Cintaku Untukmu

Cintaku Untukmu
Bersama


__ADS_3

Zion memeluk Anna dari samping. Sesekali, ia mencium pipi Anna dan itu berhasil membuatnya tak bisa berkutik. Zion tertawa ringan. Saat ini, Zion memiliki hobi yang lain, yaitu: menggoda Anna. Anna dan Zion duduk disebuah Sofa, sebuah tontonan drama korea meramaikan suasana keduanya, namun Anna tak bisa fokus dengan apa yang ia lihat. Begitu pula dengan Zion. Zion tak peduli dengan drama korea yang sebagus apa di Youtube, ia memandang wajah Anna. Ia melihat pipi Anna yang berkali-kali merah, membuat Zion tak perlu minum obat. Sekarang, ia merasa dirinya jauh lebih baik. Sesekali, Anna tak lupa untuk memeriksa keadaan Zion. Demam nya turun. Zion terlihat sehat.


"Sayang..." Zion memanggilnya dengan lembut. Anna masih agak sulit mencerna panggilan tersebut, ia diam membisu.


"Sayang..." Panggil Zion lagi.. Ia sedang menggoda Anna.


"Sayang... Sayang... Sayang... Sayang..."


"Apaan sih? Geli tahu." Anna mengusap telinga kanan nya yang terasa gatal.


"Hahaha..." Zion tertawa lepas. Anna semakin kesal melihat tingkah laku Zion yang selalu menggodanya.


"Ah, jadi kamu sengaja menggoda ku ya?" Anna tersenyum sinis, ia menarik Zion, dan mendekatkan bibirnya. Semakin lama, semakin dekat.


"Ah, aku lupa aku belum menggosok gigi." Ucap Anna sambil tertawa. Ia tertawa puas. Zion semakin gemas dengannya. Candaan Anna berhasil membuat jantung Zion berdetak kencang.


"Aaaw..." Zion menjerit kesakitan. Ia pura-pura sakit untuk mengelabuhi Anna.


"Ada apa? Kamu sakit? Mana yang sakit?" Anna melihatnya dengan cemas. Zion merintih kesakitan pada punggungnya. Anna mengusap bagian punggung Zion agar tidak terasa sakit.


"Zion! Jangan bercanda! Zion!" Panggil Anna. Zion pura-pura pingsan. Ia ingin tertawa, namun tertahan dalam hatinya.


"Aduh, gimana nih? Apa yang harus aku lakukan?" Anna panik. Wajah Anna semakin dekat dengan wajah Zion. Lalu, Zion mengetuk hidung Anna dengan lembut. Kedua mata Zion terbuka. Ia tertawa sesaat.


"Oh, jadi kamu membohongiku? Kau tahu bagaimana aku mencemaskanmu? Dan sekarang... kau malah..." Anna frustasi. Ia membuang mukanya. Kemudian, ia berdiri dengan wajah kesal.


"Mau kemana?" Zion menarik Anna dalam dekapannya.


"Aku mau pulang. Kamu jahat." Dia masih terlihat marah.


"Aku bercanda. Kamu, sih membuatku gemas dengan kelakuanmu." Zion mengusap rambut Anna.

__ADS_1


"Kamu mengusap rambut yang belum keramas." Canda Anna. Zion melepaskan pelukannya. Anna tertawa. Kali ini, ia menang. Ia berhasil. Sebelumnya, Anna pura-pura marah pada Zion. Sebenarnya, Anna tak semarah itu. Mana mungkin ia bisa marah pada pria yang membuatnya jatuh cinta. Zion menghela nafas. Karena rasa cintanya pada Anna yang mendalam, ia memilih untuk menyerah.


"Baiklah. Kau tidak tidur? Ini sudah terlalu malam."


"Aku tidak bisa tidur." Ucap Anna polos. Sudut bibir Zion naik.


"Mau bisa tidur?"


"Gimana caranya?"


"Ikutlah denganku!"


"Baiklah." Anna mendadak jadi penurut. Zion membuka pintu kamarnya dan menyuruh Anna masuk.


"Hah? Mau ngapain?"


"Tu..Tunggu dulu! Aku masih belum siap." Anna melihat Zion yang semakin dekat kearahnya. Anna menutup mata seolah ketakutan. Namun, ia merasakan pelukan hangat dari Zion.


"Hah? Oh...maaf." Anna membuka mata. Ia merasa malu.


"Jangan khawatir, aku tidak akan menyentuhmu, bodoh!" Zion menyentil hidung Anna.


