Dendam Dalam Pernikahan Kontrak

Dendam Dalam Pernikahan Kontrak
Viral~


__ADS_3

"Mulai besok kita bakal mulai persiapan pernikahan, besok pagi pencetak undangan bakal datang ke rumah. Sekarang, pikirkan kapan kau siap bertemu orang tua ku?" Kata Devan enteng.


"O-orang tua mu?!" Pekik Liz kaget. "A-aw!" Karna kaget Liz tanpa sengaja membuat catokan itu terkena kulit kepalanya. Devan yang mendengar terikana itu langsung meninggalkan laptopnya, dan mendekat ke arah istrinya itu.


"Apa-apaan ini? Apa mulai besok aku juga harus meminta orang buat ngurus rambut mu?" Devan mengelus bagian yang kata Liz sakit.


"Itu karna kau ngomong nya enteng banget. Boleh ga sih, ketemu orang tua mu, pas pesta resepsi aja. Toh kan nanti abis resepsi, aku bakal tinggal di sana. Boleh, ya? ya?" Liz menatap nanar wajah itu, memelas dan memohonkan dengan ekspresi andalannya, yang tidak akan bisa Devan tolak.


"Tapi setidaknya, kau harus bertemu mereka sekali sebelum resepsi. Tapi...,"


"Hmmm?" Liz menantikan lanjutan dari jawaban yang terputus itu.


"Aku rasa bisa, karna besok orang tua ku akan pergi ke suatu tempat, katanya urusan mendadak, dan kembali sehari sebelum acara resepsi kita."


"Apa nanti mereka bakal marah kalo aku gak temuin mereka dulu? Mama mertua aku orangnya gimana? Aku selalu takut kalau mikirin hal itu...,"


"Kau tau kan? Ayah Tara orang yang sangat baik, Papa dan Mama juga orang sebaik itu, bedanya Papa Arfen akan lebih mudah dekat dengan mu, percaya pada ku. Mereka bertiga mertua yang baik."


Liz hanya diam,


Mertua paling baik konon, heh~ aku bahkan berencana meninggalkan mu satu minggu sebelum acara resepsi. Niatnya sehari sebelum resepsi, tapi... Itu pastinya bakal sulit, jadi ayo nikmati waktu-waktu penderitaan mu, Devan.


"Udah, jangan terlalu dipikirin, tidur aja."


"Bentar deh, kau udah bilang ke mereka kalau kita udah nikah kan? Tinggal acara resepsi aja?"


Devan mengangguk pasti.


"Mereka gak marah, waktu tau kau nikah diam-diam?"


"Bukan aku yang cerita, Ayah Tara yang cerita. Jadi, karna itu aku langsung cerita juga, Mereka marah sama aku, tapi kasian pada mu. Waktu itu juga, waktu mereka pertama kali dengar penjelasan ku. Mereka meminta ku membawa mu ke rumah, dan di ajak tinggal di rumah. Tapi, aku tau pasti kau bakal nolak." Jelas Devan, mana dia lupa bagaimana saat Arfen ingin melemparnya dengan kursi karena menikah diam-diam. Apalagi alasan menikah yang sesimpel itu.

__ADS_1


Awalnya Arfen dan Thifa yang mendengar itu sedikit tidak nyaman, Karna tidak ada cinta yang ada saat mereka menikah. Sebagai dua orang yang sangat tau arti penting cinta dalam pernikahan, Arfen dan Thifa merasa kasihan pada menantu yang bahkan belum mereka temui.


Syukurlah kepala ku masih selamat waktu itu, untung ga ada Alreya, jika dia ada maka dia akan jadi provokator garis keras yang akan mendukung kegegeran otak ku. Si gadis petakilan yang gak waras itu.


"Jadi kau bilang aku gak mau tinggal sama mereka gitu?"


"Enggak, aku cuma bilang masih pengen tinggal berdua dengan mu, kira-kira anggap aja bulan madu. Akhirnya mereka ngerti, dan ngizinin kau buat datang setelah acara resepsi. Mereka juga bilang, mereka menanti kehadiran mu."


