Cintaku Untukmu

Cintaku Untukmu
Pesta


__ADS_3

Pesta penyambutan yang digelar mewah oleh Wilson, mengundang hampir seluruh pebisnis dari dalam kota maupun luar kota. Pesta tersebut untuk menyambut Zion, sebagai cucu dari Wilson.


"Para undangan tamu yang saya hormati. Saya, Wilson sebagai tuan Rumah mengucapkan terima kasih atas kehadiran kalian. Pesta ulang tahun CiC sudah lewat beberapa bulan yang lalu. Untuk itu, saya mengadakan pesta ini untuk merayakan kehadiran cucuku yang telah lama menghilang. Dialah satu-satunya pewaris yang saya miliki, Zion." Wilson tersenyum melihat penampilan Zion yang memukau. Ia mempersilahkan Zion untuk memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama saya adalah Zion. Mungkin dari kalian tidak akan percaya kalau saya adalah cucu dari Perusahaan CiC. Saya juga baru-baru ini mengetahuinya. Untuk itu kedepannya, mohon bimbingan dari kalian semua. Untuk mengawali pesta ini, mari kita bersulang bersama." Zion mengangkat gelas yang telah terisi anggur, diikuti oleh para tamu undangan. Mereka tampak menikmati Pesta tersebut. Tak sedikit dari para wanita yang memuji pesona yang dimiliki oleh Zion. Mereka tak berhenti menatap wajah tampannya. Sementara itu, Robert dan Eveline, pasangan pemilik Ax Group sempat kaget karena Zion yang bekerja dibawah bimbingan Ax Group, tak lain adalah cucu dari pemilik Perusahaan CiC.


"Hai, perkenalkan nama saya Cindy. Saya tak menyangka kalau pewaris CiC sangat berkarisma. Bagaimana kalau kita berdansa?" Ajak Cindy. Ia tertarik pada Zion saat melihatnya.


"Maaf, tetapi saya tak ada waktu untuk berdansa denganmu." Tolak Zion, seraya ia meninggalkan Cindy. Cindy tampak kecewa melihat Zion yang langsung pergi meninggalkannya.


"Wah, dasar anak nakal! Kamu langsung menolaknya. Kamu tidak tahu siapa dia?" Bisik Wilson, ia tak sengaja melihat Zion menolak Cindy.


"Aku tidak peduli dia itu siapa." Ucapnya santai.


"Tuan Wilson!" Sapa Robert, pemilik Ax Group. Sikap Robert yang sopan menginginkan dukungan terhadap Perusahaannya. Ia tahu Ax Group tidak bisa bersanding dengan CiC. CiC merupakan Perusahaan yang besar, melebihi dari Ax Group. CiC sendiri bergerak dalam berbagai bidang.


"Saya kira siapa. Ternyata, Tuan Robert. Terima kasih telah datang pada Pesta ini." Wilson dan Robert bersalaman. Wilson menyadari kalau Robert bukan pria yang baik. Dia adalah pria yang haus akan uang dan kedudukan.


"Anda terlalu sopan untuk orang seperti saya. Saya sangat mengagumi Anda daridulu. Saya harap tak ada kendala diantara kedua Perusahaan, jika terus bekerjasama." Ujar Robert.


"Dan perkenalkan, dia adalah istri saya. Namanya adalah Eveline."


"Saya Eveline, Tuan Robert." Eveline bersalaman dengan Wilson. Eveline tersenyum padanya. Ia memperhatikan wajah Wilson. "Benar benar seorang Miliader." Batin Eveline. Perlahan, ia menatap Zion. Ia memperhatikan cukup lama wajah Zion. "Aku tak menyangka anak tak jelas asal-usulnya ini, ternyata cucu dari Wilson." Bisik Eveline lagi. Tetapi, Zion menyadari tatapan Eveline. Ia tersenyum lebar padanya.


"Nyonya Eveline, bagaimana dengan kabar anda?" Tanya Zion. Eveline tampak gugup dibandingkan sebelumnya dia bertemu dengan Zion.


"Saya baik. Lalu bagaimana denganmu?"


"Saya juga cukup baik."


"Tuan Zion, saya hampir tak mengenali Anda dengan baik." Tukas Robert, bahasanya lebih formal saat berbicara pada Zion, dibandingkan sebelumnya. Ia mendekati Zion. Zion mengerti apa arti sikap dari pria itu.


"Saya sempat kehilangan seorang asisten manager seperti Anda. Tak disangka, setelah bertemu dengan Anda kembali, Anda memperkenalkan diri sebagai cucu dari Tuan Wilson. Saya sangat terkejut."


"Terima kasih atas perhatian Tuan Robert. Saya juga tak mengira bisa bertemu disini dengan Anda. Saya pikir lagi, saya belum melihat nona Anna. Dimana dia saat ini?"


"Dia sedang terbaring lemah di kamarnya. Saya tak tega menyuruhnya untuk datang kemari." Elaknya. Zion mengepalkan tangan, melihat tak ada rasa kekhawatiran pada wajah Robert.


"Itu yang membuat saya bingung. Puteri anda terbaring lemah, tetapi, kenapa Anda terlihat santai seolah-olah Anda tak peduli dengan anak sendiri." Ucapan Zion seolah-olah disambar petir pada siang bolong. Robert tak bisa berkutik.


