Dendam Dalam Pernikahan Kontrak

Dendam Dalam Pernikahan Kontrak
Klarifikasi


__ADS_3

"Nona, begitulah isinya, intinya semua media membicarakan hubungan asmara antara tuan Ken dan anda, yang rumornya akhir-akhir ini semakin dekat bahkan banyak yang menyebutkan kalian pacaran, namun anda di tuding selingkuh dengan CEO terkenal Devan Arkasa, karna kalian keluar dari hotel dengan sangat mesra. Dugaan sementara, anda lebih memilih uang."


"Lagipula siapa yang bisa menolak pesona panas suami ku itu."


Liz diam, dia baru sadar saat ini.


Emang bener sih, waktu keluar dari kamar hotel, Devan gak pernah sekalipun lepasin pelukannya. Bahkan kalo di inget-inget di sepanjang jalan, entah berapa kali orang itu mencium kening ku.


Bodoh!! Kok malah baru ingat sekarang sih! Waktu itu karna terlalu mikirin apa yang terjadi malam itu, aku lupa status ku sebagai artis yang keluar dari hotel, apalagi bersama CEO hebat, Devan Arkasa, yang mereka gak tau dia suami sah ku!


"Liz!! Liz kau gapapa kan? Tenang, aku bakal beresin semua rumor gila ini." Tiba-tiba Kenzaa sudah datang dengan napas yang memburu.


Eh-padahal tadi sih aku niatnya minta Devan yang beresin, kalo udah di tangan Devan, pasti beres dong. Apa yang engga, coba.


"Iya, tolong ya senior. Tolong utamakan klarifikasi kita gak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas rekan kerja, bisa kan?"


Ken tertegun halus, namun melihat tatapan Liz, seolah dia mengerti apa yang Liz maksud.


Dia pasti gak mau karir nya jatuh kan? Makanya dia gak mau ada kesalahpahaman ini.


-Ken


Bisa mampus karir Ken kalau sampai Devan turun tangan buat beresin dia. Toh aku juga gak mau,  Devan salah paham.


-Liz


"Ya, aku akan mengutamakan klarifikasi kita gak ada hubungan apa-apa."


"Baguslah."


"Oh ya, lupakan soal aku, sekarang katakan bagaimana bisa kau keluar hotel bersama CEO Devan? Bukan kah tuan Devan tidak ada di sana?" ini adalah pertanyaan yang selalu mengganjal di hati Ken semenjak rumor itu muncul. Sebenarnya, dalam hati Ken yang paling dalam.


Aku cukup suka rumor ini muncul, dimana nama mu dan nama ku di sandingkan sebagai kekasih, mungkin hari ini hanya rumor, bisa saja di masa depan kita benar-benar jadian, dan akan ada nama mu bersanding dengan nama ku, di undangan pernikahan, kita, bahkan buku nikah. Tapi, kenapa harus ada nama Devan? Apa hubungan Liz dan Devan? Apa benar hanya pertemuan biasa?

__ADS_1


"Liz, ada apa? Kenapa Devan bisa ada di hotel itu, saat itu?" tanya Ken lagi saat dia tak mendapat jawaban dari Liz.


Ya karna dia mau menyelamatkan istrinya yang hampir mau di nodain orang, gitu kan?


"Kar--"


"Ken!! Liz!! Buruan sembunyi!! Para awak media udah menerobos masuk ke sini! Mereka ramai banget, para kru juga udah berusaha sekeras mungkin menahan mereka, tapi susah! Sutradara yang baru itu bilang, kalian boleh pulang sekarang! Shooting di bubarin sementara, sampai ada aba-aba!" Teriak Gerry berlarian, napasnya terlihat tersengal-sengal.


"Kok bisa seramai ini? Biasanya juga skandal artis-artis lain gak separah ini respon mereka." Gerutu Ken kesal.


"Mungkin karna ini berkaitan dengan Tuan Devan Arkasa. Kita semua tau, sampai sekarang dia tidak pernah memublikasikan hubungannya dengan siapapun, dia tidak pernah dekat dengan gadis manapun." Jawab Gerry yang mencoba mengatur napasnya.


Gak pernah publikasi hubungan? Iya juga sih, sama Grisha juga dulu gitu kan?


