Cintaku Untukmu

Cintaku Untukmu
Kenyataan


__ADS_3

Zion tak menyangka apa yang ia dengar dari Wilson. Henry, Ayah dari Zion yang ia rindukan ternyata bukan pria yang baik. Henry memutuskan pernikahan dengan Jenie, kakak dari ibunya. Jenie depresi karena semua tamu telah hadir pada acara pernikahan mereka. Wanita itu memilih untuk bunuh diri. Pernikahan mereka kacau dengan isak tangis meninggalnya Jenie.


Saat itu, mayat Jenie belum kering, Henry menyatakan perasaannya pada Vivian, ibu dari Zion. Hubungan keduanya ditentang oleh Wilson. Tetapi Vivian keras kepala, ia yakin kalau Henry jatuh cinta padanya. Ia berpikir kalau Henry berpacaran dengan Jenie, untuk menarik perhatian Vivian.


Akhirnya, Wilson menyerah dan membiarkan mereka menikah. Saat Vivian mengandung Zion, Henry berselingkuh dengan wanita lain. Vivian sangat marah dan itu mempengaruhi kondisinya dan janin yang berada didalam perut Vivian. Karena harus memilih untuk menyelamatkan salah satu dari keduanya, Vivian memohon pada dokter, ia harus melahirkan Zion. Tak peduli seberapa jahatnya Henry padanya.


Ketika Zion lahir, nyawa Vivian tak bisa diselamatkan. Wilson marah karena keputusan Vivian. Ia sangat terpukul kehilangan kedua puterinya. Ketika ia mencari keberadaan Henry, pria itu malah bersenang-senang dengan wanita lain. Keterpurukan dan kemarahan Wilson, membuat dirinya tak terkendali. Ia membunuh Henry dengan tangannya sendiri.


Wilson sempat marah akan lahirnya Zion, tetapi bagaimanapun juga Zion adalah cucunya. Karena tak mau terulang kembali, ia menitipkan Zion disebuah Panti Asuhan. Akan tetapi, Wilson bukan sosok Kakek yang menelantarkan cucunya begitu saja. Ia terus memantau perkembangan Zion selama ia tumbuh. Ia tak ingin Zion terluka akan sesuatu. Segala sesuatu yang terjadi pada Zion, Wilson mengetahui segalanya, termasuk hubungannya dengan Anna.


Zion tak menyangka ternyata Wilson merupakan sosok Kakek yang penyayang. Ia menatap Wilson dengan sedih. Wilson tersenyum padanya sambil memeluk Zion.


"Dasar, anak nakal!" Ujar Wilson.


"Aduh, aduh sakiit kakek.." Zion berpura-pura sakit saat keduanya berpelukan.


"Kau ini!" Wilson menekan kedua pipi Zion.


"Kek!"


"Hmm?"


"Aku ingin melihat foto ibuku lagi."


"Kemarilah!" Wilson mengajak Zion ke kamar Wilson. Disanalah, ia menyimpan banyak foto Jenie, Vivian, serta Zion.


"Ini foto ibumu dan fotomu." Wilson tersenyum pada Zion, seraya memberikan album foto.


"Ini.. Wah, Kakek begitu ngefans, ya sama aku." Zion melihat foto-foto nya, dimulai ia masih bayi hingga sekarang.


"Tunggu! Bukankah ini fotoku bersama Anna saat berada di Ax Group?"(Baca Episode: Anna)


"Aku akan menyimpan foto ini." Zion menatap Anna dalam foto tersebut sambil tersenyum.


"Astaga, lihatlah dirimu sekarang! Kamu bahkan lebih peduli foto gadis kecil itu dibandingkan foto ibumu. Ibumu pasti sedih sekarang."


"Entah berapa lama aku tidak melihatnya. Tetapi aku sangat merindukan Anna.


"Kamu begitu mencintainya?"


"Sangat dan tidak akan ada gadis lainnya dihatiku, selain dirinya. Dan Kakek tahu, dia itu gadis pertama yang ingin aku lindungi."


"Kalian, ibu dan anak sama saja. Meskipun aku menentangmu, kamu pasti sama dengan ibumu, tidak akan melepaskan orang yang kalian cintai."


"Itu karena aku anak dari ibuku."


"Dan sayangnya kamu adalah cucuku. Bahkan warna mata kita sama."


"Jadi, Kakek menyesal memiliki cucu sepertiku?"


"Sangat menyesal. Kenapa tidak dari awal aku menunjukkan jati diri padamu?"

__ADS_1


"Dasar, Kakek!"


"Zion!"


"Iya?"


"Aku heran, kenapa kamu memilih gadis lemah itu? Diluar sana, banyak gadis cantik yang kondisinya lebih sehat dari Anna."


"Aku juga tidak tahu kenapa harus dia."


"Apa kamu yakin itu cinta? Bukan perasaan kasihan?"


"Apa maksud Kakek? Kalau aku tak mencintainya, mana mungkin setiap detik aku merindukannya. Ketika dia terluka, aku juga ikut terluka. Ketika dia senang, aku juga bahagia melihat senyumannya. Bagiku, dia seperti nafasku."


"Lalu, kalau Kakek menjodohkanmu dengan Terra, apa kamu akan menolak?"


