Dendam Dalam Pernikahan Kontrak

Dendam Dalam Pernikahan Kontrak
Maya~


__ADS_3

...***...


"Hubungi aku nanti."


Liz melambai kepada mobil yang perlahan mulai menjauh itu. Kalimat itu adalah kalimat untuk perpisahan sementara ini.


Hari ini aku benar-benar bahagia, oh tentu saja karena sepertinya Devan mulai menyukai ku kan? Dan dengan begitu semuanya berjalan lancar sesuai yang aku inginkan. Ahh, aku akan menceritakan ini pada Anma dan Vasa nantinya.


Liz berjalan ke lokasi syuting, namun ada yang aneh. Semua tatapan tertuju padanya, ya jelas, kali ini Liz datang dengan dress dan tas yang bukan main-main harganya, bahkan sepatunya juga terlihat jelas dari sebuah brand ternama. Yang ingin Liz memakai semua itu, tentu adalah Devan kan?


Liz belum sadar akan hal itu, tapi bisikan-bisikan itu sedikit-sedikit mulai mengganggunya.


"Nana, apa ada yang salah pada ku?" Tanya Liz saat dia sudah sampai di tempatnta beristirahat.


Nana menggeleng. "Ga kok, Nona cantik, malah semakin cantik. The perfect girl deh pokoknya."


"Sepertinya habis cuti dua hari, nona Liz kita ini sedang menghambur-hamburkan uangnya." Celetuk seseorang yang sudah berdiri di belakang Liz.


"Oh? Ken? Lama tidak ketemu, senior Ken semakin tinggi ya." Kata Liz ramah tentu dengan senyuman yang berseri seperti biasanya.


"Wah wah suasana mu sekarang lagi baik ya? Mau sarapan bareng?"


Liz menggeleng pelan. "Udah makan kok."


"Ngomong-ngomong, aku jalan lebih dulu oke? Aku harus syuting sekarang. Semoga setelah libur, Nona Liz semakin bersemangat akting, khususnya bagian kita." Ken melambaikan tangannya pergi, langkahnya seolah berat untuk meninggalkan Liz. Padahal mereka kan masih satu lokasi.


"Hmmm, jangan khawatir. Kualitas akting ku sangat baik," Liz juga melambaikan tangannya.


Pada saat itu di kamar rias suasana sedikit sepi, ah memang sepi, karna hanya ada Nana dan Liz di sana.

__ADS_1


"Ya ampun, wajah nona benar-benar mulus, kualitas akting nona benar-benar baik. Luar biasa!! anda akan jadi artis besar!!" Tentu saja suara penuh semangat dan ekspresi antusias itu datang dari Nana.


"Ya ya ya, sampai saat itu kau harus ada di sisi ku." Liz mengusap lembut kepala Nana.


"Ya mungkin dia menjadi artis saat ini bukan karna usahanya sendiri." Tiba-tiba Maya masuk ke dalam ruangan itu, dia langsung menutup rapat pintunya.


"Apa maksud mu?! " Nana yang tak suka ada sedikit pun penghinaan pada Nonanya, langsung meninggikan suaranya.


"Jangan pura-pura tak mengerti, bukan kah sudah jelas? Kalau wanita itu adalah simpanan seseorang. Makanya dia bisa kembali berakting, bahkan  merebut peran utama yang harusnya menjadi milikku. Aku pikir karna apa, ternyata kau wanita simpanan rupanya, cih..." Maya berjalan semakin mendekat ke arah Liz. Badan Nana sudah gemetar ingin menampar Maya dengan mulutnya ini, tapi Liz hanya sibuk menghias kukunya, dengan wajah santai.


Dibanding simpanan, aku ini istrinya loh, sah lagi.


Ya, Liz hanya bisa bilang dalam hati.


"Tolong nona Maya tutup mulut mu. Nona Liz menjadi peran utama bukan karna dia merayu seseorang, atau karna bantuan seseorang, dia menjadi tokoh utama, karna ini memang kemampuaannya. Dia berbakat," Nana mulai menatap rendah wanita itu. "Heh, ngomong-ngomong soal orang dalam? Tidak kah anda malu mengatakan itu, padahal begitu banyak cermin di sini. Tidak bisakah berkaca diri, siapa yang merayu orang lain demi mendapat kan posisi?"


