
Setelah adzan maghrib berkumandang, Sandra telah bersiap untuk menemui Indra. Ia telah memikirkannya sedari tadi setelah ia menerima pesan itu.
Ia menggunakan mobilnya untuk menuju ke bukit bintang.Setibanya di bukit bintang, ia mendapati Indra sedang duduk di atas rumput memeluk lututnya menatap hamparan cahaya lampu kota di malam hari.
"Maaf nunggu lama" Sandra duduk di sebelah Indra .
"Gak apa-apa, aku seneng kamu dateng"Indra mencoba meraih tangan Sandra, namun Sandra menepisnya."Aku minta maaf atas semua yang terjadi sama kita,aku akan perbaiki diri aku" lanjut Indra dengan pandangan masih menatap pemandangan malam di bukit itu.
"Aku udah maafin kamu"jawab Sandra singkat .
"Jadi sekarang kita udah baikan?"tanya Indra dengan wajah sumringah.
Sandra menganggukan kepala nya,"Tapi kamu jangan berharap lebih sebelum kamu buktiin keseriusan dari semua yang kamu janjiin sama Papa" kata Sandra .
__ADS_1
"Jadi Om Irwan bilang kalo aku nemuin dia?"tanya Indra yang mulai memberanikan diri menatap wajah Sandra.
"Iya,dan kamu sangat beruntung Papa masih kasih kesempatan sama kamu Mas,aku harap kamu menggunakan kesempatan itu dengan baik" jelas Sandra.
"Aku janji" Indra menggenggam tangan Sandra.
"Aku gak butuh janji,aku butuh keseriusan! Aku udah lelah dipermainkan selama ini, aku hanya ingin fokus menata masa depan aku" Sandra tertunduk,masih belum berani menatap ke arah Indra.
Indra meraih pipi Sandra dan menghadapkan nya hingga kini mereka saling bertatap.
"Entah lah Mas,aku gak ngerti .." Sandra memegang tangan Indra dan melepaskannya dari pipinya.
"Aku harap kamu gak pernah berubah,tetap menjadi Sandra yang aku kenal sejak pertama aku lihat kamu" ucap Indra.
__ADS_1
"Aku gak bisa janji, kita lihat aja..Apa aku masih bisa bertahan dengan keadaan seperti ini" Sandra berulang kali mencoba menyangkal perasaannya, ia tak ingin memberi harapan yang lebih dan tak ingin membuat dirinya terlena untuk kedua kalinya .
Indra sudah tak bisa berkata-kata lagi, ia cukup senang meski hanya duduk berdua di bukit bintang menatap pemandangan hamparan lampu kota di malam hari.
"Dulu kita pertama ketemu disini, kita bisa saling kenal,aku bisa ngambil hati kamu.Dan sekarang aku berharap di tempat ini juga aku bisa ngambil hati kamu untuk kedua kalinya. Aku gak akan mengulang kesalahan kedua kalinya, aku sangat mencintai kamu melebihi apapun" Indra terus mencoba meluluhkan hati Sandra meski tak mendapat respon baik. Saat ia membalikan pandangan nya, ia melihat Sandra menitikan air matanya .
"Hey, ko kamu nangis sih?"lanjut Indra mengusap air mata Sandra.
Sandra masih mencoba menenangkan hatinya, ia mencoba mengumpukan keberanian untuk mengutarakan semua perasaannya .Ia mulai menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
"Aku ...Aku gak tau harus gimana Mas, aku akui aku masih sangat cinta sama kamu ! Sulit kalo aku harus secepat ini bisa melupakan cinta pertama ku.Tapi aku juga gak mau ceroboh,ini bukan kali pertama kamu berbuat salah dan minta maaf,dan kamu juga selalu berjanji untuk gak ulangi..Tapi kenyataannya ?Aku gak mau terbuai Mas, silahkan kalo kamu mau merubah diri .Aku akan sangat menerima kamu, tapi untuk sementara ini aku mohon biarkan aku jalani hari-hari aku sendiri .Silahkan kamu rubah diri kamu sesuai janji kamu sama Papa,aku yakin Papa diam-diam pantau kamu dari jauh.Dan aku akan terima kamu dengan senang hati jika Papa juga mau nerima kamu.Aku harap kamu nerima keputusan aku " mata Sandra sudah berkaca-kaca, namun ia mampu menahannya agar tak mengalir.
"Aku ngerti sama perasaan kamu saat ini, aku akan terima keputusan kamu dan aku harap kamu selalu tunggu sampe aku dateng ke rumah buat lamar kamu" tegas Indra dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Setelah perbincangan itu, mereka pergi meninggalkan bukit bintang menuju salah satu cafe lesehan yang ada dekat bukit .Indra memaksa Sandra untuk makan malam bersama dan tentu saja Sandra tak bisa menolak.
BERSAMBUNG 💕