
Tatapan Marinka tajam, ia memutar otaknya untuk mengelabuhi mereka. Namun, hal sia-sia ia lakukan. Terra telah hafal segala tipu daya untuk setiap orang yang ingin melarikan diri.
"Cepat katakan, dimana Zeus!" tanya Darion dengan sorotan mata tajam.
"Zeus? Apa dia sudah bergerak, ya? Itu artinya... orang itu sudah muncul," batin Marinka.
"Hei, apa kamu tidak dengar?! Katakan dimana dia!" seru Terra.
"Jadi, kalian menangkapku karena ini?"
"Tidak usah basa-basi. Katakan dimana dia!" Darion mulai jengkel.
"Kenapa malah tanya aku? Memangnya aku kekasihnya Zeus? Adiknya? Kakaknya? Atau sepupunya?"
"Kau ini, yaa..." Alis Terra berkerut. Ia juga ikutan kesal.
"Kau masih tidak ingin mengatakannya, ya?" Darion mengambil pistol dari balik pakaiannya. Ia mengarahkan pistol tersebut ke dada Marinka.
"Aku ini tidak tahu apa-apa. Bahkan aku bertemu dengan Zeus sekitar dua tahun yang lalu. Setelah itu, kami tidak pernah bertemu. Kami juga tidak akrab."
"Mau coba berbohong, ya.. Kamu pikir bisa keluar darisini," celetuk Terra.
"Astaga, kalian ini ya gak percayaan. Aku tidak berbohong. Kalian bisa mengeceknya kalau tidak percaya," ujar Marinka sambil memutar kedua mata nya.
"Sepertinya dia tidak berbohong," bisik Terra pada Darion.
"Tetapi Marinka licik. Kamu tidak tahu dia siapa."
"Tetapi aku yakin, kali ini dia tidak berbohong. Aku bisa melihat sorotan mata nya," bisik Terra.
"Baiklah kalau kamu begitu. Kita akan mencari cara lain untuk menemukan Zeus."
"Apa kamu sudah menemukan rencana lain?"
"Entahlah. Aku tidak yakin. Aku kira hanya dia satu-satunya yang tahu dimana Zeus."
"Biarkan aku menanyakannya lagi,"
"Baiklah."
"Hei, apa kau sungguh tak ingat sedikit pun tentang Zeus? Satu jejak pun?" tanya Terra pada Marinka.
"Astaga, berapa kali harus kubilang. Kalau aku sungguh tidak tahu apa-apa. Aku hanya bertemu dengannya di Jepang dua tahun yang lalu. Itupun karena bos menyuruhku untuk menemaninya bertemu dengan Zeus. Selebihnya, aku tak tahu apapun," terang Marinka.
"Lalu, apa kau tahu kalau dia membuat racun?" tanya Darion.
"Racun? Racun apa? Aku gak tahu," ucap Marinka.
"Dia berbohong," celetuk Terra dengan nada pelan.
"Mulutmu mau ku tembak ya, biar gak berbohong?" ujar Darion dengan sedikit membentak.
"Siapa sih perempuan itu? Dia tahu aku berbohong atau tidak," keluh Marinka didalam hatinya.
"Jawab atau aku akan..."
"Setahuku dia memiliki racun-racun yang ia buat sendiri. Tapi aku tidak tahu jenis dari setiap racun yang ia buat."
__ADS_1
"Dia berkata jujur," bisik Terra.
"Lalu, kamu tidak tahu tempat yang biasanya Zeus datangi bersama Jonathan?" tanya Darion.
"Mana kutahu. Aku kan bilang, aku hanya menemuinya di Jepang. Selain itu, aku tidak pernah bertemu dengannya di negara ini."
"Percuma. Kita tidak akan mendapatkan informasi apapun darinya," bisik Terra.
Darion tampak kesal. Sia-sia ia menangkap Marinka. Toh, Marinka tidak terlalu mengenal Zeus. Lalu siapakah yang bisa memecahkan misteri itu?
Pikiran Terra sama kacaunya dengan Darion. Mereka tak tahu apa yang harus mereka lakukan. Sementara itu, Jay menyuruh Chris untuk menyelidiki lebih lanjut soal Zeus.
Chris yang bekerja sama dengan rekan hackernya, menemukan sejumlah nama Zeus. Akan tetapi, Zeus di data itu bukanlah pria yang mereka cari. Mereka menemukan jalan buntu. Ternyata, informasi Zeus dilindungi oleh Rieyu.
Lalu, siapakah yang bisa membantu mereka untuk menemukan Zeus? Akankah Anna akan mati tanpa penawar dari Zeus?
°°°°°°°°°°°☆☆°°°°°°°°°°°
Chris berkacak pinggang. Ia sudah cukup lelah bersama rekannya menyelidiki nama Zeus. Carlos menawarkan bantuannya. Pria itu lebih suka bekerja langsung tanpa harus menggunakan metode hacker.
