
Saat jam makan siang,Sandra menepati janjinya untuk mentraktir Mada di sebuah cafe yang berada tidak jauh dari kantor.
"San, katanya kamu udah daftar di Universitas A ya ?" tanya mada yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Sandra sembari menyedot minuman yang ada dihadapannya.
"Bukannya untuk masuk ke Universitas itu butuh biaya banyak ya?"Mada ingin menangkis rasa penasarannya,karena ia rasa tidak mungkin jika Sandra memanfaatkan Bosnya untuk membantu biaya kuliahnya.
"Kamu pasti ngira aku bisa masuk ke situ karena dapet suntikan dana dari Bos kan?" Sandra langsung tau maksud pembicaraan Mada mengarah kesana setelah mendengar perbincangan orang di lobby tadi pagi.
"Iya,eh..Bukan ..Maaf kalo aku nyinggung kamu" ucap Mada dengan gerogi.
"Gapapa..Kamu mungkin emang perlu tau ini, aku sama Bos emang deket diluar pekerjaan,tapi itu sebatas teman aja.Kalo kamu tanya masalah perasaan,siapa sih yang gak akan tergila-gila sama wajah Bos yang ganteng,body yang oke udah gitu dia seorang pemilik perusahaan? Tapi aku cukup tau diri.Aku dan istrinya sama-sama perempuan,aku gak mungkin jadi racun dalam rumah tangga nya." jelas Sandra .
"Terus,apa bener kalo kamu bisa kuliah di Universitas itu karena dapet suntikan dana dari Bos? Maaf ya, aku hanya pengen tau aja.Sama sekali bukan maksud menyinggung atau apa"
"Sama sekali bukan ..Aku baru daftar aja kesitu, administrasi nya baru aku bayar sebagian dari hasil gaji aku dua bulan ini.Dan rencana aku lunasin nanti bareng aku masuk ke sana" senyum dikembangkan oleh Sandra "Dan juga mana mungkin aku mau nerima uang dari Bos selain hasik kerja aku,aku sebenernya bisa dapet semua yang aku mau tanpa harus kerja keras gini"Sandra menundukan wajahnya.
__ADS_1
"Maksud kamu..." heran Mada
"Ah..Lupakan ..Lain kali kalo ada waktu panjang aku bakal ceritain tentang aku" ujar Sandra.
"Oke" sahutnya .
Setelah menyelesaikan makan siangnya ,mereka kembali ke kantor.Tiba dikantor Sandra tergesa-gesa karena tidak ingin mendengar lagi desas-desus dari setiap mata yang melihatnya.Baru saja ia duduk si kursi meja kerja nya, telpon dimeja kerja nya berdering.Ternyata dari Niki yang menyuruhnya ke ruangannya.Sandra langsung beranjak dan berjalan menuju ruangan Niki.
Sandra masuk ke dalam ruangan setelah mengetuk pintu dan Niki mempersilahkannya.
"Kamu berhutang cerita sama saya !"jawab Niki menatap wajah Sandra.
"Cerita ??"Heran Sandra.
"Iya. .Tadi pagi kamu bilang kalo kamu mau menceritakan sesuatu ..apa?"Niki mengingatkan Sandra pada kejadian tadi pagi.
__ADS_1
"Oh,soal tadi pagi .."Sandra membuang nafasnya kasar dan memajukan bibirnya.
"Ada apa emangnya?" tanya Niki makin perasaran melihat raut wajah Sandra.
"Tadi saya sempet kepikiran akan mengundurkan diri dari perusahaan ini" ucap Sandra dengan wajah murung.
"Memang ada masalah serius? Apa jangan-jangan Orang tua kamu jadi menerbangkan kamu ke luar negri?" tanya Niki.
"Bukan itu masalahnya Mas, saya mulai geram sama orang satu kantor ini.Mereka mengira kalo saya sama Mas Niki tuh ada hubungan khusus,dan parahnya dia beranggapan bahwa saya bisa daftar kuliah di Universitas A itu gara-gara dapet suntikan dana dari Mas. Saya takut kalo seliweran gosip itu sampe ke telinga istri Mas,dan dia menganggap bahwa itu semua benar .Saya gak mau dibilang pelakor"jelas Sandra sementara Niki hanya tersenyum mengembang dengan penjelasan Sandra .
"Kamu mikir buat resign karena alasan itu?" tanya Niki yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Sandra "kamu tenang aja ! Lagian istri saya gak segarang yang kamu pikir.Kalaupun kita emang ada hubungan khusus,kamu gak akan sampe dilabrak sama istri saya"Niki mencoba menenangkan Sandra "Dan soal orang-orang yang suka bergosip di kantor ini,kamu jangan khawatir,mereka akan malu sendiri dengan ucapannya" jelas Niki.
Setelah berbincang, Sandra kembali ke meja kerja dan melanjutkan pekerjaannya. Perasaan nya yang sempat kesal dengan selentingan yang dia dengar,kini sudah lebih tenang setelah mendengar penuturan dari Niki.
Bersambung 💕
__ADS_1