Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 62


__ADS_3

"Sandra, please .. Kamu harus tau semuanya" Niki menarik tangannya dan memohon.


"Tau apa Pak? Tahu perasaan Bapak yang konyol itu?" Sandra menggelengkan kepalanya.


"Saya udah coba lupain kamu. Tapi semakin saya coba, saya malah makin ingat" jelasnya lirih.


"Pak, saya mohon banget sama Bapak. Bapak udah punya istri, saya gak mau dijukuki sebagai pelakor." Sandra menegaskan berulang-ulang penolakannya meski sebenarnya hatinya ingin berontak. Iapun merasakan hal yang sama. Semakin mencoba melupakan, justru malah semakin dalam perasaannya. Namun Sandra selalu berhasil menutupi perasaannya dihadapan siapapun.


"Oke,anggap aku gak pernah memohon sama kamu segila ini. Tapi aku mohon sama kamu jangan jauhin aku! Jangan menghindar dari aku" pintanya. Tangan Niki masih tak melepaskan genggamannya.


"Iya,tapi lepasin tangan saya Pak, gak enak takut ada yang lihat." sahut Sandra.


Nikipun melepaskan genggamannya,Sandra memakai helmnya dan menghidupkan motornya. "Saya pamit dulu Pak,Assalamualaikum" pamit Sandra dan tergesa-gesa meninggalkan Niki.


########


Hubungan Niki dengan Rani belum berakhir. Pasca aborsi, Rani disarankan untuk badrest karena kondisi fisiknya yang lemah. Karena tidak ada kerabat apalagi orangtua Rani yang mengetahui hal ini, Niki memutuskan untuk merawatnya di Rumah sakit.


Kondisi itu memaksa Niki untuk bolak-balik mengunjunginya melihat perkembangan keadaannya.


Empat hari sudah berlalu pasca aborsi. Kondisi Rani kini sudah lebih baik.


"Mas, aku mau pulang aja. Aku udah enakan ko" pintanya pada Niki.


"Kamu mau pulang kemana?" Niki.


"Ke rumah .. Orangtua aku pasti cemas beberapa.hari ini aku gak ada kabar" Rani.


"Tapi .. Apa orangtua kamu gak akan mendesak.kita untuk nikah lagi?" tanya Niki ragu-ragu.


"Mas gak usah anter aku, aku biar pulang sendiri aja. Dengan begitu mereka gak akan banyak tanya tentang kamu" jelas Rani.


Niki terdiam tak menjawab lagi ucapan Rani.

__ADS_1


Memang Niki selalu takut jika ia dipaksa menikah dengan Rani oleh orangtuanya. Pasalnya, Niki memang tak pernah ingin serius bersama Rani. Ia hanya menjadikan Rani sebagai persinggahan saja saat ia sedang lelah bersama keluarganya. Namun, kini ada Sandra yang membuatnya terlena dan melupakan bahwa ia memiliki Rani, hingga Niki menjadi jarang menemuinya.


Niki merasa tidak enak jika harus membiarkan Rani pulang sendiri, "Gini aja,aku anter kamu sampe depan gang rumah kamu. Nanti disana kamu naik ojeg,gimana?" usulnya.


"Oke, kita udah bisa pulang sekarang kan?" Rani sangat semangat, meskipun ia tau masa depannya sudah hancur. Ia sudah tak bisa lagi membayangkan bagaimana hidupnya setelah ini.


"Udah, tapi sebentar aku panggilin Dokter dulu.ya. Kali ada obat atau apa yang belum" Niki meninggalkannya dan mencari Dokter yang menangani Rani.


"Pak Niki .." Dokter menjabat tangannya dan disambut oleh Niki.


"Dok,apa kita boleh pulang sekarang?" tanya Niki.


"Saat ini kondisi pasien sudah jauh lebih baik,jadi saya sudah izinkan pulang" jawab Dokter. "Sebentar saya tuliskan resep untuk pasien" Dokter menuliskan resep yang harus ia ambil. "Ini resepnya" lanjutnya.


"Terimakasih Dok, kalo gitu saya permisi dan pamit" jawab Niki yang dibalas dengan senyuman oleh Dokter.


Sesuai dengan rencananya, Niki mengantarkan Rani pulang ke kediaman orangtuanya hanya sampai gang. Dalam perjalanan, baik Rani ataupun Niki tidak ada yang membuka suara. Seperti supir yang sedang membawa penumpangnya.


