Cinta Yang Kelam

Cinta Yang Kelam
BAB 61


__ADS_3

"Gimana kelanjutannya? Mau kuliah atau nikah aja?" tanya Indra.


Sandra yang sedang menikmati minuman yang ia bawa di Resto sambil memandangi keluar jendela mobil tersedak karena kaget. "Apa..? Nikah? No," katanya.


"Loh.. Kenapa?" refleks, Indra melirik ke arah Sandra dengan wajah heran.


"Aku masih pengen kuliah,Mas" tegasnya.


"Tapi sampe sekarang kamu masih belum urusin kuliah kamu?" tanya Indra.


"Belum ada modal,hehe .." jawab Sandra.


"Lagian kamu apa-apaan sih? so' pake mau berjuang sendiri. Padahal tetep aja sampe sekarang kamu masih menikmati uang orang tua kamu" ledek Indra.


"Jaga ya! Aku gak seenaknya pake uang mereka. Aku cuman numpang tinggal sama makan aja ko" tuturnya.


"Sama aja kali ..." Indra masih meledek.


"Aarrgghh ... Udah ah, gak mau bahas ini" Sandra memalingkan mukanya.


"Aku tuh serius tau .. Aku tuh mau program gitu.Kalo kamu kuliah, berarti aku akan nunggu kamu sampe beres kuliah.Tapi kalo kamu udah siap nikah,aku bakal buru-buru lamar kamu" jelas Indra membuat Sandra kaget.


"Aduh, Mas .. Jangan dulu bahas itu ya,aku masih belom siap" Sandra masih memalingkan mukanya tak ingin membahas masalah pernikahan.


"Kapan siapnya dong?" tanya Indra.


Sandra tertunduk tak menjawab pertanyaannya.


Akhirnya mereka sampai di parkiran Mall yang ia tuju untuk menonton. Indra segera memasukan mobilnya ke parkiran.


#########


Malam menunjukan pukul 11 malam saat Sandra tiba dirumahnya.


"Darimana kamu?" tanya Irwan melihat Sandra mengendap-ngendap membuka pintu. Irwan memang sengaja menunggu kedatangan anaknya.


"Eh,dari .. Itu Pa, abis nonton," Sandra kaget melihat Irwan yang ternyata masih terjaga. Ia menutup kembali pintunya.


"Sama Indra?" tanya Irwan dengan tegas.


"Iya Pa," sahut Sandra.


"Yaudah sana masuk! Istirahat." perintah Irwan.

__ADS_1


Sandra mengelus dadanya dan bergegas pergi menuju kamarnya, "Huh,selamat .." gumamnya pelan.


Dalam kamar, ia langsung melihat handphone yang memang sengaja tidak dibawa. Banyak pesan masuk dan panggilan tidak terjawab,salah satunya dari Niki.


"Kamu semenjak resign jadi susah banget dihubungi sih?" salah satu isi pesan dari Niki yang dibuka oleh Sandra.


Ia tak membuka pesan yang lainnya dan memilih untuk membersihkan diri dan memejamkan mata mengakhiri hari ini.


Pagi hari, Sandra terbangun oleh suara dering handphone yang tak berhenti. Ia lupa tidak mematikannya lagi semalam. Dengan mata setengah terpejam, ia melihat nama pada layar handphonenya dan terpampang nama Niki. Sandra membisukan panggilannya dan menyimpan kembali handphonenya. Tapi Niki tak menyerah, ia terus melakukan panggilan pada Sandra hingga akhirnya Sandra yang menyerah dan mengangkat telponnya.


"Hallo, assalamualaikum Pak" Sandra membuka panggilannya dengan suara serak.


"Wa'alaikum salam .. Kamu baru bangun?" Niki.


"Iya Pak, ada apa pagi-pagi gini telpon saya?" tanya Sandra masih dengan suara serak dengan mata terpejam.


"Gapapa sih, abisnya dari kemaren nomor kamu selalu gak aktif" Niki.


"Hhmm" Sandra.


"Kamu masih ngantuk ya?" Niki.


"Hhmm"


"Yaudah deh,kamu lanjut lagi aja tudurnya.Nanti aku telpon lagi ya." Niki mengakhiri panggilannya karena merasa tidak enak ,tidak mendapat sambutan baik dari Sandra. Ia memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Sandra.


Sementara Sandra melanjutkan tidurnya setelah mengakhiri panggilannya dengan Niki. Ia terbangun setelah jam menunjukan pukul 9 pagi.


"Astaga, aku kesiangan." Sandra terperanjak kaget. Ia merasa jika dirinya akan terlambat bekerja. Padahal ia lupa kalau sekarang dia adalah pengangguran.