"Heh, aku ragu kau bisa tersenyum setelah melihat ini, dasar wanita simpanan rendahan." Maya menunjukkan Liz beberapa foto saat dirinya di antar jemput oleh Devan. Tapi, karna posisi yang jauh, foto itu tidak memperlihatkan jelas wajah pria disana, yang tentunya antara Devan dan Vin.


Waw..., dia bahkan sampai sejauh ini. Hadehh, sepertinya aku benar-benar harus memberi gadis ini pelajaran. Padahal aku gak mau berurusan dengan hal-hal yang gak guna gini. Baiklah, tunggu saat mu Maya... Toh Grisha juga udah ku depak pergi kan...


"Waw... Aku kagum sekali, Kau bahkan sampai perhatian begitu dengan kehidupan pribadi ku. Bahkan penggemar berat ku tak akan melakukan hal memalukan seperti ini." Tanpa goyah, atau menunjukkan ekspresi marah, Liz hanya dengan santai tersenyum.


"Dasar wanita sialan!! Gak tau malu! Aku bakal publish ini!! Publish kalau kamu itu perempuan simpanan lelaki tua!!"


"Hahahahahah!!!"


Apa Devan dari jauh keliatan kayak aki-aki ya, haha pasti seru kalau dia denger ini langsung.


Liz tertawa terbahak-bahak, Maya dan Nana juga sedikit heran. Tidak biasanya Liz tertawa sekeras dan selepas ini.

__ADS_1


"Ada apa?? Kenapa tertawa? Apa yang lucu?! Oh kau menghibur diri mu sendiri ya, ini cara mu mengelak pembicaraan kita! Artinya kau memang benar-benar wanita simpanan!  Ya ya, sudah dua hari cuti, lalu datang dengan barang dan baju mewah. Dua hari ini kau tidur dengan siapa saja? Heh... Menjijikan. Ah pastinya pria tua yang sudah beristri, kau jahat sekali kak Liz."


"Haha lalu kenapa kalau aku wanita simpanan seseorang? Kau merasa terganggu? Atau mau ku kenalkan dengan kenalan ku?" Liz berbisik, namun Nana juga masih bisa mendengarnya, meskipun gadis mungil itu kaget.


"Dasar wanita sialan!! Kau simpanan seseorang, tapi kau masih berani mendekati kak Ken! Kau ben--"


Plakkk!!


Bukan Nana apalagi Liz, mana Liz mau mengotori tangannya dengan menampar gadis itu. Ini adalah perbuatan Ken, yang baru saja datang bersama dengan Gerry.


"Beraninya kau mengatakan hal keji yang mencerminkan dirimu sendiri pada orang lain!!"


"Anu... Kak Ken, aku rasa itu kelewatan. Ka--"


"Engga Liz, ini memang hal yang layak dia dapatkan. Dia mengatakan hal yang tidak-tidak, yang bisa membuat orang salah paham akan diri mu. Dia memang harus di beri pelajaran." Ken menarik tangan Maya keluar dari ruang hias itu.


"Jangan khawatir, Kenza itu gak suka kekerasan, apalagi sama perempuan. Kenza itu laki-laki yang baik dan penuh pengertian, dia sosok hangat yang lembut, jadi dia tidak akan melukai Maya, Kenzaa hanya akan menasihatinya saja, aku juga akan membantu Kenzaa menasihati gadis itu, agar kesalahan ini tak terulang lagi." Gerry menampilkan cengiran gagunya, dan perlahan keluar dari ruangan itu.


Inti dari ucapan Gerry adalah...  Kalau Kenzaa orang yang baik? Begitu kan? Dia gak mau aku salah paham menilai Ken kan? Faedahnya apa? Tapi, ya bodoamat sih. Gak ngaruh apa-apa buat aku.


Liz melihat tangan Nana yang memainkan ujung jarinya. Pandangan Nana menunduk, Liz tau jelas saat ini apa yang tengah Nana pikirkan.


"Di banding simpanan, bisa di bilang aku istrinya sahnya kok, kami juga menikah secara sah loh, ada buku nikah juga, dan aku nikahnya ga sama orang yang punya istri oke?"


"Siapa?"


"Devan Arkasa."


...***...

__ADS_1


__ADS_2