Setelah sampai depan gang, sebelum turun Niki memberikan amplop coklat berisi uang.


Rani terdiam sejenak,merasa bingung. Ia memang akan sangat membutuhkan uang itu, tapi ia tak sampai hati harus menerimanya.


"Aku .." kalimatnya terhenti karena dipotong oleh Niki.


"Ini bukan sogokan atau permintaan maaf. Aku tau kesalahanku begitu besar, dan pasti akan sulit untuk kamu melupakan semuanya. Anggap aja ini sebagian dari bentuk tanggung jawabku," jelas Niki.


Ranipun akhirnya menerima uang itu "Terimakasih" ucapnya.


"Gak usah berterimakasih .. Ini gak seberapa dibandingkan apa yang udah aku lakuin sama kamu" kata Niki lirih "Aku minta maaf, kalo kamu perlu sesuatu kamu boleh hubungin aku" lanjutnya.


Rani mengangguki dan segera keluar dari mobil karena tak ingin Niki melihat bahwa kini matanya sudah berkaca-kaca.


Rani tak sanggup lagi membayangkan akan seperti apa masa depannya, kesuciannya telah hilang bersama dengan cinta yang tak pernah terbalas hanya demi angan-angan yang tak pernah menjadi nyata.

__ADS_1


Setelah memastikan Rani berlalu dengan ojegnya,Niki melajukan kembali mobilnya dan berlalu pergi.


Andai aku tak pernah ceroboh memberikan hampir seluruh jiwa dan ragaku hanya untuk seseorang yang jelas-jelas sudah beristri. Rani tak henti menyesali semua yang sudah ia lewati bersama Niki.


Awalnya, Rani berharap dengan kehamilannya Niki akan luluh dan mau menikahinya. Tapi setelah bertemu dengan Teny, Rani merasa menjadi wanita paling bodoh jika ia harus memaksa Niki untuk menikahinya dan menghancurkan keluarga yang terlihat jelas dimatanya hampir tidak ada satupun celah yang bisa membuatnya roboh. Sikap Teny yang begitu lembut juga dewasa, sikap bijaksananya, mampu membuat Rani berpikir ulang dan mengurungkan niatnya hingga berpikir untuk pergi menjauh dari kehidupan Niki. Meskipun Rani tahu, itu takkan semudah seperti yang ia bayangkan.


#########


"Maaf sebelumnya Mas, bagaimana kelanjutan hubungan Mas sama Rani?" Teny memberanikan diri untuk menanyakan hal itu kepada Niki, karena imrasa ingin tahunya sudah meluap sejak lama.


"Kenapa kamu tanya itu?" Niki balik bertanya.


"Ya setidaknya aku bisa ambil langkah. Apa keluarga Rani memintamu menikahinya?" tanya Teny dengan hati-hati.


Menikah dengan Rani atau tidak, sepertinya kuta akan tetap bercerai. Jawab Niki dalam hati.


"Mas .." ujar Teny menyadarkan lamunan suaminya.


"Hhmm .. Kita gak akan menikah! Aku udah antar dia ke rumah orangtuanya." jawab Niki.


Seketika Teny berbalik ke arah Niki dan memandangnya heran penuh tanya.


"Maksud Mas?" tanya Teny heran.


"Rani sudah menggugurkan kandungannya. Itu atas permintaannya. Kemarin dia sempat dirawat diRumah sakit karena kondisinya lemah.Tapi dia udah baik-baik saja dan aku udah antar dia ke rumah orangtuanya," tutur Niki.


Teny menutup mulutnya tak percaya jika Rani mau menggugurkan kandungannya. "Itu atas kemauan Rani, kan? Bukan Mas yang Minta?" Teny meyakinkan.


"Ya .. Rani yang memintanya. Aku sudah memintanya untuk memikirkan kembali keinginannya, tapi dia begitu yakin" jelasnya.


"Ini akan jadi pelajaran sangat berharga buat aku,dan aku harap juga buat kamu! Aku harap setelah ini tidak ada lagi wanita lain yang tersakiti" ucap Teny sendu.


Niki hanya terdiam, dalam hatinya terus berkata-kata, bagaimana aku harus menjelaskan kepadamu bahwa ada wanita lain yang aku cintai lebih dari aku mencintaimu..

__ADS_1


Bersambung 💕


__ADS_2