
Hendry dan Dean pun keluar dari tenda, suhu di luar sangatlah dingin, membuat angin menembus kulit 2 dua kali lipat, kini kedua laki² itu pun siap untuk mengerjai saudara²nya
di tenda para perempuan, kini Deanda yang dari tadi tak bisa tidur, sedangkan yang lainnya sudah tidur, ia takut jika terjadi hal² yang tidak di inginkan, namun tiba² saja Deanda mendengar suara langkah kaki yang akan menuju kearah tenda mereka dan Deanda juga melihat bayangan di sisi balik tenda, kini Deanda pun membangunkan Yeri yang berada di sampingnya
"emm" Yeri
"yer, ell, bangun" Deanda
"kenapa" Yeri
"li lihat itu" Deanda sambil menunjuk ke arah bayangan itu
"apa itu" yeri
"entah, aku takut" Deanda sambil menutupi mukanya dengan selimut
"ell,ell, ellisa" Yeri
"apa" ellisa
kini Yeri menunjuk ke arah bayangan
"apa itu" ellisa sambil mengucek matanya
kini mereka mendengar suara seperti ranting yang patah, seperti ada orang yang menginjaknya
"cek gih, sana" Deanda
"kok aku" Yeri
__ADS_1
"Yeri" ellisa sambil menunjuk ke arah keluar tenda
"ishh, iya² gw Mulu dah" Yeri, ia pun memberanikan diri untuk keluar tenda, saat resleting tenda di buka tiba².....
"DARR..." Hendry yang tiba² muncul dari samping
syukurlah Yeri tak teriak, hanya menepuk² dadanya karena kaget
"kurang ajar kau, Yeri ia langsung melayangkan pukulan ke arah Hendry dan Dean
"kenapa aku juga di pukul" Dean sambil memegangi wajahnya yang memerah karena kena pukulan Hendry
"bukannya Lo juga ikut dalam rencana Hendry" Yeri
"en enggak kok" Dean
"kalo gak, kenapa Lo ada disini d-e-a-n" Yeri geram dengan tingkah saudara yang satunya ini
"udah² tidur, besok bangun pagi" ellisa
mereka pun melanjutkan tidur, di pagi hari kini mereka sudah berada di lokasi dimana mereka pertama kali berkumpul. Setelah berkumpul para murid pun disuruh lari pagi, selesai lari melakukan pemanasan dan kegiatan lainnya, tak terasa sudah mau menjelang malam para murid pun kembali ke tenda masing²
kini Yeri yang sedang bermain hpnya di dalam tenda, yang lainnya masih diluar karena sirene belum berbunyi jadi mereka belum tidur, tiba² saja Yeri mendapatkan artikel dari google yang membuatnya penasaran, ia pun keluar tenda untuk memberitau yang lainnya
"oii" Yeri
"apa" Hendry dan Dean
"kalian lihat lah ini" Yeri sambil menunjukkan ponselnya
__ADS_1
"kastel tua yang memiliki kisah mistis yang membuat orang merinding membacanya, kastel ini terletak di perbatasan kota M dan kota S di jalan xxxx" ellisa sambil membaca artikel itu di ponsel Yeri
"lalu" ellisa
"ayo kita kesana" Yeri
"kau gila" Hendry
"tidak kok, aku masih waras 100 persen" Yeri
"jalan xxxx, bukankah dari sini kastel itu mengarah ke arah selatan, ohh..aku tau mengapa pak guru bilang untuk tidak mengarah ke selatan" ellisa
"mengapa" Deanda
"mungkin, karena kastel ini" ellisa
"tapi aku sangat penasaran" Yeri
"Yeri sudahlah, jika terjadi sesuatu denganmu bagaimana" Hendry
"baiklah²" Yeri
kini sirene pun berbunyi tanda mereka harus tidur, keesokan paginya, kini mereka sedang beres² untuk siap² pulang
"akhirnya pulang" Dean
"tak sabar untuk tidur di ranjang ku yang nyaman" Deanda
"adehh" ellisa sambil tersenyum miring melihat tingkah laku saudara nya
__ADS_1
kini para murid pun di perbolehkan pulang