
Di kediaman Mahardika, Irwan sangat marah mengetahui Sandra pergi meninggalkan rumah dan memilih lelaki berstatus duda yang baru saja ia kenal.
"Kalian gak tau Sandra pergi kemana?" tanya Irwan setengah membentak kepada Bi Kokom dan Mang Asep.
"Tidak tuan," kompak keduanya dengan kepala tertunduk.
Irwan pergi ke kamar Sandra dan melihat isi kamarnya. Semua masih tertata rapi, hanya make-up yang Irwan lihat tidak ada pada tempatnya, Irwan membuka lemari bajunya dan masih terisi penuh dengan pakaian.
Melihat itu, Irwan yakin bahwa Sandra pergi hanya sementara.
"Kira-kira Sandra kemana ya Pa?" cemas Neni.
"Gak usah di khawatirkan, Papa yakin dia pasti bisa jaga diri. Dan dia juga kayaknya gak akan lama, dia gak bawa banyak baju dan perlengkapan lain," ujar Irwan menenangkan Neni.
"Papa bisa bilang gitu, anak kita cewek Pa, gimana kalo Sandra stress dan pergi kemana aja," Neni menduga-duga.
"Ya jangan dong, pokonya kita percaya dan yakin aja kalo Sandra akan baik-baik aja," kata Irwan.
Neni memilih meninggalkan Irwan, ia menghampiri Bi Kokom yang sedang menata belanjaan yang sudah di beli pagi tadi.
"Bi, Bi Kokom.yakin gak tau Sandra kemana?" tanya Neni.
"Eh, Nyonya, euh, iya Nya, yakin," jawab Bi Kokom gugup.
"Bibi gak bohong, kan?"
"Ng, nggak Nya," singkatnya.
"Saya takut dia malah nekad pergi bareng sama cowok.duda itu," ucap Neni sedih.
Bi Kokom hanya tertunduk menutupi kebohongannya. Sebenarnya ia ingin memberitahukan bahwa Sandra memang pergi bersama Niki, tetapi ia tidak ingin melihat ada keributan di rumah itu apalagi penyebabnya adalah Bi Kokom yang mengadu. Jadi, Bi Kokom pikir lebih baik mereka tahu sendiri kebenarannya. Lagipula, siapa tahu Niki hanya mengantarkan Sandra ke suatu tempat.
Neni pergi ke butik dan memilih untuk tidur di sana, karena ia tahu jika Irwan pasti akan marah jika malam itu Sandra tidak pulang. Dan Neni tidak ingin menjadi sasaran kemarahannya.
Di butik, Neni menghubungi semua teman Sandra yang ia tahu. Tapi tidak satupun yang tahu keberadaan Sandra. Hingga akhirnya ia mencari tahu tentang Niki, dan Neni mendapatkan alamat rumah Niki yang pernah ia tinggali bersama istrinya. Malam itu juga Neni pergi ke sana, Neni bertemu dengan Teny.
__ADS_1
"Cari siapa ya, Bu?" tanya Teny kaget mendapati tamu malam hari.
"Maaf, apa betul ini kediaman Niki?" ujar Neni.
"Iya, tapi sekarang dia udah pindah Bu! Mari, silahkan duduk dulu," Teny mempersilahkan Neni masuk ke ruang tamu dan menjamunya dengan baik.
"Kalo boleh tau, anda siapanya Niki, ya?" Neni.
"Saya mantan istrinya, Bu, kami baru saja bercerai. Ibu sendiri ada urusan apa sama mantan suami saya?" Teny.
"Anak saya sedang dekat dengan Niki, sudah dari kemarin sore dia pergi tidak pulang. Saya udah coba cari ke tempat kerjanya tapi gak ketemu. Kalo boleh, saya mau minta alamat dia yang sekarang?" Neni.
"Saya kurang tau jelasnya Bu, yang saya tau, dia sekarang kost di dekat kantor barunya," Teny.
"Kantornya yang di Jalan Cemara, kan?" Neni.
"Iya betul Bu," Teny.
"Kalo gitu, saya permisi dulu ya, Terimakasih sekali atas waktunya, maaf saya datang malam-malam begini," pamit Neni.
