Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 40


__ADS_3

Indra berdiam diri di dalam kamarnya, menyesali semua yang telah ia perbuat.


Tok tok tok ...


Ketukan pada pintu kamarnya berulang kali terdengar namun ia tak menghiraukan sedikitpun .Sukma merasa sangat cemas karena sudah dua hari ini Indra tidak keluar kamar bahkan untuk minum sekalipun .


"Indra..Buka dong pintunya ,kamu jangan kaya gini!ini sama aja kamu nyiksa diri kamu sendiri" ujar Sukma mencoba membujuk Indra supaya mau keluar kamar,namun tetap tak ada jawaban.


"Nak,sayang ...Kamu harus buktikan kalo kamu bisa bertanggung jawab,jangan kaya anak kecil gini.Kalo kaya gini mana mau mereka nerima kamu"Neni tetap berusaha membujuknya meskipun tak ada sahutan dari dalam kamar.


"Tetep gak mau keluar?"tanya Baba yang melihat istrinya mematung didepan pintu kamar anaknya.Sukma hanya menaikan bahunya dengan memasang wajah sedih.


"Indra,buka pintunya ! Baba mau ngomong !" ucap Baba setengah berteriak sambil mengetuk pintu.Namun tetap tak ada jawaban.


"Indra ...Baba hitung sampe tiga kalo kamu gak buka pintunya terpaksa Baba dobrak! Satu...Dua...." belum sempat menyelesaikan itungannya,pintunya keburu terbuka.


Indra nampak lesu,wajahnya pucat. Mungkin karena seharian ia tak makan sedikitpun.Melihat anaknya seperti itu ,jiwa seorang ibu tak akan tega.Sukma memeluk anaknya dan meneteskan air mata.

__ADS_1


"Kamu jangan seperti ini nak, semua gak akan selesai hanya dengan berdiam diri. Sekarang kamu berihkan diri kamu,kita makan dulu setelah itu kita bicarakan semuanya" Sukma memegang erat bahu anaknya dan menatap matanya.


"Sekarang cepat kamu bersihkan diri kamu ! Kita tunggu kamu dimeja makan" perintah Baba.


Tanpa menjawab Indra membalikan wajahnya bergegas ke kamar mandi.


Tak butuh waktu lama,Indra sudah selesai dengan aktivitasnya dikamar mandi.Ia berjalan menuruni tangga menuju meja makan.


Baba menarik kursi dan menyuruh ia duduk di kursi itu.Sementara Sukma mengambil piring dan menata makanan dalam piring untuk anaknya.


Meski tak berselera untuk makan,Indra memakan nasi yang telah diambilkan oleh Sukma untuknya.


"Sekarang,katakan apa yang kamu inginkan?" tanya Baba memulai pembicaraannya.


"Indra hanya gak mau kalo harus kehilangan Sandra Ba. Semalem Sandra bilang kalo dia dilarang sama orangtua nya untuk berhubungan sama Indra,Indra benar-benar merasa menjadi makhluk paling bodoh Ba .." jelas Indra dengan tak mengalihkan pandangan nya pada meja makan .


"Baba tidak ingin menyalahkan siapapun.Semua sudah terjadi,jika kamu benar-benar inginkan Sandra,kejar dia! Jangan seperti ini.Temui Orang tua nya,yakinkan mereka bahwa kamu bersungguh-sungguh dengan niat kamu!" jelas Baba dengan nada tegas.

__ADS_1


"Indra gak tau harus mulai dari mana Ba?" tanya Indra masih dengan nada lemah.


"kamu tetap bekerja seperti biasa,jalani hari kamu seperti biasa.Lakukan perubahan yang benar-benar membuat mereka yakin bahwa kamu mencintainya,Baba yakin diam-diam Irwan mengamatimu.Itu yang membuat dia bersikukuh menolak kamu!Ayah mana yang rela menikahkan anaknya dengan lelaki yang ugal-ugalan kaya kamu" jelas Baba.


"Baba...Bukannya kasih semangat malah ngeledekin anaknya?"potong Sukma.


"Bukan ngeledek Ma, justru supaya dia mikir.Biar dia sadar ! Dia kalo gak digituin mana bisa paham"jelas Baba.


"Indra akan berusaha membuktikan sama semuanya Ba" jawab Indra dengan nada semangat.


"Nah..Begitu baru laki-laki anak Baba" Baba menghampiri anaknya lalu memeluknya,menepuk-nepuk kecil punggungnya bergantian dengan Sukma.


"Mama selalu dukung apapun yang kamu lakukan dalam kebaikan" ucap Sukma setengah berbisik dalam pelukannya.


Setelah mendapat penuturan dari orangtuanya, Indra merasa sedikit lebih semangat.Ia benar-benar membuktikan pada keluarga Sandra bahwa ia benar-benar mencintai Sandra dan akan bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan.


Sukma mendukung penuh hubungan Indra dengan Sandra karena dimatanya,hanya Sandra yang dapat merubah anaknya menjadi lebih baik .Bahkan jauh lebih baik dibanding dengan Novita.

__ADS_1


BERSAMBUNG 💕


__ADS_2