Carlos memikirkan nama Zeus, entah kenapa nama itu selalu tak asing baginya. Ketika mengingat nama itu, ia memikirkan sesuatu secara tiba-tiba.
Carlos mengendarai sepeda motor agar jarak yang dilaluinya mudah ia lewati. Sosok wanita tersenyum berjalan dengan hati-hati. Wanita itu tak menyadari kedatangan Carlos. Ketika Carlos mendekati nya, ia baru menyadarinya.
"Eh, Carlos?"
"Kamu mau kemana?" tanya Carlos khawatir.
"Aku hanya ingin jalan jalan. Rasanya sangat bosan."
"Kenapa tidak hubungi aku?"
"Dasar, ya kamu ini! Aku gak merasa direpotin ama kamu. Aku malah ingin menjagamu."
"Kata-katamu membuatku terharu," ucapnya sambil tertawa.
"Gimana? Apa perutmu kram?"
"Sama sekali tidak. Oh iya, ada apa kemari? Tidak mungkin kan kamu kangen aku."
"Kalau iya memangnya kenapa?" ujar Carlos santai. Pria itu membungkuk, seraya mengelus perut wanita tersebut.
"Mana mungkin aku percaya."
"Dia lagi nendang," ucap Carlos antusias.
"Mangkanya cari saja sana wanita yang ingin kamu nikahi. Biar kamu bisa mengelus perut nya sesuka hatimu. Dan jauhkan tanganmu dari perutmu," ucap nya sembari bergurau.
"Dasar pelit! Masa mengelus perutmu aja gak boleh."
"Kan kamu bukan suamiku."
"Memangnya harus suami yang boleh?"
"Tentu saja."
"Huh?! Dasar pelit!"
__ADS_1
"Udah katakan, apa yang ingin kamu bicarakan? Aku tahu ada sesuatu yang ingin kamu katakan ke aku."
"Kamu tahu Zeus, kan?"
"Zeus orang jepang itu?"
"Iya. Kamu masih ingat dia?"
"Mana mungkin lupa. Dia pria kedua yang berhasil menghindar dari hipnotisku."
"Dia ada di negara ini."
"Hah? Kamu yakin?"
"Iya. Kali ini dia meracuni Anna."
"Oh, tidak! Racun itu hanya dia yang punya penawarnya."
"Mereka sudah berusaha mencari persembunyian Zeus, tapi hingga saat ini sulit sekali melacaknya."
"Zeus orang yang licik. Terlebih lagi, dia adalah tangan kanan orang itu. Jelas saja, dia bisa mengelabuhi kalian dengan mudah."
"Itu dia masalahnya. Kenapa Zeus bisa ada disini? Ini yang membuat masalah jadi runyam."
"Jangan khawatir! Aku tahu kelemahan Zeus."
"Apa? Darimana kamu tahu? Bukankah kamu bilang kalau dia gak mempan dengan hipnotismu?"
"Memang. Tetapi aku tahu satu-satunya cara agar bisa memancingnya."
"Sepertinya kamu tahu banyak tentang Zeus."
"Aku sudah lama mencari tahu tentangnya. Bahkan membuntutinya secara diam-diam."
"Ah, jadi kamu penguntitnya dia, ya?"
"Aku ini bukan penguntit. Waktu itu aku mencari tahu tentangnya tetapi tidak menemukan apapun. Jadi, aku berinisiatif untuk mengikutinya. Dan ternyata aku menemukan sesuatu."
"Apa itu?"
"Bawa aku menemui Zion dan lainnya. Aku akan menjelaskan pada mereka."
"Baiklah."
"Dan aku juga ingin mengetahui jenis racun apa yang dipakai Zeus pada Anna."
"Baiklah. Tetapi, aku tidak bisa membawamu kesana naik motor."
"Kenapa?"
"Cukup bahaya untuk calon anakmu. Aku tidak mau sesuatu buruk terjadi. Aku akan memesankan taxy untuk kita berdua."
"Bukankah naik motor lebih cepat? Kamu tidak tahu racun apa yang digunakan oleh Zeus. Karena dari racun yang ia buat, ada jenis racun yang mematikan. Kalau tidak cepat, nyawa Anna taruhannya."
"Tetapi Merlyn..."
"Aku tidak apa-apa. Aku tahu anak ini akan kuat. Ini juga keinginan dari bayi ini. Dia tidak mau aku duduk diam saja."
__ADS_1
"Kamu memang keras kepala sekali. Aku tidak bisa membayangkan kalau anak itu lahir. Sifat keras kepalamu pasti akan diturunkan ke dia," celetuk Carlos. Merlyn tertawa ringan.