.
Sandra mengangguk.
"Kenapa gak pake mobil aja? Kan lebih aman.." kata Irwan.
"Lama Pa, jalanan pasti macet. Gak bisa nyalip" jawabnya.
Sandra kemudian berlalu dan bergegas menuju parkiran mengendari sepeda motor kesayangannya.
Sesampainya di Baba Resto, Sandra langsung menuju ruangan Indra untuk menemuinya.
Tok tok tok ...
"Masuk" sahut Indra.
"Assalamualaikum Mas .." Sandra membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan. "Masih sibuk ya?"tanyanya.
"Nggak ko,sebentar lagi juga udah beres." jawab Indra yang tak mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya. "Kamu duduk dulu aja, sebentar aku suruh pelayan ambilin makanan buat kamu." ujarnya.
"Gak usah Mas, biar nanti aku ambil sendiri aja. Mas lanjut aja..Emang lagi kerjain apa sih?" Sandra mengahmpiri Indra ke meja kerjanya dan melihat layar laptopnya.
"Ini,lagi konsultasi sama bagian kontraktor buat rubah desain Resto biar lebih menarik" Indra melirik ke arah Sandra dan tersenyum lalu mengalihkan kembali pandangannya ke layar laptopnya.
"Oh..." sahut Sandra.
"Kamu gak sibuk kan?" tanya Indra.
Sandra beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan Indra menuju kitchen untuk membuat makanan dan minumannya sendiri.
Saat keluar dari ruangan, ternyata Baba baru saja akan masuk ke dalam ruangan Indra.
"Sandra .. Udah lama?" tanya Baba yang melihat Sandra keluar dari ruangan Indra.
"Nggak ko Om,baru aja" sahutnya sambil menyalami Baba.
"Indra ada di dalam kan?" Baba.
"Ada ko Om, Sandra mau permisi ke dapur dulu,mau buat minuman. Om mau sekalian?" Sandra.
"Loh .. Kenapa buat sendiri? kan tinggal telpon aja." Baba.
"Nggak apa-apa ko Om, ya udah kalo gitu Sandra permisi dulu ya Om" Sandra melanjutkan langkah kakinya menuju dapur dan membuatkan minuman untuk dirinya dan Indra.
"Kamu masih urusin apa sih?" tanya Baba yang masuk ke ruangan Indra tanpa permisi.
"Baba .. Main masuk-masuk gak pake permisi,ngagetin aja" sahut Indra dengan raut wajah kaget melihat kehadiran Ayahnya.
"Itu Sandra ko bikin minuman sendiri,gak dibuatin?" Baba.
__ADS_1
"Tadi aku udah mau telpon pelayan,tapi dia mau bikin sendiri aja katanya" Indra.
"Lagian kamu masih sibuk apaan sih?" Baba melirik ke arah laptopnya.
"Ini Ba .. Beresin dekorasi baru buat Resto kita, biar cepet beres" sahutnya.
"Emang gak bisa ditunda dulu?"
"Tanggung aja Ba,ini tinggal dikit lagi ko" bantah Indra.
"Permisi .." Sandra datang membawa nampan ala-ala pelayan yang menyuguhkan makanan kepada tamu. "Silahkan.." Sandra menyuguhkan minuman dan makanan yang telah ia buat kepada Indra.
"Loh .. Buat Baba mana?" canda Baba.
Sandra tersipu malu karena ia tidak membuatkan minuman untuk Baba.
"Baba kan bisa telpon pelayan, minta makanan dan minuman sesuka Baba." ujar Indra.
"Hhmm .. Dasar anak muda, ya udah kalo gitu Baba pamit dulu ya." Baba meninggalkan mereka berdua di ruangan Indra.
"Huuftt .. Akhirnya,selesai juga" Indra membereskan kertas yang berserakan di meja nya dan menutup laptopnya. "Mau kemana kita?" tanyanya kepada Sandra.
"Terserah .." jawab Sandra singkat.
"Kamu belum makan kan?" tanya Indra yang dijawab oleh gelengan kepala Sandra. " Ya udah kalo gitu kita makan dulu ya." lanjutnya.
"Tapi aku udah kenyang makan ini" jawab Sandra sambil menunjuk piring yang berisi makanan yang telah dibuatnya.
"Kita nonton yuk?" Indra menaik turunkan alisnya.
Disambut oleh senyum yang mengembang di wajah Sandra. "Boleh" sahutnya.
"Ya udah, come on .." Indra beranjak dari duduknya dan menarik tangan Sandra untuk mengikutinya.
"Duh, santai aja kali. Semangat amat sih" kata Sandra.
"Kita kan udah lama banget gak kaya gini" sahut Indra.
"Ya itu karena kamu sibuk banget. Eh, apa pura-pura sibuk ya?" Sandra mengetuk-ngetuk keningnya tanda berpikir.
"Jangan ngeledek deh, orang aku beneran sibuk juga. Ini juga kan buat masa depan kita nantinya" tutur Indra dengan nada pelan.
Dijawab oleh Sandra dengan nada sinis,"Kita? Lo aja kali gue nggak"
"Kamu ko gitu sih .. Emang kamu gak mau nikah sama aku ya?" tanya Indra.
"Hehe .. Mau nggak ya?" canda Sandra.
"Mulai deh .. Nggak pernah serius" ujar Indra.
"Yang gak pernah serius tuh kamu tau" sahut Sandra.
__ADS_1
Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran. Indra membukakan pintu untuk Sandra dan menancap gas menuju bioskop terdekat.
Bersambung 💕