
Sore hari saat Sandra terbangun, ia kaget melihat sekelilingnya.
"Astaga, aku ketiduran..Siapa yang pakein aku selimut ini?" bisik Sandra kaget memegangi selimut yang telah dipakaikan oleh Irwan.
Ia kemudian beranjak dari posisi tidurnya dan masuk ke dalam kamar. Sandra melihat jam yang menempel di dindingnya yang menunjukan pukul 15.00,Sandra semakin kaget. Ia bergegas mandi.
Setelah selesai mandi,ia keluar kamar berniat untuk makan karena cacing di perutnya sudah demo. Irwan yang sedang menonton Tv melihat Sandra menuruni tangga.
"Sudah bangun?" sapa Irwan.
"Eh,iya Pa .. Tadi Sandra ketiduran" Sandra tersipu malu menggaruk kecil kepalanya.
Irwan hanya menyunggingkan senyumnya dan lanjut menyaksikan tayangan Tv yang sedang di tonton.
Sandra mencari-cari makanan di dapur namun tak ada yang bisa di makan.
"Bi .. Ko gak ada makanan sih?" teriak Sandra geram yang melihat meja makannya kosong dan membuka kulkaspun tidak ada makanan cepat saji disana.
"Bi Kokom gak ada lagi belanja di anter Mang Asep" jawab Irwan.
"Huft ..kepaksa cari makanan keluar" setengah berbisik Sandra menggerutu namun masih tetap terdengar oleh Irwan.
"Kamu kaya hidup di zaman batu aja, tinggal gofood ko susah amat" sahut Irwan.
"Males ah, udah keburu laper kalo harus nungguin gofood kelamaan" jawab Sandra masih dengan nada ketus sembari berjalan ke kamarnya untuk mengambil kunci motor.
"Mau kemana?" tanya Irwan.
"Mau cari makanan lah Pa.." jawabnya.
Sandra lalu bergegas mengendarai sepeda motornya menuju taman yang ada di area kompleknya.
Tak disangka, ternyata disana Sandra bertemu dengan Niki.
"Sandra ...." Niki memanggilnya dengan keras sambil menepikan mobilnya.
Sandra yang sedang mengantri untuk membeli baso tahu membalikan badannya dan mencari arah sumber suara.
"Astaga, Pak Niki ?? Kenapa harus ketemu disini? Kabur? Atau diem aja?" Sandra menutup mukanya sambil berfikir. Ia kaget bukan main bisa bertemu dengan Niki di wilayah komplek rumahnya.
Niki turun dari mobil dan menghampiri Sandra.
"Hey .. akhirnya ketemu juga sama kamu" Niki girang bukan main bisa bertemu dengan Sandra seolah sudah bertahun-tahun terpisah dan akhirnya bertemu.
__ADS_1
"Eh, Pak .. Ko ada disini sih? Perasaan kan Bapak gak ada sodara atau relasi disini? Iya kan?" tanya Sandra.
"Saya memang sengaja mau ke rumah kamu,untung ketemu kamu disini" jawab Niki dengan sumringah.
"Oh, yaudah kalo gitu..Saya lagi pesen ini, Bapak mau sekalian?" Sandra pura-pura bersikap datar memasang wajah tanpa dosa.
"Nggak, kamu makan dulu aja. Biar saya temenin kamu" jawab Niki.
Sandra menikmati makanan yang telah ia pesan dan membiarkan Niki menunggunya sambil menyiapkan jawaban yang menurutnya akan dilontarkan oleh Niki.
"Selesai ... mau kerumah ? Atau..?" tanya Sandra.
"Terserah .." Niki menaikan bahunya.
"Kalo disini aja ?" Sandra.
"Boleh" Niki.
Sandra membawa Niki berjalan menuju kursi di dalam taman yang tidak terlalu banyak pengunjung yang berlalu-lalang.
"Jadi.. Apa yang mau Bapak bicarakan?" Sandra memulai pembahasan masih dengan nada dan raut wajah yang datar.
"Kamu harus jelasin sama saya tentang surat pengunduran diri yang kamu kirim lewat email" tegas Niki.
"Kamu udah benar-benar matang memikirkan ini?" Niki.
"Saya sudah dari jauh hari memikirkan ini Pak, dan tolong jangan memaksa saya untuk tetap ada diperusahaan Bapak" Sandra.