"Aku juga! Sedikit gugup, tapi rasanya juga mendebarkan!"


Ya, kalau itu aku gak lari....


...***...


Setelah memilih undangan tadi pagi, Liz harus memilih gaun besok pagi, tentunya bersama dengan Devan. Jadi hari ini dia akan shooting, dan meminta izin pada sutradara penanggung jawab yang baru, setelah yang lama sudah di siksa oleh Devan dan di lempar ke dalam penjara.


"Maaf..., untuk apapun yang aku bicarakan, atau aku lakukan pada pesta malam itu." Mendadak sudah ada Kenza yang menyambutnya dengan memberikan sebuah kopi di dalam botol pada Liz.


"Gerry bilang kau sangat marah pada ku, dan bahkan sampai menampar ku. Iti artinya, aku membuat kesalahan yang sangat besar kan?"


Liz mengangguk mengerti. "Ya, siapa yang gak marah kalau kau tiba-tiba mendekat dan ingin mencium paksa aku. Pada saat itu, aku tidak peduli, senior Ken sedang mabuk atau tidak. Tapi aku gak bakal tolerir hal begitu lagi. Aku marah, dan aku tampar."


Ken tersentak kaget. "Aku melakukan itu? Maaf, aku gak sengaja. Jangan membenci ku, bisa kah?"


"Aku gak bakal benci, kalau senior Ken dapatkan foto itu. Aku masih ingat, waktu itu ada orang yang ngambil foto kita. Aku gak mau ada yang salah paham karna itu."


Khususnya Devan... Bisa-bisa dia yang malah membuang ku karna itu.


"Foto? Ada yang memfoto kita?"


Liz mengangguk pasti. "Hmm aku yakin itu!"

__ADS_1


"Sialan, ini pasti ulah siaran berita. Kau gak perlu khawatir, masalah itu biar aku yang tanganin."


-


-


-


Akhirnya sore tiba, hanya satu bagian lagi dan Liz bisa pulang, berbaring di kasur yang sangat di rindukannya itu.


"No-nona!! Ga-gawat!! Liat berita yang lagi viral, hangat, dan lagi panas-panasnya buat di bahas!!" Teriak Nana dengan heboh. Liz tidak peduli, selagi itu tidak menyangkut dirinya, bodoamat. Dia hanya meminum es nya santai.


"Masalah ku udah banyak Na, tolong jangan kau tambah dengan memikirkan skandal orang lain."


"Justru karna skandal ini milik nona makanya aku kasih tau!"


Uhuk!!


Lis terperanjat seketika, dia merampas ponsel Nana. Matanya melotot tak percaya dengan apa yang baru saja dia baca.


"Berita ini kapan ke sebar? Berita sialan ini?!"


Loh foto ini kan? Foto saat aku dan senior Ken ada di balkon? Bener dugaan aku, ada yang foto kami waktu itu diam-diam. Sialan, malah jadi gini sih. Lagian siapa sih yang kurang kerjaan ngambil foto orang seenak jidat.


"Nona gak akan percaya kalau Nana bilang, salah satu majalah mengedarkan kabar ini, dan hanya dalam tempo beberapa jam, sudah seviral ini."


"Judul sialan macam apa lagi ini? Artis Firlizy Defana, berpacaran dengan Kenzaa tapi kok keluar hotel bareng CEO Devan Arkasa? Sejak kapan aku berpacaran sama senior Ken? Mampus aku kalau Devan baca ini. Kalau emang mau buat berita skandal tuh yang bener dong, terutama judulnya, buat biar orang jangan salah paham. Aku males baca, inti isinya apa?"


"Nona, begitulah isinya, intinya semua media membicarakan hubungan asmara antara tuan Ken dan anda, yang rumornya akhir-akhir ini semakin dekat bahkan banyak yang menyebutkan kalian pacaran, namun anda di tuding selingkuh dengan CEO terkenal Devan Arkasa, karna kalian keluar dari hotel dengan sangat mesra. Dugaan sementara, anda lebih memilih uang."


Liz diam, dia baru sadar saat ini.

__ADS_1


__ADS_2