
...***...
Hari dimana Aku harus kembali atas permintaan Liz, aku pulang. Aku mengurus anak-anak panti asuhan menggantikan seseorang yang kami sewa selama ini.
Hari-hari itu berjalan baik, kabar dari Liz dan Anna juga selalu berjalan. Namun entah mengapa, aku hari itu mendadak merindukan Liz, perasaan ku tidak enak, dia tidak bisa di hubungi.
Lalu aku berjalan ke kamar bibi Deyna, beberapa hari tidur di sana, membereskam barang-barang yang tidak tertata rapi. Hingga akhirnya aku menemukan selembar kertas yang sudah tak utuh karna terbakar.
I-ini? Ini sangat di luar dugaan, aku ingin memberikan kertas itu pada Liz, soal keinginan terakhir mamanya sebelum dia meninggal.
Tapi, kenapa kertas sepenting ini bisa ada di kamar bibi Yuli? Apa selama ini bibi Yuli yang menyembunyikannya? Maksudnya? Arghhh aku gak ngerti apa alasan bibi Yuli, tapi yang jelas aku harus segera hubungi Liz.
Hari itu juga aku menyewa kembali seorang wanita untuk mengurus anak-anak panti setelah aku pergi.
Aku kembali ke tempat Anna dan Liz berada. Aku ingin bertemu dengan mereka, namun di perjalanan aku sedikit mencari tau soal Tara, dan kebenarannya adalah ternyata selama belasan tahun Tara terus mencari bibi Deyna dan Liz. Dia bahkan tak henti-hentinya meminta Media memberitakannya saat itu, hingga akhirnya dia menyerah, karna itu sudah belasan tahun.
Berita ini merupakan berita yang sangat heboh di tahun-tahun itu. Tapi, kenapa bisa Bibi Deyna dan Liz tidak mendapatkan kabar?
Itu semua karna kami tinggal di pedalaman. Satu-satunya yang sering pergi pulang adalah Bibi Yuli, pada saat itu dia sering ke kota kan? Kenapa? Dia pasti tau kan soal berita ini, kenapa dia tidak memberitahukan apapun? Padahal kalau saja waktu itu bibi Yuli memberitahu bibi Deyna mungkin bibi Deyna masih hidup, dan Liz bisa bertemu dengan Ayahnya, dan mereka bisa hidup dengan bahagia.
Apa alasannya? Kenapa? Kenapa bibi Yuli melakukan itu? Kalau memang dia tidak ingin bibi Deyna dan Liz bertemu dengan Tara, masuk akal dia selalu menghasut Liz untuk membenci Tara.
__ADS_1
Televisi yang dia rusak itu, apakah itu memang tidak di sengaja? Atau malah bagian dari rencananya? Arghh apa-apaan ini, bikin sakit kepala aja. Hentikan, kepala ku sudah mau pecah, lagipula ga ada yang bisa di tanyain, bibi Yuli udah gak ada.
Pada hari itu aku sudah melihat Liz yang pulang dari tempat kerjanya, aku melihatnya, dua orang yang saling bertatapan penuh kehangatan. Rasanya kehangatan itu mampu menghalau hujan yang menerpa kala itu. Aku melihat tatapan Liz yang begitu bahagia, juga tatapan Devan yang hangat.
Sejak saat itu aku memutuskan untuk tidak memberitahu Liz lebih dulu, aku ingin melihat bagaimana perkembangan mereka.
Setelah satu minggu mengamati keadaan, aku berada di kubu "apapun asal Liz bahagia"
Awalnya aku hanya ingin mewujudkan keinginan terakhir bibi Deyna, agar Liz dan Tara bisa bersatu kembali, tapi ternyata aku mendapat bonus. Devan ternyata sangat mencintai Liz, dan sepertinya Liz juga belum menyadari kalau dia sangat mencintai Devan.
Karna itu aku memutuskan untuk menunda memberikan kertas itu pada Lizy, bisa-bisa dia malah mengamuk dan merobek kertas penting itu. Aku sudah menduga sifatnya sih.
