
Melihat kebaikan dan kelembutan Teny semakin membuat Rani ingin mundur jauh dari kehidupan Niki. Tapi ada satu hal saat ini yang membuatnya tak bisa menjauh dari Niki.
"Saya tau kamu berbohong.Cerita aja,apa tujuan kamu bertemu sama suami saya? Kamu gak usah takut, saya sudah banyak belajar bagaimana cara mengendalikan emosi" ujar Teny.
"I.. Iya Mbak .. Saya memang sengaja datang kesini, sudah dua minggu ini Mas Niki menghilang. Dia gak pernah dateng nemuin saya,nomor sayapun di blokir" jelas Rani.
"Terus .. Masalahnya dimana?" tanya Teny.
"Maaf Mbak, saya gak enak kalo harus cerita sama Mbak" kata Rani.
"Mas Niki itu suami saya, bukankah seharusnya tidak ada privacy antara suami istri?" Teny terus mendesak agar Rani mau bercerita.
"Sa .. Saya .. Mas Niki .. Maaf Mbak, Mbak terlalu baik untuk mengetahui semuanya" Rani kembali terisak dan butiran bening kembali membasahi pipinya.
Teny kembali mengusap punggungnya, menyodorkan kotak tissue dan teh hangat yang telah dibuatkannya. "Kamu tenang ya, gak usah kalut .. Saya gak akan menghakimu kamu" Teny terus-terusan meyakinkan Rani agar ia mau menceritakan maksud kedatangannya.
"Maafkan saya Mbak, saya hamil .."
Deg ....
Pengakuan Rani seperti petir yang menyambar di siang bolong bagi Teny.
"Mbak, maafkan saya .. Saya tau gak seharusnya saya katakan semua ini sama Mbak .. Tolong maafkan saya Mbak" Rani bersimpuh memeluk kaki Teny, tapi Teny menarik badannya dan memintanya untuk kembali duduk.
Meskipun Teny sangat emosi mendengar pengakuan itu,namun ia tetap berusaha mengendalikan emosinya.Meski airmatanya tak dapat ditahan dan terus mengalir. Teny memeluk Rani, mencoba menutupi luka yang saat ini ia rasa.
Cukup lama mereka hanyut dalam tangisan tanpa kata-kata. Teny menarik nafas panjang dan mengusap airmata di pipinya.
"Sudah berapa bulan?" tanya Teny.
"Sudah telat 2 bulan Mbak .." isak tangis mengiringi setiap kata yang terucap oleh Rani.
"Apa yang akan kamu inginkan? Apa kamu ingin suami saya menikahi kamu?" tanya Teny.
"Awalnya saya memang ingin Mas Niki menikahi saya Mbak. Tapi setelah melihat Mbak yang begitu baik, saya gak tau .. Saya juga bingung Mbak." kata Rani.
"Apa orang tua kamu sudah tau?" Teny.
"Sementara ini belum Mbak, tapi saya gak berani pulang kerumah" jawab Rani.
__ADS_1
"Kamu sekarang tinggal dimana?" Teny heran mengetahui Rani tidak tinggal dirumah sementara yang ia tahu dia masih satu rumah dengan orang tuanya.
"Mas Niki menyewakan saya rumah di Kota C" kata Rani polos.
Teny menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tak menyangka jika sudah sejauh itu hubungan mereka berdua.
"Saya betul-betul minta maaf Mbak, saya sudah merusak rumah tangga Mbak .." lanjut Rani.
"Sudahlah .. Berhenti minta maaf, semua sudah terjadi dan tidak perlu saling menyalahkan. Saat ini saya gak bisa memutuskan. Mas Niki biasanya pulang kerja jam 6 sore.Kalo kamu mau balik lagi kesini, saya saranin jam 8 malam" ucap Teny.
"Ya Mbak,saya akan kembali untuk menemui Mas Niki. Sekali lagi saya minta maaf Mbak .. Saya permisi dulu" Rani Pamit meninggalkan rumah Niki.
Setelah kepergian Rani, Teny mengajak Rizal masuk kedalam rumah dan mengunci pintu. Ia masuk kedalam kamar Rizal.
"Ibu kenapa? Ibu sakit?" tanya Rizal yang melihat mata ibunya sembab dengan wajah yang pucat.