"Apa alasannya kamu mengundurkan diri?" Niki.
"Banyak Pak ! Apa harus saya sebutkan satu persatu?" Sandra.
"Ya..." Niki.
"Karena saya gak nyaman kerja ditempat Bapak. Bapak memperlakukan saya sebagai seorang anak magang terlalu baik. Semua orang mandang saya itu mainan Bapak. Saya gak mau mereka anggap saya serendah itu dan gak mau kalo sampe istri bapak menuduh saya juga seperti itu" jelas Sandra.
Niki hanya mendengarkan dengan seksama alasan yang diberikan Sandra.
"Sekarang hubungan saya sama Indra jadi serumit ini juga gara-gara Bapak yang terlalu baik sama saya sampe-sampe Indra mikir kalo saya sama Bapak ada main" tambah Sandra.
"Kalo saya emang bener-bener jatuh cinta sama kamu,gimana?" spontan Niki mengutarakan perasaannya.
Sandra kaget, namun masih bisa mengendalikan perasaannya.
__ADS_1
"Itu hak Bapak untuk suka sama siapa aja.Tapi gak mungkin kalo Bapak suka sama saya.Bapak kan udah punya anak sama istri.." Sandra mencoba mengelak.
"Tolong jangan panggil saya Bapak, please ..." Niki berlutut dan menggenggam tangan Sandra. "Saya serius, saya beneran jatuh cinta sama kamu" lirih Niki.
Seketika Sandra melepaskan genggamannya dan bangkit dari duduknya.
"Tolong Pak, jangan biarkan saya masuk kedalam rumah tangga Bapak !"
Perasaannya sudah tidak bisa dikendalikan,ingin rasanya ia teriak sekencang-kencangnya.
Apa ini sebuah rayuan? Kenapa harus aku yang masuk kedalam permainan kamu? Ternyata memang benar apa yang orang bilang tentang kamu ! Tenang, sabar.... Dalam hati Sandra.
"Please, San..." Niki kembali memohon. "Saya udah coba menetralkan perasaan saya,membuka kembali hati untuk istri saya, tapi tetep aja saya inget sama kamu" jelasnya.
"Lepas Pak .. Ini juga salah satu alasan kenapa saya mengundurkan diri. Karena saya gak mau masuk dalam permainan Bapak ! Tolong Pak .. saya masih muda, masih pengen ngejar mimpi-mimpi yang sudah saya ukir sejak lama. Lagipula gak lama lagi saya akan menikah dengan Indra" Sandra terpaksa berbohong agar Niki tidak lagi menemuinya.
Niki mengernyitkan dahinya. "Nikah? Ko kamu baru bilang? Bukannya terakhir kamu bilang kalau hubungan kamu sama Indra lagi renggang?" herannya.
"Hubungan saya sama Bapak hanya sebatas atasan dan bawahan. Gak mungkin saya harus cerita detail semua masalah saya,kan?" tegas Sandra.
Niki menarik nafas, mencoba menerima semua kenyataan. "Kapan?" tanya Niki.
"Gak lama lagi, semuanya lagi di urus. Nanti kalo selesai undangannya pasti dikirim ke alamat Bapak" jawab Sandra.
Niki memandangi wajah Sandra, mencari-cari letak kebohongan dalam setiap ucapannya. Namun ia tak menemukannya.
"Ya sudahlah .. Tapi bisa kan kamu anggap saya sebagai teman? Bukan sebagai atasan." Niki.
"Ya ... Jadi, apa sudah selesai?" Sandra.
"Meskipun kamu udah gak jadi karyawan di perusahan saya, tapi saya berharap saya masih bisa sekedar ngobrol sama kamu" pinta Niki.
"Saya gak janji ya Pak, eh Mas .."
"Meskipun lewat handphone?"
"Entahlah .. Sudahlah Mas, Mas itu udah punya istri. Gak baik masih berhubungan sama wanita lain, dan aku juga gak mau nantinya ngerusak rumah tangga Mas"
"Berarti kalo aku bercerai sama istriku, kamu mau sama aku?" Niki tersenyum dengan ucapannya.
Sandra berlalu tak menghiraukan ucapan Niki.
"Eh,tunggu dong..." kata Niki setengah berteriak sambil mengejar Sandra.
__ADS_1
Bersambung 💕