Tapi, aku hanya sedikit bingung soal Anna. Ada di kubu siapa dia? Anna adalah orang yang pintar, harusnya dia tau kalau saat ini Liz sudah jatuh cinta pada Devan? Tapi, dia diam saja? Dia bahkan mendorong kebencian itu untuk meledak sekali lagi? Ah bukan, Anna bukan orang seperti itu, aku kenal Anna, dia akan melakukan apapun yang terbaik untuk sahabatnya, aku dan Liz.
Dulu juga yang memberitahu rencana untuk mengambil hati Devan lalu meninggalkannya itu adalah rencana Anna? Apa ini? Kenapa semakin aku banyak tau ini malah semakin membingungkan, Argh sungguh bikin sakit kepala.
STOP VASA! apa yang aku pikirin, kenapa malah nuduh Anna yang enggak-enggak. Mana mungkin Anna ada niatan gitu, kalau pun ada apa alasannya. Enggak deh, pasti Anna begitu karna dia sayang banget ke bibi Deyna dan Liz, makanya dia bantuin Liz balas dendam.
Selama berminggu-minggu, aku memaksa otak dan hati ku, untuk menelan dan menamam bahwa Anna tidak mau menurigakan, dan sama sekali bukan orang jahat, dia hanya melakukannya demi dendam membara Liz. Hingga pada akhirnya mereka kembali.
Aku cukup bingung, selama Liz bermain bersama anak-anak, aku berbicara pada Anna. Benar saja sesuai dugaan ku, Liz kembali bukan karna keinginannya, tapi Anna yang membawanya.
__ADS_1
Kenapa kau lakukan itu? Padahal kau tau jelas bahwa Liz sangat mencintai Devan? Kenapa ga biarkan aja mereka hidup bahagia bersama, Liz udah terlalu banyak menderita!!
Aku sih mau bilang begitu sambil marah-marah pada Anna, tapi entah kenapa tenggorokan ku merasa kering, otak ku memutuskan untuk selalu mengawasi Anna saja, hati ku juga bilang belum saatnya berbicara.
Dan akhirnya aku hanya pura-pura tidak tau apapun, dan hanya mencoba mengawasinya saja. Aku paling tidak mengerti di bagian motif mengapa Anna melakukan itu?
Aku dengar Liz sudah kembali ke kamar, aku mengunjunginya, tatapan kosong itu menyayat hati ku, dia terus menatap ke arah langit. Ugh... Aku tau dia sangat merindukan Devan, tapi dia tidak ingin memgakuinya kan? Dasar, benar-benar angkuh banget.
Hari itu aku berniat ingin memberikan kertas itu, namun aku masih tahan karna rasanya timingnya belum tepat.
Ah padahal aku niatnya cuma ingin nanyain kabar dia dan liat dia baik-baik aja. Tapi ujung-ujungnya aku malah berdebat dan memarahinya, habisnya dia bodohh sih. Padahal udah jelas-jelas dia yang sakit hati karna kehilangan Devan, eh malah berpura-pura bahagia dan puas. Cih cih cih
...***...
Setelah perdebatan malam itu, aku pikir perdebatan itu hanya akan menghasilkan kemarahan Liz pada ku, dan Lizy tidak akan berbicara dalam beberapa hari dengan ku, tapi keputusan yang dia buat setelah berfikir sepanjang malam rasanya benar-benar ingin membuat ku menelan ayam itu sekaligus.
"Aku udah pikirin ini semalaman, aku bakal kembali ke Devan. Karna rasanya balas dendam ini belum sempurna, masih ada Tara dan Thifa yang harus menderita. Aku memang cukup puas membuat Devan menderita, tapi rasanya masih ada bagian ku yang kosong, yaitu dendam pada Tara dan Thifa." Katanya membuat Anna, dan aku jelas terkejut.
Tapi ada sedikit kalimat yang bohong di sana, faktanya kau tidak pernah puas melihat Devan menderita, kau bahkan juga menderita kalau Devan menderita.
***
__ADS_1
Maaf lama TwT