Dendam Dalam Pernikahan Kontrak

Dendam Dalam Pernikahan Kontrak
Alasan~


__ADS_3

...***...


Devan hanya menatap sinis Liz. Bahkan dengan kemarahan yang mewarnainya. "Tidak ingin mengakui kesalahan mu dan minta maaf?"


Lah? Aku buat salah apa sama dia? Kan emang bener belum dua jam. Udah lah, ngalah aja, suasana hatinya lagi buruk mungkin. Kali ini dia beneran marah, serius ga main-main lagi.


"Baiklah aku bersalah karna tidak membangunkan mu lebih awal, aku janji bakal bangunin lebih awal lain kali."


Mendadak Devan langsung mencengkram dagu Liz kuat. Terlihat mata penuh kemarahan di sana, wajahnya benar-benar sangat menakutkan, bahkan sedikit membuat Liz begidik ngeri.


Duh duh duh, ini sakit banget, apa rahang aku patah ya? Gila ini sakit banget, sumpah ini sakit banget. Dia kenapa sih? Kesetanan? Baru bangun tidur marah-marah, kesurupan apa? Dia nyinggung penunggu  rumah?


Devan melepasnya saat dia sadar sudah berlebihan, dan itu sangat sakit. Liz bahkan tidak menangis, dia ini terbuat dari apa? Apa hati orang yang penuh dendam jadi fisiknya kuat.


Devan menatap Liz,  dia memegangi wajah Liz. "Apa? Apa sakit sekali? Kita perlu ke dokter?"


Liz menggeleng sembari menampilkan senyumannya meski agak sakit memang untuk tersenyum saat ini. " Aku baik-baik saja, untungya suami ku ini melepasnya dengan cepat."


Devan menatap Liz serius. "Jangan berakting di depan ku, aku membayar mu untuk berakting di depan semua orang, bukan di depan ku."


"Aww apa ini? Tuan muda sangat perhatian sekali, apa sudah mulai jatuh cinta pada ku?" Tanya Liz dengan mata berbinar.


Mendadak Devan tersentak halus.


Dia baik-baik saja, sia-sia aku mengkhawatirkannya, sepertinya aku yang terlalu berlebihan. Mana mungkin cekraman ku...

__ADS_1


"Jika kau bisa berkata begitu, aku yakin kau baik-baik saja."


"Kan sudah aku bilang aku baik-baik saja. Lagipula di banding itu, kenapa tuan muda mendadak menyakiti ku? Apa aku ada salah? Apa anda kesurupan, perlu manggil orang pintar ga?"


Devan langsung menatap gadis itu dingin. "Jangan bercanda, ini semua salah mu.  Kenapa kau melihat foto-foto pria saat sedang tidur bersama ku?" Devan menunjukkan foto di HP Liz.


Liz menggigit ujung lidahnya pelan. "Em itu anu..., anu..."


"Hemm," Devan menaikkan sebelah alisnya, menunggu jawaban itu. Sedangkan Liz hanya menampilkan cengiran manisnya.


Liz menunduk, "Berhubung mantan anda sudah datang kembali dalam hidup tuan. Aku rasa sebentar lagi tuan muda akan mencampakkan aku. Aku tau tuan akan membuang ku suatu saat nanti, karna sudah tidak di butuhkan, seperti payung bukan? Yang aku salah perkirakan adalah, aku tidak menyangka akan di buang secepat ini. Dan karna aku sudah terbiasa dengan hidup mewah, dan job syuting belum ada, jadi untuk jaga-jaga aku mencari pengganti tuan." Liz mendongak, dia menatap Devan yang saat ini sangat dekat dengannya, bahkan deruan nafas Devan, Liz bisa mendengarnya.


"Apa aku bilang aku akan membuang mu dalam waktu dekat?" Suara Devan dingin, auranya kelam, tatapannya begitu menusuk.


"Enggak sih, cuma kan buat jaga-jaga doang." Suara Liz memelan, dia menunduk takut. Takut? Itu hanya akting oke?


Cih, aku tidak peduli, dan aku sama sekali tidak takut dengan mu. Apakah lucu saat aku harus takut dengan mangsa ku sendiri? Haha jangan bercanda. Aku sudah mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan khusus untuk hari-hari yang akan aku habiskan dengan mu.