"Seorang pria sejati tidak akan berbuat sesuatu yang merugikan wanitanya. Dan... seorang pria sejati selalu menghormati apapun yang dimiliki oleh sang wanita." Zion tersenyum tulus. Ia tidak ada niatan untuk mengambil kehormatan Anna, karena ia mencintai Anna bukan karena pesona atau fisiknya. Ia mencintainya dari dalam hati yang tulus. Tanpa pamrih, tanpa ingin timbal balik. Itu lah cinta.


Zion membawa Anna kedalam pelukannya yang hangat. Mereka tak melakukan apa-apa, hanya sebuah pelukan dan berbaring bersebelahan. Mata Anna semakin lama, semakin berat. Biasanya, ia tak mudah tidur dengan cepat. Ia harus mencari hiburan tertentu agar bisa tertidur. Namun, pelukan hangat Zion, mampu membuatnya tenang dan sangat nyaman. Zion tersenyum melihat Anna terlelap dalam tidurnya. Ia mencium kening Anna sambil tersenyum. Jantungnya kembali berdetak, ia juga merasakan jantung milik Anna yang gerakannya sama seperti miliknya.


Zion melihat kedua mata Anna yang indah. Hidung Anna yang mancung, dan bibir Anna yang selalu menggodanya. Ia tersenyum. Pandangannya kembali pada kulit wajah mulus Anna. Ia menyentuh wajah Anna yang halus. Zion tak menyangka, jika Anna adalah wanitanya. Dia berharap ini semua mimpi. Jika ini mimpi, Zion tak ingin bangun dari mimpi indahnya. Ia tersenyum kembali. Kali ini, Zion menutup mata. Mata itu terasa berat. Dia berharap hari indah datang mengitari mereka besok.


**********************************


Anna menggeliat, ia merasakan tubuhnya bugar. Semalam, ia terlelap dalam dunia tidurnya. Anna tersenyum. Namun, ia mencari keberadaan Zion yang menghilang dari sisinya. Ia keluar dari kamar tersebut, dan menemukan Zion berpakaian rapi sambil menyiapkan sarapan. Anna tersenyum melihatnya. 'Calon suami idamanku'. Batin Anna.

__ADS_1


Setelah itu, Anna mengambil ponsel dan mengambil gambar Zion. Zion tak menyadari kedatangan Anna, ia terlalu sibuk dengan apa yang ia lakukan. Ia mengiris bawang bombay dengan lihai. Anna bergegas ke arah Zion.


"Sini, biar aku saja." Anna memegang bawang putih yang belum Zion sentuh. Zion tersenyum, saat melihat Anna datang. Anna memegang pisau dan mengiris bawang putih dengan ukuran yang tebal.


"Kok begitu caranya? Bukan begitu, sayang."


"Sini, aku akan mengajarkanmu dengan benar. Zion berada dibelakang Anna, seolah-olah Zion sedang memeluknya. Ia memegang tangan Anna sambil memegang pisau. Tangan Zion mengarahkan tangan Anna, lalu mengiris bawang putih dan bahan-bahan lainnya dengan cekatan. Anna kagum pada keahlian Zion. Karena Anna tidak mau dianggap tidak bisa apa-apa, ia mencoba mengaduk-aduk nasi goreng. Zion membantunya. Zion tak ingin melihat Anna kelelahan.


"Nah, akhirnya selesai nasi goreng nya!" Seru Zion. Ia tersenyum, lalu mencium pipi Anna.


"Terima kasih, sayang." Ujar Zion.


"Aku yang harusnya bilang begitu."


"Tidak. Aku yang lebih beruntung. Aku ingin selalu seperti ini, sehingga tidak ada lagi yang perlu ku khawatirkan." Terang Zion. Ia memeluk Anna dan mencium keningnya.


"Oh ya, kenapa kamu terlihat santai? Tidak pergi ke Kantor?"


"Aku sudah ijin datang terlambat." Terang Zion santai. Ia memberikan sepiring nasi goreng pada Anna.


"Dasar, ya, anak nakal!" Anna mencubit lengan Zion.


"Setelah makan, bersiaplah! Aku akan mengantarmu pulang."


"Baik, pacarku." Ucap Anna tersipu malu. Anna makan dengan lahap. Nasi goreng buatan Zion membuatnya ketagihan. Setelah usai, Zion mengantar Anna pulang.


"Tunggu!" Zion menarik Anna kedalam dekapannya, sebelum kaki Anna turun dari mobil."


"Aku mencintaimu dan selalu mencintaimu." Zion tulus mengatakannya. Anna menatapnya lekat. Ia kelihatan bahagia.


"Besok, mari kita berkencan! Dan saat itu, aku akan menembakmu lagi dengan cara yang romantis." Ujar Zion. Ia mengusap rambut Anna. Senyuman Anna tersungging dibibirnya. Mereka tak sabar menanti hari esok.

__ADS_1


************************************


__ADS_2