
beberapa bulan kemudian
seorang wanita terbaring lemas di ranjang rumah sakit, kini wanita itu tak bangun² dari komanya. seorang pria gagah, tampan, dan berwibara itu, memasuki ruangan wanita tersebut, pria itu pun duduk di sebelah ranjang wanita itu dan memegang tangannya wanita itu
"kapan kau akan bangun, kapan kau akan melihat orang yang telah menembak mu, dia sangat bahagia, itu pun tanpa dirimu" ucap pria itu, ia adalah adamsion
tiba² saja jari jemari wanita itu bergerak secara perlahan
"bangunlah ,Yui" Adam
ya, wanita itu adalah yui, yang selamat dari kejadian yang dimana dia di tembak oleh orang tercintanya, ia mengira hidupnya akan sampai disini, ternyata Tuhan memberikan dia kesempatan lagi untuk hidup, ia pun membuka matanya secara perlahan, wajahnya kini disinari oleh cahaya mentari
"siapa" suara Yui yang nampak lemah
"tenanglah, aku bukan orang jahat yang akan menyakitimu" Adam sambil mengelus wajah yui yang pucat
"hmm" Yui
"apa kau mengingat namamu" Adam
"yui, itu adalah namaku" Yui
"baguslah" Adam
yui pun langsung diperiksa oleh dokter
"bagus, kesadaran nya sudah membaik" dokter
"baik, terimakasih dokter, jadi kapan yui boleh keluar dari rumah sakit" Adam
"seperti nya 2 hari lagi, sebaiknya berikan nona yui istirahat dulu" dokter
"baik" Adam ia pun langsung mendekat kearah dokter itu dan membisikan sesuatu
"bukankah, kau sudah tau tentang berita yui Devano, sebaiknya kau tutup mulut, jika tidak nyawa mu yang akan jadi taruhannya, paham" Adam
"sa saya paham tuan adamsion" dokter
beberapa hari kemudian, kini Yui tinggal di mansion adam penguasa kota S, kini yang sudah direbut oleh William, tapi adamsion tak akan diam saja ia kan merebut kembali apa yang ia miliki
kini kedua orang itu sedang duduk di ruang tengah mansion adamsion
"jadi, kau masih mengingat kejadian itu" Adam
"hmm..rasa sakit itu pun masih aku rasakan, rasa kecewa itu pun masih ada, aku mengingat semuanya" yui
"jadi, selanjutnya apa yang akan kau lakukan, Yui" Adam
"membalas semua kesakitan itu, dan Membalas semua penderitaan yang telah aku alami" Yui dengan tatapan yang tajam
__ADS_1
"bagus Yui, balaskanlah semuanya, sehingga kau siap membunuh William" batin Adam dengan terseyum smrik
"aku akan membantumu" Adam
"kau, yakin" Yui
"tentu" Adam
"seberapa kenal kau dengan Wiliam" Yui
"hmm..sangat dalam, kami seperguruan dalam seni bela diri Kudo, kami menjadi teman baik, dan aku sudah mengganggap William seperti saudara ku sendiri. dia adalah murid yang snagat cerdas, dan dia menjadi murid kesayangan dari guru kami, tapii kejadian itu pun terjadi yang membuat semua murid di Dojo membencinya" Adam sambil menghidupkan rokoknya
"kejadian apa" Yui
"William, membantai Dojo nya sendiri dengan sangat bruntal, dia menghabisi semua murid² yang berada disana, yang selamat dari pembantaian hanya aku, guru, dan 2 murid kakak beradik, namanya adalah andre dan Arin" Adam sambil menghembuskan asap rokoknya
"hah, Andre dan Arin" Yui
"kau mengenal mereka" Adam
"iya, mereka adalah bawahan dari William, tapi bagaimana mereka bisa selamat dan begitu juga dengan kau" Yui
"aku melawannya, dan akhirnya" Adam sambil membuka bajunya
"heii, apa yang akan kau lakukan" Yui
"kau akan tau, lihat ini" Adam sambil menunjuk bekas luka sayatan pedang yang sangat pajang, yang terdapat di bagian punggung Adam
"setau ku, mereka memohon agar tidak dibunuh, tapi pada saat itu Andre melawan karena adiknya ditusuk oleh pisau oleh William, saat Andre tak bisa mengimbangi kekuatan William, Andre pun memohon agar tidak membunuh adiknya, sungguh kisah Kakak beradik yang malang" Adam sambil memakai kemejanya kembali
yui yang mendengar itu sungguh terharu dengan pengorbanan dari Andre, kakak laki² yang luarnya sangat dingin dan suka menjaili adiknya, tapi di dalam ia sangat merasa takut kehilangannya adik perempuan nya yang ia sangat sayangi itu
"tapi apa permasalahan William, sampai dia mmebantai seperti itu" yui
"entah, dia itu pemberontak gila" adamsion
.............................................