"Ternyata pengaruh Devan sebesar ini." gumam Liz takjub.


"Ayo nona, kita harus segera pergi dari sini." Nana menarik tangan Liz, namun sayang, mereka terlambat, para wartawan yang haus akan berita, ntah itu aib yang ingin di tutupi, atau pujian yang ingin di banggakan, mereka akan selalu memublkikasikannya, menjadikannya sebagai konsumsi publik.


"Ternyata benar ya kalau kalian pacaran?"


"Nona Liz, bagaimana mungkin anda membuang Tuan Ken demi uang?"


"Apa anda peliharaan tuan Devan?"


Fix, yang ini kepalanya bakal di pijak Devan deh nanti. Kalo gak, tetep bakal aku aduin.  Batin Liz menatap sinis orang yang baru saja melontarkan pertanyaan itu.


"Apa benar saat ini kalian bertengkar, dan hubungan di ambang kehancuran?"


Liz melemparkan senyuman manis andalannya. "Nanya nya satu-satu dong, biar di jawabnya juga satu-satu, bisa kan? Jangan ricuh, sakit kepala aku." katanya dengan santai dan tenang.


Mendadak kerumunan yang berisik itu menjadi tenang,


"Nah sekarang, satu orang nanya deh." lanjut Liz lagi.

__ADS_1


"Apa benar hubungan tuan Ken dan Nona Liz sudah di ambang kehancuran, karena nona Liz berselingkuh dengan tuan Devan?"


"Gak ada hubungan yang bakal hancur, karna aku emang gak ada hubungan apa-apa dengan senior Ken. Kami hanya rekan kerja satu film, soal Dev--" Ucapan Liz langsung di potong oleh Ken cepat.


"Hei! Jaga ucapan mu! Biar aku perjelas, saat ini kami gak memiliki hubungan apa-apa, jika ke depannya pun ada itu bukan urusan kalian. Berhenti memberitakan hal buruk, semua berita yang beredar itu tidak benar."


"Bagaimana bisa anda mengatakan hal itu, saat sudah ada bukti dan saksi bagaimana nona Liz dan tuan Devan keluar dari hotel dengan sangat mesra, bukankah itu artinya, nona Liz memang peliharaan tuan Devan?" Pria yang memegang mic itu menatap Liz penuh maksud. Namun Liz hanya tersenyum tenang.


"Kau tau? Kalau sampai Devan mendengar hal ini, A--"


"Aku udah dengar, gak usah di lanjutin." Tiba-tiba suara itu langsung mengalihkan fokus para awak media. Ya, siapa lagi kalau bukan CEO Devan Arkasa!


Mendadak para media sudah mengerubungi Devan, namun tak ada satu pun yang berada di depannya untuk menghalangi jalannya, mereka hanya ada di kanan dan kiri Devan.


"Nana? Kau yang manggil dia?" Bisik Liz pelan.


Nana menggeleng cepat. "Nana gak ada manggil kok, mungkin ikatan batin, dia tau nona ada dalam masalah. Nona kan tau, tuan Devan secinta apa pada anda." Liz hanya tersenyum tipis mendengar itu.


"Jadi, orang bermulut tidak sopan itu, mau di hukum seperti apa?" Devan mendekat ke arah Liz, tangannya terangkat ringan mengusap rambut panjang gadis itu.


"Entahlah, aku juga bingung." Liz menaikkan bahunya.


Devan melirik sinis para kumpulan wartawan itu. "Oh ya, untuk kalian para media ya? Beritakan lah sesuatu yang benar. Bahwa Devan Arkasa akan menikah dengan Firlizy Defana, dua minggu lagi. Berhenti memberitakan skandal tidak jelas itu, jika sampai ada berita itu lagi, aku tidak ragu untuk mematahkan jari orang yang menulis berita itu, kalian paham?"


"Aku dan Devan akan menikah, kalian salah paham, sejak awal hubungan ku dan senior Ken, hanya sebatas rekan kerja, benar kan senior Ken?"


Ken terdiam, dia tidak tau apa yang dirinya pikirkan saat ini.


Pukk


Gerry menepuk pundak sahabatnya itu.


"Iya, sejak awal kami memang hanya rekan kerja."

__ADS_1


__ADS_2