Cintaku Untukmu

Cintaku Untukmu
Penggoda


__ADS_3

Sesosok wanita cantik mengenakan dress pendek berwarna merah, memperlihatkan kulit paha yang mulus tak bernoda. Wajahnya yang cantik mampu menyihir kaum adam dalam sekejab. Warna matanya yang indah menyimpan sejuta taktik. Senyumnya menggoda, tatapannya penuh gairah. Tampilannya yang sexy dihiasi dengan rambut panjang bergelombang berwarna cokelat, membuat para lelaki bersujud padanya. Sepatu high heels berwarna hitam, menyempurnakan penampilannya. Ia adalah Merlyn, sang wanita penggoda. Semua pekerjaannya berhubungan dengan lelaki. Tak ada satu pun pria yang menolak pesona wanita itu. Ia adalah racun para pria.


Kehadiran Merlyn menyapu setiap mata pria yang memandangnya di bandara. Merlyn tersenyum menggoda pada mereka sambil mengedipkan mata. Mereka tak fokus dengan apa yang mereka lakukan. Namun, tak sedikit wanita memasang tatapan membunuh kearah Merlyn. Wanita itu tak peduli. Ia berjalan bak model dengan irama yang seimbang. Langkahnya terhenti, saat ponselnya berdering.


"Halo, sayang." Ujar Merlyn sambil tersenyum.


"Kau dimana?" Tanya seseorang.


"Aku sudah sampai di bandara, sayang."


"Cepatlah, kemari! Aku punya pekerjaan untukmu."


"Kamu jahat. Jadi itu alasanmu menyuruhku untuk datang menemuimu. Aku kira, kamu merindukanku."


"Tenang. Kita masih punya banyak waktu untuk bersenang-senang." Ucap nya sambil menyeringai.


"Kalau begitu, dimana kita bertemu?"


"Di hotel H kamar 502."


"Aku suka tempat itu."


"Aku menunggumu."


"Baiklah, sayang. See you." Merlyn memutuskan panggilannya. Sekitar dua puluh menit, seorang pria datang menghampiri Merlyn. Wanita itu tersenyum padanya. Ia tahu, pria tersebut datang untuk menjemputnya. Pria itu membukakan pintu mobil. Merlyn duduk pada kursi penumpang. Mobil melaju dengan kecepatan standard. Sang supir menelan ludah untuk tak tergoda pada Merlyn. Wanita itu tersenyum, saat supir tersebut tak bisa fokus menyetir karena keberadaannya. Meskipun bukan pertama kali mengantar-jemput Merlyn, namun pria tersebut selalu tertarik akan pesona Merlyn.


"Zen, bisakah kamu mempercepat mobilnya? Aku sangat gerah." Bisik Merlyn. Seakan terhipnotis dengan kata-kata nya, Zen, sang supir mempercepat mobil yang ia kemudi. Ia tak melirik Merlyn sama sekali. Ia hanya fokus dengan apa yang ada didepannya. Merlyn tersenyum. Sesampainya disana, Zen belum tersadar akan ikatan pengaruh dirinya terhadap Merlyn. Tetapi, ketika Merlyn turun, Zen normal kembali. Ia tak tahu apa yang terjadi. Ia terlihat bingung. Namun, Zen ingat, Tuannya pernah mengatakan, jika ada sesuatu yang aneh, ia pergi saja tanpa mempedulikan apapun. Zen pergi dari tempat itu.


*****************************


Merlyn mengetuk pada sebuah pintu kamar hotel bertuliskan 502. Seorang pria menyambutnya dengan senang. Mereka saling berpelukan. Merlyn mencium pria tersebut dengan tatapannya yang menggoda. Ia sangat merindukan sosok itu. Sudah berbulan-bulan keduanya terpisah, dan kali ini Merlyn melepaskan kerinduannya pada sang kekasih. Wajah nya, senyumnya, dan sentuhan nya, Merlyn takkan melupakan itu semua. Keduanya saling melepaskan hasrat mereka. Kemudian, mereka terbaring ditempat yang sama. Merlyn bersandar pada bahu kokoh pria tersebut. Ia menatapnya dengan kesungguhan hati, tatapannya menuju bibir pria itu. Kemudian, ia mendekatkan bibirnya. Keduanya berciuman. Sang kekasih menyudahi ciuman mereka dengan cepat. Merlyn kecewa.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Ujar pria tersebut. Merlyn tak merespon.


"Setelah kamu mendengarkanku, kita bisa main sepuasnya sampai besok," Bisiknya. Ia menyeringai.


"Sungguh?" Merlyn tertarik dengan penawaran kekasihnya. Ia menatapnya dengan semangat.


"Baiklah, aku akan mendengarkanmu, sayang."


"Aku ingin kamu menghancurkan seseorang untukku."


"Wajahmu tampak aneh, apa dia membuatmu marah?" Tanya Merlyn.


"Kamu paling mengerti diriku. Aku tidak ingin kamu membunuhnya, cukup menghancurkannya berkeping-keping sampai dia ingin mati. Saat itu, aku akan membunuhnya dengan caraku sendiri."

__ADS_1


"Kalau kamu berhasil, aku akan memberikanmu bonus tiga malam bersamaku." Bisiknya.


"Penawaran yang menarik, sayang." Ucap Merlyn.


"Tetapi... jika kamu gagal, kamu tidak akan bisa melihatku lagi." Bisiknya.


"Tenang saja. Aku tidak akan mengecewakanmu, sayang."


"Siapa namanya?"


"Jay."


"Jay? Nama yang cukup menarik."


"Aku ingin kamu menghancurkan semua rencana yang ia bangun. Tetapi, kamu harus berhati-hati dengannya. Ia sangat pintar.