"Saya jadi tak senang melihat seorang Ayah bersikap seperti ini pada anak kandungnya sendiri." Zion menatap tajam kearah Robert.

__ADS_1


"Saya bisa mengantarkan Anda kesana kalau ingin bertemu dengan Anna." Ucap Eveline, ia memotong percakapan Robert dan Zion sambil memberi kode pada Robert.


"Benar, istri saya akan mengantarkan Anda." Robert tersenyum.


"Tidak perlu. Saya akan melakukannya sendiri."


"Kalau begitu, saya akan mengatakan pada Asisten Rumah Tangga saya." Eveline menelepon Mira. Ia menyuruh Mira untuk memperlakukan Zion dengan baik, saat Zion datang ke Kediamannya.


"Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Zion pada Robert dan Eveline.


"Semoga sukses, nak." Bisik Wilson sambil menepuk pundak Zion, saat Zion pergi melewatinya. Zion menjawab dengan senyuman.


*******************************


Jay tampak gusar. Ia terus berpikir jadwal dokter jantung yang menangani Anna terus berubah. Sementara itu, Carlos datang secara tiba-tiba. Ia membuka pintu kamar Jay. Jay menghela nafas saat melihat Carlos.


"Carlos, kau menyusup lagi?"


"Aku lebih suka menyusup."


"Sudahlah, berita apa yang ingin kau bawa?"


"Aku sudah menemukan Zion."


"Tetapi kehadirannya kali ini, kamu pasti terkejut."


"Apa maksudmu?"


"Ternyata dia adalah cucu dari pemilik Perusahaan CiC."


"Apa kau bilang? Itu tak mungkin."


"Seharusnya, kamu kecewa tidak diundang pada pesta penyambutan CiC."


"Astaga, apa aku pria yang begitu menyedihkan? Apa mungkin ini semua karena skandal ku bersama Merlyn?"


"Sepertinya, karismamu mulai berkurang semenjak itu." Carlos menyeringai.


"Kau mengejekku?" Karena kesal dengan harga dirinya, ia memutuskan untuk pergi ke Pesta tersebut. Carlos menatapnya dengan senyuman.


Sesampainya disana, Jay melihat para tamu undangan yang telah hadir. Kehadiran Jay mewarnai Pesta tersebut, tak sedikit orang melihat kearahnya. Banyak diantara mereka berbisik-bisik. Jay memahami arah pembicaraan mereka. Tetapi, Jay tak peduli. Ia terus berkeliling untuk mencari sosok Zion. Ia hanya ingin tahu tentang keberadaan pria tersebut.

__ADS_1


"Kamu terlihat sibuk. Apa yang kau cari?" Tanya Wilson. Jay tak menyadari kalau pria itu adalah Wilson.


"Saya..."


"Tuan Jay!" Sapa Robert, secara tak sadar memotong keduanya.


"Tuan Robert. Saya tak menyangka bisa bertemu dengan Anda disini."


"Daritadi saya tak melihatmu. Saya berpikir, kau tak diundang."


"Tidak mungkin saya tidak diundang. Saya hanya datang sedikit terlambat." Elak Jay. Ia tak ingin mengakuinya.


"Saya mendengar tentang skandalmu bersama wanita lain. Apa itu benar?" Tanya Eveline.


"Itu tidak benar. Ada seseorang yang menjebak saya. Dia ingin karir saya hancur."


"Saya sudah menduga dari awal, hal itu tidak mungkin terjadi. Saya selalu mempercayaimu." Ucap Robert. Sementara itu, Wilson tersenyum dalam diam. Ia cukup menjadi penonton yang baik. Sedangkan, Eveline menatap keduanya secara bergantian.


"Jay dan Zion, mereka adalah orang-orang yang berpengaruh, siapakah diantara mereka yang bisa kupilih untuk bersama dengan Puteriku? Aku harus cepat menentukan." Batin Eveline.


"Sebenarnya, saya ingin mencari keberadaan Zion. Tetapi saya tidak melihatnya daritadi." Ucap Jay.


"Waktumu tidak pas." Sahut Wilson.


"Anda siapa?" Tanya Jay.


"Katamu, aku mengundangmu, tetapi kenapa kamu tidak mengenalku?" Ucap Wilson. Jay memutar otaknya, ia berpikir kalau pria didepannya itu pemilik CiC.


"Tuan Wilson! Maaf, saya hampir tak bisa mengenali Anda. Anda terlihat berbeda hari ini." Jay berdalih.


"Hahahaha... Aku tak menyangka, kau sangat pintar."


"Tetapi, aku tak pernah ingat mengundangmu kemari."


"Pasti Anda melupakannya. Bukankah, semakin lama umur akan berkurang, dan pikiran lambat laun akan menurun?"


"Hahahaha... Aku tak menyangka, Cucu ku memiliki teman yang menarik."


"Tetapi, sayangnya, cucuku tidak ada disini."


"Dimana dia?"

__ADS_1


"Ditempat pujaan hatinya. Pasti sekarang mereka bersenang-senang." Bisik Wilson. Jay mengepalkan kedua tangannya.


"Zion! Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja." Batin Jay. Wilson tertawa dalam hati. Jay melangkahkan kakinya untuk pergi ke tempat Anna.


__ADS_2