Devan mengepalkan tangannya erat, matanya semakin menusuk menatap Liz. "Katakan, sudah berapa banyak pria yang menjadi korban mu? Pria yang kau nikahi hanya untuk uang?"


Liz tampak berfikir sebentar. "Kalo di ingat-ingat sih, nikah karna uang ya baru tuan muda yang pertama. Kan tuan tau kalo aku artis, sebelumnya tidak kekurangan uang sampai aku di jebak, dan berhutang deh. Jadi nikah karna uang, terus setelah di rasakan, ternyata nyaman juga punya suami kaya raya, uang tinggal minta, ya walau cuma jadi istri simpanan sih, Aku terbiasa hidup mewah dengan mu, terbiasa belanja tanpa pandang harga, susah nantinya, jadi untuk jaga-jaga aku berniat mencari ma--"


"Diam, aku tidak berniat membuang mu dalam waktu dekat. Jadi berhentilah mencari hal-hal yang tidak berguna. Aku masih akan menafkahi kebutuhan boros mu." Devan melihat ponsel itu lagi. "Jadi kau tidak perlu mereka untuk menjadi cadangan mu, jika aku tau kau melakukan hal ini lagi, aku akan menarik gold card mu." Devan menghapus semua foto-foto orang kaya yang tampan, yang baru Liz koleksi dari internet.


Liz menatap Devan berbinar. Dia mengusap wajahnya. "Aaa syukurlah aku tidak di buang oleh tuan muda. Rasanya lega sekali, aku bisa bernapas dengan lega sekarang. Artinya aku masih bisa hidup dalam kemewahan lagi. Aaa senangnya~ barang branded kita tidak akan berpisah~"

__ADS_1


Devan tersenyum tipis, sangat tipis hingga Liz bahkan tidak menyadarinya. "Gampang sekali merayumu dengan uang ya."


Liz mengangguk mantap, wajahnya berseri bahagia. "Ya ya, uang adalah segalanya untuk ku. Oh iya tuan muda, kenapa anda semarah itu? Apa jangan-jangan anda mulai menyukai saya? Benarkah? Artinya aku bisa hidup mewah selamanya?" Liz tersenyum menatap Devan, matanya semangat menantikan jawaban Devan.


"Jangan mengada-ngada, aku sangat marah karna aku merasa terhina. Saat menjadi peliharaan ku, bagaimana mungkin kau mengincar pria lain? Tidak kah menurut mu harga diri ku tidak terluka? Haruskah aku menghukum mu?" Sahut Devan dengan logikanya.


Liz menangkat kedua tangannya, lalu ia satukan. "Ampun tuan muda, anda benar dan aku salah. Aku Firlizy tidak akan mengulanginya lagi, berjanji tidak akan mencari mangsa saat masih bersama anda."


Entah kenapa Devan sedikit tidak suka dengan kalimat terakhirnya. Itu karna Devan awalnya tersenyum miring, mendadak langsung pudar di saat kalimat terakhir Liz ucapkan.


Artinya dia akan mencari mangsa saat sudah berpisah dengan ku, kan? Cih wanita ini benar-benar menjijikan, sangat rendahan.


Tampak wajah Liz yang berseri langsung suram. "Ah aku kira aku mulai di cintai, ternyata memang tidak mungkin yaa."


"Bagus, sadar diri memang penting."


"Oh ya tuan muda, aku penasaran, anda tidak akan membuang ku dalam waktu dekat kan? padahal mantan yang sangat anda cintai sudah kembali? Apa kalian tidak akan balikan? Dia tidak tau soal pernikahan kita? Aku, aku yang polos ini adalah istri simpanan?" Tanya Liz secara beruntun.


"Pertama, aku tidak mencintainya, kedua kami tidak akan balikan, ketiga, aku jijik dengannya yang sama dengan mu, terlalu menggilai uang."


"Eh, tapi aku dan dia berbeda loh. Kami memang sama-sama menginginkan uang, tapi caraku tulus, dan dia mengkhianati anda. Jadi menurut anda, di antara kami mana yang lebih baik?"


"Membandingkan dua hal buruk tidak akan membuat salah satunya menjadi baik."


...***...

__ADS_1


__ADS_2