"Terra? Lah, kenapa dengannya?"


"Kau selalu tersenyum bersamanya. Aku pikir dia bisa membuatmu bahagia."


"Dia itu guruku dan juga temanku. Lagian, dia sudah berkali-kali menjatuhkan harga diriku sebagai seorang Pria. Menurut Kakek, aku mau gadis seperti itu?" Zion memutar kedua bola matanya. Ia tak bisa bayangkan jika dia bersama Terra.


"Aku lebih suka melindungi wanita daripada aku yang dilindungi oleh seorang wanita."


"Hahahahaha..." Wilson tak menyangka, ada salah satu sifat dirinya yang melekat di dalam diri Zion.


"Kamu itu mirip seperti Kakek. Lebih suka melindungi daripada dilindungi."


"Sebesar apapun bahaya itu, asalkan bersamanya, aku tidak akan takut."


"Tetapi orang yang kamu hadapi bukan orang yang mudah. Kamu akan kesulitan melawannya."


"Aku tak peduli siapa dia. Akan lebih bahaya kalau Anna sendiri yang menghadapinya."


"Tetapi, siapa orang itu, Kek?"


"Orang itu tidak bisa dikatakan Manusia. Aku lebih suka mengatakannya Binatang. Dia juga lah orang yang mencoba membunuhmu waktu itu."


"Dia lah Jonathan."


"Jonathan? Bagaimana mungkin? Apa alasannya dia ingin mencelakaiku? Aku tak pernah cari gara-gara dengannya."


"Itu karena kamu merebut Anna darinya."


"Bukankah Jonathan adalah Kakak dari Anna? Tidak mungkin kalau dia cemburu denganku"


"Awalnya, aku juga berpikir begitu, tetapi aku menemukan sesuatu yang aneh."


"Ini berkaitan dengan Jerry. Kematian Jerry bukan karena bunuh diri."


"Hah? Kakek tahu darimana?"

__ADS_1


"Karena kamu sering bersama gadis itu, jadi aku memutuskan untuk mencari tahu segalanya tentang orang-orang disekelilingnya, termasuk proyek yang ditangani oleh Ax Group."


"Dari awal, aku mencurigai ada yang tak beres dari proyek itu. Aku tak menyangka Tuan Robert malah menyetujui proyek tersebut karena nilainya yang fantastis." Ujar Zion.


"Lalu, soal kematian Jerry, mungkinkah ada hubungannya dengan proyek itu?" Tanya Zion.


"Benar. Aku menyelidiki kematiannya, lalu aku menemukan kalau Jerry dibunuh oleh suruhan seseorang. Tak mudah untuk menemukan siapa pelaku dari itu semua."


"Lalu, apa sekarang Kakek masih belum bisa menemukannya?"


"Aku berhasil menemukan siapa orang gila itu. Dia adalah Jonathan."


"Apa? Tidak mungkin. Bukankah Jonathan adalah anak dari pemilik Ax Group? Mana mungkin seorang anak bisa menghancurkan Perusahaan Ayahnya sendiri?"


"Kemungkinan cuman satu, kalau Jonathan bukan anak dari Robert." Ucap Wilson.


"Apa?"


"Ketika aku mencaritahu soal Jonathan, semua informasi tentangnya sengaja ditutupi oleh seseorang. Aku curiga ada seseorang yang berada dibelakang Jonathan."


"Dengan segala hal yang Kakek miliki, Kakek tak bisa melacak informasi itu?"


"Hei, jangan meremehkanku! Bukan berarti aku tak bisa. Aku hanya butuh waktu."


"Bilang saja kalau Kakek tidak mampu."


"Astaga, anak satu ini. Kamu gak percaya sama Kakekmu sendiri? Bocah nakal!" Wilson menarik salah satu telinga Zion.


"Adduuh, Kek, sakit. Kakek begitu jahat." Ucap Zion. Sebenarnya tak sesakit itu, Zion hanya melebih-lebihkan saja.


"Ah, sudahlah." Wilson melepaskan tangannya dari telinga Zion.


"Kalau begitu, aku tak bisa membiarkan Anna berada didekatnya. Aku harus membawanya darisana."


"Jangan khawatir, dia takkan melukai Anna!"


"Tetapi dengan Anna berada didekatnya, Jonathan pasti menjadikannya umpan. Sewaktu-waktu, Jonathan bisa menyakiti Anna. Aku tak bisa membiarkan hal itu terjadi." Ujar Zion. Ia memilih meninggalkan Wilson.


"Hei, kau mau kemana?" Tanya Wilson.


"Menyelamatkannya."


"Dasar, kau bodoh! Kalau memakai caramu, bukan hanya menempatkanmu dalam bahaya, tetapi aku yakin Anna juga tersiksa."


"Lalu apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus melihat Anna tak berdaya? atau membiarkan Anna mati? Kek, aku..."


"Aku mengerti. Daripada melakukan rencanamu yang bodoh, lebih baik pakai caraku saja."


"Apa Kakek punya rencana?"


"Ada satu cara." Wilson tersenyum. Dengan rencana ini juga, ia yakin Zion akan memperkuat posisinya.

__ADS_1


__ADS_2