Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 44


__ADS_3

Malam hari,Sandra sudah menyelesaikan makan malamnya .Bahkan Irwan dan Neni sudah siap untuk bergegas ke kamarnya setelah bercengkrama di ruang TV bersama Sandra dan Neni.


Mereka mendengar bel rumah yang berbunyi berkali-kali .


"Siapa malem-malem gini bertamu?"Ketus Irwan. "Bi..coba tolong buka pintunya, kalo gak penting bilang aja udah pada tidur" perintah Irwan kepada Bi Kokom


"Baik tuan.." Bi Kokom melangkahkan kaki dan mengintip dari jendela siapa yang datang,ternyata adalah Indra, karena lampu diruang tamu sudah dimatikan,jadi Indra tidak akan melihat jika Bi Kokom mengintipnya. Bi Kokom kembali ke ruang TV dan memberi tahu kepada Sandra .


"Maaf Non,yang dateng Mas Indra.Mau di temuin atau Bibi bilang udah tidur?" ucap Bi Kokom kepada Sandra setengah berbisik.


"Bilang aja saya gak ada dirumah Bi" Sandra beranjak dari duduknya dan bergegas pergi ke kamarnya.


Sementara Bi Kokom kembali ke depan dan membukakan pintu .


"Bi,Sandra udah tidur ya?" ucap Indra tanpa basa-basi.


"Non Sandra gak ada dirumah Mas" jawab Bi Kokom singkat.


"Loh..Kemana Bi?Tapi saya baru dari Kost nya kata Ibu kost dia udah beberapa hari gak pulang?" Indra mengernyitkan alisnya bertanya-tanya dalam hatinya tentang keberadaan Sandra.

__ADS_1


"Saya gak tau Mas,yang saya tau Non Sandra pergi gak pamit dulu" Bi Kokom sangat pandai mengatakan itu.


"Kalo Tante sama Om udah pada tidur belum Bi?"


"Udah Mas, daritadi" singkat Bi Kokom.


"Oh,,yaudah kalo gitu bi,saya permisi ya Bi" Indra kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Di dalam kamar Sandra sedang menarik ulur layar handphone nya,tiba-tiba handphonenya berdering tanda panggilan masuk yang ternyata dari Indra .


Sandra bermaksud tidak ingin menjawab telponnya,namun Indra menelponnya berkali-kali akhirnya Sandra menolak panggilannya dan mengirimkan pesan singkat kepada Indra .


Indra membaca pesannya dan menepikan mobilnya di sebuah taman sebelum ia membalas pesan itu.


"Aku kangen sama kamu ! Kamu dimana?Kamu gak serius kalo kamu mau ninggalin aku kan? Kita bisa selesaikan semuanya.Aku tau kalo Papa kamu gak suka sama aku,aku akan berubah dan akan nunjukin sama Papa kamu kalo aku bisa jadi lelaki yang bertanggung jawab"


Sandra membuka dan membaca pesannya,lalu ia menarik nafas panjang.Entah ia harus bahagia atau sebaliknya dengan isi pesan Indra setelah semua ini terjadi.Sandra pun membalas pesannya.


"Aku gak tau Mas , aku udah gak bisa ngasih harapan banyak sama Mas. Kalo Mas masih berusaha rebut hati Papa,silahkan ,dan aku akan dengan senang hati terima Mas kalo Orang tua aku setuju"

__ADS_1


Indra tak membalas lagi pesan dari Sandra,ia melajukan kembali mobilnya hingga tiba dirumahnya.


Setibanya dirumah, Indra menelpon Iwan untuk menyuruhnya datang kerumah.Karena jarak mereka dekat, tak butuh waktu lama Iwan sudah sampai dirumahnya .


Mereka berdua berbincang dikamar Indra,Indra mengorek informasi tentang Sandra dari Iwan.Tentu saja dari Mada.


"Gue tau lo nyuruh gue kesini pasti mau ngorek informasi tentang Sandra kan??" tebak Iwan.


"Hehe..Lo pinter juga ternyata, lo pasti tau kan sejauh apa hubungan Sandra sama atasannya itu?"


"Setau gue,dia makin deket sama atasannya." singkat Iwan.


"Emang Sandra masih kerja?" tanya Indra.


"Tadi sih masih,gak tau deh ..Udah ah,gue gak tau lagi tentang Sandra,gue malu terus-terusan ngorek tentang Sandra sama temen gue,disangkanya gue naksir sama dia" ujar Iwan dengan nada sinis .


Mereka berbincang hingga larut, Iwan menceritakan semua yang dia tahu tentang Sandra,dan Indra dengan seksama mendengarkan penuturan Iwan .


Bersambung 💕

__ADS_1


__ADS_2