
Pagi ini Pauline terlihat bersemangat. Jonathan bingung karena ibunya tak bersikap seperti biasanya.
"Mama terlihat senang. Mama habis dapat hadiah, ya?" ujar Jonathan polos.
"Mama hanya senang saja, sayang."
"Senang kenapa?"
"Jonathan ingin pergi jalan-jalan tidak?" tanya Pauline.
"Mau dong, ma! Jonathan mau banget."
"Kalau begitu kita bertiga akan pergi kapan kapan ya?"
"Kok bertiga sih ma? Memang siapa satunya lagi?" tanya Jonathan polos.
"Orang yang sangat spesial."
"Sespesial apa dia, ma?"
"Kamu akan tahu nantinya."
"Tetapi Jonathan penasaran," rengek Jonathan.
"Apa Jonathan pengen punya ayah?"
"Apa Jonathan akan punya ayah baru ya, ma?"
"Bukan yang baru. Tetapi..."
"Ayah Jonathan akan kembali?"
"Nanti kamu akan tahu ya, sayang. Ya sudah, ayo kita berangkat ke Sekolah dulu."
"Baik, ma."
°°°°°°°°°°°☆☆°°°°°°°°°°°
Pauline menunggu di tempat pertama ia dan suaminya bertemu. Gadis itu setia menunggunya.
__ADS_1
Rieyu menjelaskan pada Pauline tentang pekerjaan yang ia sembunyikan selama ini. Pria itu ternyata memiliki pekerjaan sebagai mafia. Lebih tepatnya mafia bayaran.
Sebagai mafia bayaran tak sedikit musuh yang berdatangan. Keluarga jadi taruhannya. Mungkin karena itu, Rieyu memilih untuk meninggalkan keluarganya demi melindungi mereka.
Jalan yang sulit bagi Rieyu untuk meninggalkan mereka. Terlebih lagi, mengharuskannya berhubungan dengan seorang wanita yang merupakan anak boss mafia.
Rieyu hanya ingin mengelabuhi wanita itu dan ayahnya untuk mengambil alih geng mereka. Setelah itu, ia akan meninggalkan mereka, lalu membawa Pauline dan Jonathan ikut bersamanya.
Dari awal, Rieyu tak pernah mencintai wanita itu. Ia hanya mencintai Pauline. Hanya nama itu yang terus mengusik hidupnya.
Rieyu ingin menjadi boss mafia nomor satu yang memegang kendali Jepang. Ia berambisi menciptakan dunia sendiri, melindungi orang-orang yang ia cintai, serta memiliki pengaruh yang kuat di seluruh asia.
Namun, melihat Pauline dan wajah polos Jonathan, ia takut tidak akan bisa mengontrol ambisnya dan itu akan melukai mereka berdua. Jauh sebelum Rieyu berkelana didunia mafia, ia sudah mengenal Pauline.
Gadis itu selalu berpenampilan sederhana, namun tak luput dari pandangan Rieyu. Pria itu telah jatuh cinta pada Pauline dalam waktu yang lama. Bahkan ia tak ingat kapan tepatnya.
Berbeda dengan gadis lainnya yang berpenampilan menor atau hidup glamour, Pauline lebih suka hidup apa adanya, tidak suka ikut-ikutan dengan dunia luar seperti apa. Itulah menjadi daya tarik Pauline yang membuat Rieyu jatuh hati setengah mati padanya.
Kebaikan serta ketulusan Rieyu, membuat Pauline mencintai nya. Mereka saling mencintai. Hingga Rieyu memutuskan untuk tinggal bersama dengan Pauline selama dua tahun sebagai tunangannya.
Ketika Pauline hamil, Rieyu melamarnya dengan cara yang romantis. Kehidupan mereka bak drama korea yang selalu menjadi impian banyak orang. Akan tetapi, kisah romantis mereka terbengkalai ketika Rieyu mengenal dunia mafia.
Pauline tidak pernah tahu pekerjaan Rieyu karena pria itu tak ingin menceritakan jalan pekerjaannya yang kelam. Untuk diakui menjadi mafia dan memiliki bayaran yang tinggi, ia rela membunuh beberapa orang.
Jalan yang sulit Rieyu tempuh ternyata tak pernah sepadan dengan isi hatinya. Hati kecilnya selalu tak menyukai pekerjaan kotor itu. Hanya saja, ia tak punya pilihan lain.
