
Hari-hari berjalan seperti biasanya,sudah dua minggu ini Sandra bekerja di perusahaan Hamid. Hampir setiap hari Niki datang ke perusahaannya meski hanya untuk melihat Sandra, memberikan perhatian lebih bahkan sesekali ia membawakan makanan untuknya saat Sandra harus lembur menyelesaikan pekerjaannya.Hal itu membuat Sandra menaruh hati semakin dalam padanya. Sandra bukan tak menolak semua yang Niki lakukan padanya, tetapi Niki tak pernah peduli. Ia benar-benar berjuang mendapatkan apa yang dia inginkan.
Kali ini Niki datang lagi ke perusahaan Hamid untuk mengajak Sandra makan malam bersama. Tapi sebelum mengajak, Sandra sudah memasang wajah tidak suka atas kedatangannya.
"Pak, tolong! Saya resign dari perusahaan Bapak, karena saya ingin menjauhi Bapak. Kalo Bapak malah terus-terusan nemuin saya, berarti usaha saya gagal. Saya mohon banget sama Bapak, untuk jaga jarak sama saya." Sandra terus berusaha untuk menjelaskan agar Niki mau menjaga jarak dengannya.
"Tapi saya benar-benar jatuh hati sama kamu, San," tegas Niki.
"Itu gak lucu,Pak! Bapak udah punya istri, jangan mentang-mentang Bapak punya segalanya, lantas dengan mudahnya Bapak menduakan wanita," kata Sandra sinis.
"Saya memang tidak sedang membuat lelucon, saya tau kamu ataupun dia gak mungkin mau di duakan. Saya akan menceraikan istri saya kalo kamu mau menerima saya yang seperti ini adanya," jelas Niki
"Stop Pak! Sebaiknya Bapak tinggalin saya, saya lagi gak mau bahas percintaan," kata Sandra.
"San, saya serius atas semua ucapan saya! Saya sanggup lakuin apa aja supaya kamu mau nerima saya. Termasuk kalo saya harus menceraikan istri saya," tutur Niki.
Sandra terperanjak mendengar ucapan Niki, "Bapak jangan gila! sekalipun saya memang mencintai Bapak, saya lebih memilih memendam perasaan saya daripada saya harus menghancurkan rumah tangga orang," tegasnya dengan lantang. "Dan ini yang terakhir saya minta sama Bapak. Saya mohon dengan sangat, jauhi saya! Kalau Bapak masih nekad nemuin saya, saya yang akan jauhin Bapak. Bukan hal yang sulit untuk saya keluar dari perusahaan ini dan menjauhi Bapak," ancam Sandra.
Tanpa aba-aba, Niki mundur dan berlalu pergi dari perusahaan Hamid. Bukan mundur begitu saja, tetapi mencari cara lain untuk tetap bisa bertemu dengan Sandra. Bahkan ia tetap bertekad untuk bisa mendapatkannya.
Diam-diam ternyata Hamid memperhatikan Niki dan Sandra. Karena penasaran, Hamid menghampiri Sandra dan menanyakan langsung tentang hubungan mereka yang sebenarnya.
"Ekhem .." sapa Hamid.
__ADS_1
"Pak," sahut Sandra.
"Masih sibuk?" tanya Hamid.
"Nggak sih Pak, cuma lagi cek berkas yang kemarin. Bapak ada perlu sama saya?" ucap Sandra.
Hamid lalu menarik kursi kosong di sebelah Sandra,ia duduk di dekatnya dan mulai menanyakan apa yang selama ini ia ingin tahu tentang hubungan Sandra dan Niki.
"Maaf sebelumnya nih, santai aja ya," kata Hamid. "Sebenernya kamu ada masalah apa sih sama Niki? Atau jangan-jangan kalian pernah ada hubungan?" tanya Hamid dengan sangat hati-hati.
Sandra kaget mendengar Hamid menanyakan hal itu, tapi ia rasa Hamid perlu tahu. Sandra berharap akan mendapat saran terbaik dari Hamid. Ia menyimpan pekerjaannya lebih dulu dan menarik nafas dalam sebelum menjawab pertanyaannya.