"Apa kamu takut jika aku gagal, sayang?"


"Aku tahu kamu tidak pernah gagal. Karena itu, aku menyuruhmu."


"Tenanglah, sayang. Kamu tinggal duduk manis saja, aku akan menghancurkan pria itu berkeping-keping." Tuturnya, tersenyum sinis.


"Jangan lupa bonusku, ya, sayang." Bisik Merlyn.


"Tentu saja." Ujar Jonathan. Ia tak sabar melihat kejatuhan Jay. Sore itu, Mereka menghabiskan waktu bersama hingga keesokan hari.


Jay menatap Anna yang terbaring lemah. Ia memperhatikan wajah Anna yang pucat. Sesosok pria datang menghampiri Jay, ia menoleh.


"Carlos?"


"Kamu terlihat menyedihkan." Ucap Carlos.


"Bagaimana dengan informasi yang kamu dapatkan?"


"Mana dulu yang ingin kamu dengar?"


"Gadis ini dulu. Dia lebih penting dari Jonathan."


"Baiklah. Kebetulan, aku menemukan sesuatu yang aneh."


"Aneh? Apa itu?"


"Aku sudah menyuruh seseorang untuk mengecek kadar dari obat yang ia minum. Namun, obat itu bukan untuk mengobati penderita sakit jantung. Itu hanyalah vitamin."


"Apa kau bilang?"

__ADS_1


"Seorang dokter memberikan obat baru yang lebih efektif pada nya, namun saat aku mencari tahu, kedua obat itu gak ada bedanya.


"Jadi, maksudmu Anna mengkonsumsi obat selama bertahun-tahun bukan untuk mengobati penyakitnya?"


"Sepertinya begitu."


"Hubungi dokter nya sekarang juga!"


"Baiklah."


"Dan juga kamu harus periksa apa Jonathan ada hubungannya dengan ini semua."


"Aku mengerti." Dalam kurun waktu dua jam, Carlos berhasil membawa dr. Steven pada kediaman Jay. dr. Steven kaget saat melihat kondisi Anna. Ia tak menyangka kondisinya seperti itu.


"Aku menemukan obat yang diberikan oleh dokter berbeda. Dan setelah aku selidiki, obat itu bukan untuk mengobati sakit jantung."


"Itu tidak mungkin. Saya memberinya obat yang tepat. Saya adalah dokter. Sebagai dokter yang merawat pasien, tidak mungkin mencelakai pasien saya sendiri." Terang dr. Steven.


"Carlos, kamu menemukan sesuatu?" Bisik Jay. Namun, Carlos menggeleng.


"dr, jelaskan padaku kondisi Anna saat ini dan apa benar jika dia menderita serangan jantung?"


"Ketika saya memeriksanya kembali dan dicocokkan dengan data dari dokter sebelumnya, Anna menderita penyakit jantung bawaan Tricuspid Atresia."


"Tricuspid Atresia merupakan kelainan jantung bawaan dengan kurangnya oksigen dalam darah. Katup trikuspid itu sendiri memiliki peranan penting dalam memompa darah antara paru-paru dan seluruh tubuh. Jika katup trikuspid tidak ada atau belum terbentuk, jantung akan bersikulasi darah menggunakan lubang antara antrium sebagai gantinya. Akan tetapi, lubang itu malah semakin besar dan mengakibatkan cacat septum atrium atau kata lainnya ASD." Ungkap dr. Steven.


"Apa mungkin ada pemicu nya, dok sehingga Anna bisa mengalami tricuspid atresia?"


"Saat didalam kandungan, biasanya sang ibu mengalami rubella, atau sejenis virus lainnya, atau mungkin memiliki gaya hidup yang buruk. Hal itu menyebabkan bayi mengalami tricuspid atresia saat dilahirkan dan itu mengancam nyawa si bayi.


"Lalu apakah dengan operasi, ia berhasil sembuh?"


"Biasanya, jika bayi sudah masuk dalam tahap itu, dokter menyarankan untuk segera mengoperasi nya. Tetapi pasca operasi, ia tetap mengkonsumsi obat agar tidak memperparah kondisi tubuhnya."


"Tetapi bagaimana jika obat yang ia konsumsi selama bertahun-tahun bukan obat untuk penyakitnya?


"Dia akan mengalami gangguan jantung dan tidak bisa dianggap enteng."


"Jadi begitu. Aku mengerti sekarang. Terima kasih, dr. Steven."


"Dan saya harap dr. tidak mengatakan pada siapapun mengenai insiden hari ini." Ujar Jay, sembari memberikan uang pada dr. tersebut. Ia tersenyum lalu mengangguk.


"Carlos, antarkan dr. Steven kembali ke rumahnya!"


"Baiklah." Mereka pergi meninggalkan Jay.

__ADS_1


"Jadi aku mengerti sekarang. Kondisi Anna dimanfaatkan oleh pihak lain. Jika, Anna melakukan operasi ketika masih bayi, lalu ia mengkonsumsi obat-obatan setelah operasi, memungkinkan seseorang menukarkan obat yang asli selama bertahun-tahun. Dan itu menyebabkan Anna mengalami gangguan jantung." Batin Jay.


"Yang menjadi pertanyaan, siapa yang melakukannya? Saat itu, Jonathan masih kecil. Gak masuk akal, jika seorang anak kecil melakukan hal sekeji itu. Mungkinkah, ada orang lain selain Jonathan yang menginginkan keluarga Anna hancur?" Batinnya lagi. Terlalu banyak rahasia yang belum ia tahu. Cepat atau lambat, ia akan segera menemui kebenarannya.


__ADS_2