"Hhuuhh,lupa .. Aku kan sekarang gak ada kegiatan" ujarnya cengengesan sendiri.


Sandra mengambil handphone dan membuka pesan yang telah dikirim oleh Niki.


"Ngapain lagi sih? Jelas-jelas aku tuh resign dari perusahaan karena mau ngehindarin kamu. Masih aja minta ketemu" gumamnya pelan.


Ya Tuhan, jaga perasaan aku .. Jangan sampe aku jatuh cinta sama suami orang . Sandra berdo'a dalam hatinya.


Ia meletakan kembali handphonenya dan segera membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan diri, ia berdiri di depan meja rias. "Apa aku gak usah dateng aja ya?" ujarnya pelan, "Tapi kalo dia nungguin aku gimana? Kan kasian." Sandra merasa dilema. Ia bingung harus pergi menemui Niki atau membiarkannya menunggu.


Pukul 11.00 ..

__ADS_1


Handphonenya berdering, Niki kembali menelponnya.


"Iya, Assalamualaikum.." ucap Sandra mengawali panggilannya.


"Wa'alaikum salam.. Gimana? Kamu udah baca pesan aku,kan?" tanpa basa-basi, Niki langsung memastikan.


"Iya,udah ko" sahut Sandra dengan nada malas.


"Oke, aku tunggu disana ya. Aku gak nerima alasan apapun! Bye .." Niki langsung menutup teleponnya.


"Udah pasti .. Selalu begitu" kata Sandra.


Mau tak mau ia harus menemui Niki di taman karena ia tau jika Niki pasti akan menunggunya. Sandra memutuskan untuk pergi lebih awal karena tak ingin Niki menunggunya.


"Bi, kalo Papa atau Mama nanya bilang aku ketemu sama temen aku ya" pamitnya pada Bi Kokom saat akan mengendarai sepeda motornya.


"Iya Non, hati-hati ya" sahut Bi Kokom.


Sandra tiba di taman lebih awal, Ia duduk di bangku dan mengeluarkan handphonenya. Memilih memainkan game yang ada di handphonenya agar tidak merasa bosan menunggu Niki.


Karena terlalu asyik main game,Sandra tidak menyadari bahwa Niki sudah duduk disampingnya. "Hey .. Kamu udah sampe duluan? Dari tadi?" sapanya.


"Eh, iya .. Eh nggak ko" jawab Sandra gerogi.


"Nih .." Niki memberikan sebuah minuman kaleng yang sempat dibelinya tadi di minimarket yang letaknya tak jauh dari taman.


Sandra mengambilnya "Makasih" jawabnya singkat. "Terus, mau apa ajakin aku ketemu disini?" tanya Sandra dengan nada sinis.


Niki memiringkan badan dengan tangan bertumpu pada sandaran bangku dan memandangnya tanpa menjawab. Tanpa disadari, rindu yang sudah lama terpendam dalam hatinya bergejolak. Tak kuasa ia menahan, Niki lalu memeluknya erat.


Sandra berusaha melepaskan diri dari pelukannya,namun pelukan Niki terasa begitu erat. "Uhuk..uhuk.. Engap, aku gak bisa nafas nih" kata Sandra.


Akhirnya Niki melepaskan pelukannya. "Maaf,aku kangen banget sama kamu" jawabnya tulus.


Sandra menunduk,tersipu malu. Dalam hatinya, iapun merasakan hal yang sama. Sandra merasakan rindu pada Niki. Namun ia selalu menepisnya karena sadar bahwa Niki adalah suami orang yang tak mungkin bisa ia miliki.


Tetapi Sandra masih bisa menutupi perasaannya. "Pak, tolong.. Saya mohon banget! berhenti kaya gini! Ini tuh gak bener," ujarnya.


"Aku serius San, tolong jangan terlalu formal. Kita bukan lagi atasan dan bawahan!" pinta Niki. "Aku tau ini salah, aku juga gak tau gimana bisa aku jatuh cinta sama kamu. Tapi aku bener-bener gak bisa lupain kamu, San," Lirih Niki.


"Tapi itu gak boleh terjadi Pak, Bapak udah punya istri. Jangan biarkan orang lain panggil aku dengan sebutan pelakor. Aku gak mau!" jawab Sandra menegaskan kata pelakor.


"Terus aku harus gimana?"Niki.

__ADS_1


"Ini terakhir kali kita ketemu Pak! Tolong jangan berfikir untuk temuin aku lagi dengan alasan bodoh kaya gini" Sandra tak menghiraukan Niki dan memilih berlalu meninggalkannya. Tak pedulikan Niki yang mengejarnya dan terus memanggilnya.


Bersambung...💕


__ADS_2