hari dimana sebelum yui meninggal
kini malam hari di mansion William dikota M
kini yui sudah tertidur pulas karena sudah larut malam, tiba² saja seseorang masuk ke kamar yui dengan langkah yang perlahan, orang itu adalah william, ia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan langsung membersihkan diri yang sudah di lumuri oleh darah, karena ia baru saja bermain dengan nyawa seseorang. selesai mandi William pun langsung tidur dan tak lupa mencium kening istrinya, dipagi hari kini Yui pun bangun ia melihat suaminya yang masih tertidur di sampingnya, Yui pun langsung bangun dan menuju ke kamar mand, selesai mandi ia langsung mengerjakan rutinitas nya yaitu, menyiapkan sarapan, memandikan rey, menyiapkan pakaian suaminya, dll
selesai melakukan rutinitas kini Yui pun bersantai dan William sudah berangkat ke kantor, waktu pun berjalan dengan sangat cepat, kini sudah tak terasa sudah jam 8 malam, kini yui sedang duduk di kursi teras kamarnya sambil menunggu suaminya pulang, saat ia melihat halaman belakang rasanya ia ingin duduk di halaman belakang sambil menikmati sejuknya angin malam, langit yang cerah di penuhi oleh bintang² yang cantik, dan ditemani oleh bunga² yang berwarna warni, rasanya sangat sempurna
Yui pun memutuskan untuk pergi menuju ke halaman belakang, sebelum menuju ke sana ia menyuruh bibi Wati untuk menjaga Rey di kamar, Yui pun duduk di kursi halaman belakang, tak selang beberapa menit kemudian seseorang memasuki halaman belakang, ia berjalan secara perlahan menuju ke arah Yui, orang itu pun langsung menutupi mata yui dengan tangannya, sontak yui pun kaget
"ehh..will, William" yui
__ADS_1
"hahahah" tawa William
"kau suka sekali mengejutkan ku yah" yui
"maap sayang" William sambil mengecup bibir istrinya
"hmm² baiklah ku maafkan" yui
"ohh ya, aku mempunyai kejutan yang istimewa untukmu" Wiliam sambil memeluk pinggang istrinya
"benarkah, apa itu" yui
"rahasia" William
"ihhh.. beritahu aku Will" yui sambil menggoyang² kan badan kekar suaminya
"kalo aku beritahu, namanya kan bukan kejutan lagi" William
"hmm" yui sambil memalingkan wajahnya
"baiklah², besok aku beritau" william
"benarkah, janji" yui sambil menunjukkan jari kelingking nya
"iya sayang" William sambil menyatukan jari kelingking nya dengan jari kelingking Yui
di pagi hari kini William bangun lebih awal dari istrinya, karena ia harus menyiapkan kejutan untuk istrinya
"sayang, bangun" William sambil mengelus wajah Yui
"hmm" yui, ia pun langsung membuka matanya
"jam berapa ini" yui sambil mendudukkan dirinya di atas ranjang
"jam setelah 7" William
"hmm..aku akan mandi dulu" yui pun langsung melangkah ke kamar mandi, tiba² ia menghentikan langkah kakinya dan berbalik menghadap ke arah suaminya
"ohh ya hari ini kau berjanji akan memberi tau kejutan nya" Yui
"iyaa, selesai mandi kau akan tau" William
"baiklah" yui, ia pun masuk ke kamar mandi
setelah beberapa menit Yui pun selesai mandi, kini Yui terlihat sangat cantik memakai dress putih
"kau sangat cantik sayang" William sambil memeluk pinggang yui dari belakang
"tepati janjimu Will" Yui
__ADS_1
"baiklah, kau harus menutup matamu dengan kain ini, agar kejutannya semakin menarik" William sambil menutup mata yui dengan kain hitam itu
William pun menggendong Yui ala bridal style, Yui pun tak tau ia akan dibawa kemana, beberapa menit kemudian saat William membuka menutup matanya, ia sangat terkejut. ia sudah berada di Speedboat William