Rieyu bukan berasal dari keluarga kaya, itulah mengharuskannya bekerja keras untuk diakui. Cara yang salah hanya untuk menafkahi keluarganya. Ia tak ingin membuat keluarganya mati kelaparan, walau Pauline tak pernah mempermasalahkan hidup mereka yang susah.
Itulah hidup. Terkadang baik dimata kita tetapi menjadi hal yang buruk bagi orang yang kita cintai. Caranya yang salah tak mendapatkan sesuatu yang indah. Yang ada, hanyalah mimpi buruk yang tak berujung.
Karena itu, Rieyu merubah ambisi besarnya. Ia ingin keluar dari dunia mafia. Ia akan berusaha untuk menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab dengan cara yang benar.
Pria itu sadar kalau caranya salah, menyulitkan anak dan istrinya untuk berada disisinya. Untuk itu, ia berjanji akan mengakhiri pekerjaan kotornya.
Tetapi sebelum itu, ia harus menyelesaikan misi sebelum meninggalkan dunia mafia, yaitu dengan menghancurkan geng wanita yang mau dinikahinya.
Dengan cara itu, tak ada lagi mafia yang akan mengganggunya. Itulah janji terakhir yang diberikan Rieyu pada Pauline. Hingga menempatkan Pauline dalam bahaya.
Ketika Pauline menunggu Rieyu dalam waktu yang lama, pria itu tak hadir bahkan tiga jam telah berlalu. Wanita itu masih percaya akan janji Rieyu padanya. Hingga ia tidak sengaja bertemu dengan dua orang yang membuat hidupnya dalam bahaya.
__ADS_1
"Sayang, apa hidup kita akan begini begini terus? Ingat, kita masih membiayai Anna. Dia butuh biaya operasi besar," ucap Eveline yang saat itu penampilannya tidak terlalu glamour.
"Tenang saja, aku tahu caranya mendapatkan uang yang cepat. Kita tidak perlu bersusah payah dalam bekerja. Dan aku juga tidak usah kesana kemari mencari lamaran," ujar Robert yang saat itu berbadan kurus sekali. Berbeda dengan sekarang yang tubuhnya berisi.
"Bagaimana caranya, sayang?" tanya Eveline.
"Kita akan mengikuti lelang."
"Lelang? Apa dengan mengikuti lelang itu, kita bisa menjadi kaya?"
"Bukan hanya kaya, tetapi tidak ada seorangpun yang akan meremehkan kita."
"Wah, kalau begitu tunggu apalagi? Kita akan mengikuti lelang itu," seru Eveline antusias.
"Maaf, tunggu sebentar, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian. Aku dengar kalian menyebut lelang. Bolehkah aku tahu lelang apa itu?" tanya Pauline secara tiba-tiba.
"Dasar tukang menguping! Kamu ingin..."
"Itu seperti kunci dari peti harta karun," potong Robert menjelaskan.
"Sayang, kenapa kamu memberitahunya?" omel Eveline tak suka.
"Harta karun? Dengan aku memiliki kunci harta karun itu, Rieyu tak perlu memasuki dunia kotor itu lagi. Dan itu bisa membiayai hidup Jonathan hingga ia dewasa nanti sampai ia menikah," batin Pauline. Wanita itu tertarik.
"Apa nona tertarik ikut lelang juga?" tanya Robert.
"Panggil saja saya Pauline. Apa kita bisa pergi bersama?" tanya Pauline sopan.
"Tidak mungkin! Kita..."
"Eveline, sudahlah gak apa-apa."
"Apa maksudmu gak apa-apa? Kalau kita menang, apa kamu mau berbagi dengannya harta karun itu?"
"Maaf, sepertinya kami tidak bisa mengajakmu pergi kesana. Kalau begitu, kami permisi dulu," ucap Robert bersikap sopan. Mereka pergi meninggalkan Pauline.
"Tu..Tunggu! Kalian jangan per.. Eh?" Pauline tak sengaja melihat selembar kertas dan isinya tentang tempat lelang yang ingin ia cari. "Mungkinkah mereka tidak sengaja menjatuhkan ini?" batin Eveline.
Eveline menyimpan itu, tetapi hatinya bimbang karena ia tak memiliki uang yang cukup kalau kunci itu dilelang dengan harga yang mahal. Seketika ia ingat, ia masih memiliki tabungan dan tanah yang diberikan Rieyu. Ia mungkin bisa menjual tanah itu.
__ADS_1
Tindakan Pauline yang tergesa-gesa tanpa ia sadari adalah awal dari kesengsaraan Jonathan. Dan wanita itu tak menyadari hal itu akan berdampak buruk bagi kehidupan Jonathan.