"Ibu cuma cape aja abis beresin taman belakang .. Kamu main dikamar ya sayang, Ibu mau istirahat sebentar. Kalo ada apa-apa pintu kamar ibu gak dikunci ko" Teny menciumi Rizal dan meninggalkannya sendiri dikamarnya.
Harus gimana aku sekarang? Kenapa begitu berat cobaan yang menimpaku?
Disaat aku ingin memperbaiki semuanya,malah cobaan datang lebih berat dari yang aku pendam. Hati Teny berkata-kata memikirkan semua yang ia tahu tentang hubungan suaminya.
Jam sudah menunjukan waktu makan siang. Teny keluar kamar menyiapkan makan siang untuk Rizal.
"Ibu udah sembuh?" tanya Rizal yang sedang sibuk di ruang nonton Tv dengan mainannya.
"Ibu udah baikan ko sayang .." jawab Teny mencoba menyembunyikan semuanya dari putra kecilnya, "Makan dulu yuk .." ajaknya.
#########
Sore hari, Niki pulang lebih awal.Karena malamnya, ia bermaksud akan menemui Sandra. Ia berpikir akan lebih relaks jika ia membersihkan diri terlebih dulu sebelumnya.
"Tumben pulang sore Mas?" tanya Teny heran melihat kedatangan suaminya.
"Iya, aku mau keluar lagi .." jawab Niki yang segera berlalu meninggalkan istrinya.
Teny tak merubah raut wajah dan tingkah lakunya,ia berhasil menutupi semuanya. Sebenarnya ia ingin menceritakan kedatangan Rani, tapi ia merasa tak mungkin saat ini. Menyangka jika suaminya sedang sibuk urusan pekerjaan.
Tapi setelah melihat Niki mengenakan pakaian santai,Teny merasa heran, "Loh .. Mas, bukannya kamu mau keluar lagi?" tanya Teny heran.
__ADS_1
"Iya, memang kenapa?" jawab Niki santai sambil menyisir rambutnya.
"Ko pakaian kamu kaya gini? Memang kamu mau kemana?" tanya Teny.
"Aku mau ketemu temen.Sebentar aja ko,gak akan sampe pulang malem" jawabnya.
"Ketemu Rani?" spontan Teny menyangka jika Rani sudah berhasil menghubunginya dan suaminya saat ini akan menemuinya.
Niki yang sedang merapikan bajunya membalikan badannya menghadap Teny. "Kenapa tiba-tiba kamu nyinggung Rani?" tanya Niki.
"Ehm, nggak .. cuma nyangka aja" Teny gelagapan takut emosi suaminya memuncak dan memancing pertikaian.
"Ada apa? Hhmm?" Niki memegang bahu Teny memandangi wajahnya yang tertunduk tak berani menatap mata suaminya. Kini Niki tahu jika istrinya sedang menyembunyikan sesuatu.
"Aku tau kamu menyembunyikan sesuatu. Ceritalah !" pinta Niki.
"Mas yakin?" tanya Teny.
Seharusnya, sebagai seorang wanita yang merupakan istri sah. Teny melabrak suami dan wanitanya. Tapi ia jusrtu malah menjadi penengah antara mereka.
" Iya .." Niki duduk di tepi ranjang dan Teny menarik kursi dimeja rias dan duduk dihadapan suaminya.
"Tadi pagi Rani datang kesini, aku pikir dia berhasil menghubungi Mas dan sekarang Mas mau pergi menemuinya" tutur Teny.
"Mau apa dia kesini?" tanya Niki dengan nada bicara yang sedikit meninggi.
Dalam hatinya, Beraninya dia datang kerumahku ..
"Dia bilang kalo kamu udah gak pernah datang menemuinya dan nomornya di blokir " ujar Teny. "Dia hamil dua bulan" tambahnya.
"Apa ..??" Niki tak kalah kagetnya seperti saat Teny mendengar pengakuan Rani.
"Mas emang selalu tidur bareng sama dia kan? Lalu kenapa Mas kaget?" kata Teny.
"Tapi gak mungkin" Niki mengelak, "Aku akan menemuinya sekarang.Kamu tenang aja,aku akan menyelesaikan ini" tegasnya.
Nikipun membatalkan niatnya menemui Sandra dan bergegas pergi menemui Rani.
Bersambung 💕
__ADS_1