Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 46


__ADS_3

Di sisi lain, Sandra sudah bersusah payah mencoba melupakan Indra yang merupakan cinta pertama baginya.Meskipun itu terasa begitu sulit dan menyakitkan.Cincin pemberian Indra masih ia pakai hingga kini.


Kini ia sedang meratapi nasib yang menurutnya begitu menyiksa.Harus terlahir dari keluarga yang menurutnya jauh dari kata harmonis, merasakan kebahagian cinta yang hanya sesaat dan harus terpisah dengan cara yang tidak di inginkan.Air matanya menetes mengingat ia dan Indra pernah berjanji membangun masa depan yang indah, saling memahami,saling mendukung,saling melengkapi,namun kini semua itu hanya bayang-bayang baginya .


"Gak seharusnya aku masih pake ini" ujar Sandra sambil melepas cincin yang sedari tadi ia perhatikan.Ia meletakan kembali kedalam kotak dan menyimpannya di dalam laci nakas nya .


"Sandra ..." suara Irwan tiba-tiba mengejutkan Sandra, ia lupa jika ternyata tidak mengunci pintu kamarnya.Jadi Irwan bisa masuk tanpa mengetuk pintu. Irwan duduk di sebelah Sandra.


"Eh,iya Pa ?" kaget Sandra mengusap air matanya .


"Apa kamu masih menaruh harapan pada Indra ?"Irwan menatap lekat mata Sandra.


"Meskipun rasa cinta dan sayang Sandra begitu besar, Sandra tetap harus melupakannya Pa " Sandra tertunduk menjawab pertanyaan Irwan setelah ia tahu bahwa Irwan sedang menatap dirinya.


"Tadi Indra datang kesini" singkat Irwan.


"Memang akhir-akhir ini dia sering kesini kan Pa?Biar aja nanti juga capek sendiri" Sandra mencoba membantah perasaan nya.


"Papa bicara sama dia" kalimat ini membuat raut wajah Sandra berubah kaget .


"Bicara apa Pa? Apa dia bicara macem-macem sama Papa?" tanya Sandra dengan raut wajah ingin tahu.


"Dia masih berjuang meminta kamu, dia berjanji akan merubah semuanya,akan merubah kehidupan dan kelakuannya"Irwan menarik nafas panjang."Papa izinkan dia berusaha,Papa akan lihat sebesar apa dia menginginkan kamu untuk hidupnya.Dan Papa harap,kamu tetap seperti ini untuk sementara waktu hingga Papa benar-benar melihat perubahannya" Irwan menggenggam bahu Sandra seolah memberi isyarat menguatkan dirinya .


"Sandra gak yakin kalo dia akan bisa berubah Pa, ini bukan yang pertama dia berjanji dan dia selalu mengulang kesalahan yang sama sampe terjadi hal kaya gini" wajah murung terlihat oleh Irwan dihadapanya kini.

__ADS_1


"Papa hanya ingin yang terbaik untuk kamu ! Jika Papa tidak bisa memberikan nya,maka kamu harus dapat dari pasanganmu kelak" jelas Irwan dengan nada lirih.


"Terimakasih Pa..." Sandra berhambur memeluk sosok Ayah dihadapannya .


Setelah Irwan keluar, Sandra menutup pintu kamar dan mengunci nya.Ia menangis sejadi-jadi nya .Entah terlalu bahagia atau terlalu sakit .Ia merasa sangat dipermainkan oleh cinta.


Disaat ia berjuang menata cinta agar berbuah manis,justru malah pahit yang ia rasa.Dan kini,disaat ia mulai menata hati ingin melupakan semuanya,tiba-tiba Indra datang dan memohoh. Sandra terus bergumam dalam hatinya.


Kenapa harus sekarang? kemarin kemana aja?Apa ini sunguh-sungguh?Kemarin aku menunggu,tapi kamu justru malah menghilang seolah tak peduli lagi dengan keadaanku .Tapi sekarang setelah aku mulai bisa belajar melupakan kamu, kenapa kamu datang dam memberi keyakinan?Ini benar-benar membuatku bingung_


Tak terasa kini matanya terpejam dan ia sudah terlelap dalam tidurnya.


-----------------------------------


Tok tok tok ...


Terdengar suara ketukan pintu dari dalam saat Sandra sedang bermalas-malasan dalam kamarnya.Meski malas,ia tetap membuka pintu kamar yang ternyata adalah Bi Kokom.


"Ada apa Bi?"Sandra memasang wajah malas.


"Ada Mas Indra dateng Non" ujar Bi Kokom.


"Bilang aja saya lagi istirahat gak mau diganggu" masih dengan wajahnya yang semakin malas,Sandra kembali ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya pelan tak menghiraukan Bi Kokom yang masih mematung .


Tak berapa lama, handphone nya berdering. Terlihat nama Indra yang belum di ubah dsri layar handphonenya.

__ADS_1


My Hubby is calling ....


Sandra menjawab panggilannya masih dengan muka malas .


"Ya .." ucap Sandra singkat membuka pembicaraan dalam panggilan.


"Assalamualaikum.."Indra tetap berusaha mengerti dengan sikap dinginnya.


Sandra hanya terdiam tak menjawab dalam panggilannya.


"Dosa loh gak jawab salam" lanjut Indra.


"Hmm..Waalaikumsalam..Ada apa sih? Aku tuh pengen istirahat,cape seminggu ini kembur terus..Kamu gak ngerti sama yang disampein Bi Kokom?" ketus Sandra.


"Iya aku ngerti ..Tadinya aku mau ajakin kamu jalan,sore ini bisa gak?"Indra masih dengan nada sabar nya.


"aku gak janji, yaudah ya, assalamualaikum"Sandra langsung mengakhiri panggilannya tanpa jawaban Indra.


Setelah itu Indra mengirimkan pesan,


"Nanti malem aku tunggu kamu di bukit bintang jam 7,aku akan tunggu kamu sampe kamu dateng!"


Sandra menarik nafas dan melemparkan Handphone nya ke atas ranjang setelah membaca pesan tersebut.


BERSAMBUNG 💕

__ADS_1


__ADS_2