Neni segera berlalu dari rumah Teny dan mencari tau tempat tinggal Niki, tetapi karena hari sudah malam ia memutuskan untuk menyuruh orang bayaran untuk mencari tau tempat tinggal Niki.
Esoknya, Neni sudah mendapatkan informasi mengenai tempat tinggal Niki. Dan ia juga mendapatkan kabar jika Sandra tinggal satu rumah bersama dengan Niki. Karena tidak ingin kehilangan jejak, Neni mendatangi rumah kost Niki pagi sekali sebelum jam kantor berlangsung.
Tok...tok...tok...
Terdengar suara orang mengetuk pintu rumah kontrakan Niki, Sandra yang sedang bersiap untuk berangkat kerja melihat ke arah pintu dan melirik ke arah Niki yang sedang menyemir sepatunya.
"Biar aku aja yang buka pintu," kata Niki menyimpan sepatu dan alat semirnya.
Setelah Niki membuka pintu, betapa terkejutnya ia melihat seseorang di balik pintu yang ternyata adalah Neni.
"Ta...Tante..." Niki mengulurkan tangan berniat salam kepada Neni.
Neni menyambut uluran tangannya meski dengan wajah sinis melihat seisi kontrakan Niki.
__ADS_1
"Masuk Tante!" Niki mempersilahkan Neni masuk ke dalam kontrakannya, "Maaf Tante, ruangannya kaya gudang," lanjutnya.
"Saya gak akan basa-basi, kamu pasti yang bawa anak saya, kan?" sinis Neni.
"Maaf Tante, saya gak.bawa anak Tante. Sandra sendiri yang minta saya jemput," Niki membela diri.
Mendengar suara Neni, jantung Sandra berdegup kencang tak beraturan. Dengan langkah ragu dan gemetar, Sandra keluar dari kamar dan menghampiri Neni.
"Ma,Mama .." ujar Sandra.
Melihat Sandra, bukannya menyapanya Neni malah menangis tersedu. Tak menyangka jika anak yang selama ini sangat ia percaya bisa menjaga dirinya ternyata lebih memilih lelaki yang belum jelas asal-usulnya dan rela menentang orangtuanya bahkan melupakan cita-cita yang selama ini sangat ia perjuangkan.
Seketika Sandra menghambur memeluk Neni.
"Maafin Sandra Ma, biarin Sandra milih jalan hidup Sandra sendiri," kata Sandra di iringi dengan isak tangis.
Melihat ibu dan anak yang sedang sendu, mata Niki ikut berkaca-kaca. Neni melepaskan pelukannya, menarik dalam nafasnya dan menghembuskannya.
"Kamu sudah besar, sudah dewasa. Mama hanya bisa berharap kamu mau nurut sama Mama. Tapi jika kenyataannya kamu lebih milih jalan hidup kamu sendiri, Mama bisa apa? Tapi Mama juga harus pastiin bahwa kamu hidup layak, bukan seperti ini," tutur Neni.
"Ma, Sandra udah bilang kan kalo bahagia itu gak bisa diukur dari materi. Mama cukup do'akan Sandra supaya hidup Sandra berkah," ucap Sandra.
"Niki, apa kamu benar-benar serius dengan anak saya?" Neni bertanya pada Niki.
"Iya Tante, saya serius sama Sandra," jawabnya singkat.
"Apa yang bisa kamu janjikan supaya saya bisa percaya bahwa kamu bisa menjaga anak saya dengan sungguh-sungguh?" tanya Neni.
"Saya gak bisa janji apa-apa Tante, tapi saya akan selalu berjuang dan berusaha supaya Sandra bisa hidup layak dan semua kebutuhannya terpenuhi," jawab Niki.
"Apa kamu mau menikahi anak saya?" Neni.
Mendengar pertanyaan itu Niki melirik ke arah Sandra dan Neni bergantian. Ia tak menyangka akan secepat ini orangtuanya membahas tentang pernikahan.
Perasaan bahagia dan haru tercampur menjadi satu. Niki bingung akan jawaban yang harus ia berikan, karena seharusnya dialah yang datang dan meminta Sandra kepada orangtuanya, tetapi kini malah orangtuanya yang datang dan memintanya untuk menikahi Sandra.
__ADS_1
Bersambung 💕