"Saya akan jawab. Saya berharap Bapak bukan hanya ingin tahu, tapi juga bisa kasih saya solusi," kata Sandra.
"Ya, tentu .. Kalo kamu anggap saya teman, saya akan berusaha jadi teman terbaik, begitupun kalo kamu meminta saya saran, saya akan berusaha memberi saran terbaik," jawab Hamid.
Hamid mengangguk-angguk mendengar penjelasan Sandra. "Rumit juga ya," singkatnya.
"Niki itu orangnya nekad. Kalo dia menginginkan sesuatu, dia akan berusaha mendapatkannya meskipun dia harus mengorbankan semua yang dia miliki," kata Hamid.
"Terus? Menurut Bapak, saya harus gimana? Saya resign dari perusahaannya itu karena saya ingin menjauhinya. Tapi ternyata gagal," ucap Sandra murung.
"Sekalipun kamu pergi menjauh dari Niki, saya yakin dia pasti akan menemukan kamu! Sebaiknya kamu bersikap biasa saja, tunjukan kalo kamu memang tidak suka di dekati sama dia. Lama-lama juga Niki akan ilfeell," saran Hamid.
__ADS_1
"Saya gak yakin Pak," jawab Sandra.
"Loh, ko gak yakin?" Hamid.
"Kalo terus kaya gitu bisa-bisa bukan dia yang pergi, tapi malah saya yang baper." Jawab Sandra mengundang tawa Hamid, "Loh ko ketawa sih,Pak?" tanyanya.
"Ya kamu lucu aja. Ngomong-ngomong, kamu pernah pacaran?" tanya Hamid.
Sandra mengangguki pertanyaannya. "Saya juga punya pacar, dan saat ini kita lagi marahan gara-gara dia lihat saya di resto tempo hari sama Bapak dan Pak Niki juga, ini bukan pertama kali pacar saya cemburu sama Pak Niki. Saya juga udah coba jelasin sama Pak Niki, tapi dia seolah gak peduli sama pacar saya," jawab Sandra.
"Bener-bener rumit ya, saya sampe gak tau harus kasih saran apa sama kamu. Saya cuma bisa mendoakan aja, apapun pilihan kamu, semoga itu yang terbaik," ucap Hamid di aminkan oleh Sandra.
########
Sampai dirumah, Niki uring-uringan pada Teny. Teny yang tidak tahu dimana letak kesalahannya merasa bingung atas sikap suaminya. Ia mencoba bertanya, tetapi malah cacian yang ia dapat. Seolah Niki menyalahkan Teny atas semua yang terjadi.
Malam itu mereka bertengkar hebat. Karena sudah tidak sanggup lagi menyembunyikan, Niki mengutarakan semua perasaannya pada Teny, termasuk tentang Sandra. Niki menjelaskan semuanya, berharap Teny mengerti.
Mengetahui hal tersebut, Teny merasa sudah tidak ada artinya sebagai seorang istri. Ia merasa sudah tidak ada gunanya mempertahankan rumah tangganya dengan Niki.
Air mata tak berhenti mengalir dari pipinya, berkali-kali Teny menarik nafas berharap semua hanya mimpi. Tetapi semua sangat jelas diucapkan oleh suaminya.
Setelah mengetahui semuanya, Teny memilih untuk meninggalkan rumah dan membawa anaknya untuk sementara tinggal di kediaman orang tuanya. Dalam hati yang paling dalam, ia masih berharap ini hanya kerikil dalam rumah tangga, dan Teny berharap agar ia dapat memperbaiki rumah tangganya.
__ADS_1
Nikipun sama, ia memilih meninggalkan rumahnya dan menempati villa yang ia miliki di sebuah perkampungan. Niki merasa bahwa ia harus memikirkan semuanya dengan matang, iapun tak ingin salah memilih meskipun hatinya benar-benar sudah terpaut pada Sandra.
Bersambung 💕