
"bukan aku yang membawakan penderitaan untuk Rey, melainkan dirimu, yang telah membunuh ibu kandungnya, bagaimana jika aku menceritakan kejadian waktu itu kepada Rey, kira² bagaimana responnya, jika dia tau bahwa ayahnya sendiri lah yang membunuh ibu kandungnya, huh tuan William" Yui sambil tersenyum seringai
"hahahaha, akhirnya kau masuk dalam perangkap ku, sayang" William sambil memegang dagu Yui
Yui pun langsung menampar William berkali²
"Plak, plak, plak, plak" suara tamparan
kini saat akan melayangkan tamparan lagi, kini tangan Yui di tangkap oleh William, setelah ditampar berkali², kini dia hanya tersenyum smirk
"mengapa kau tak bersama wanita itu saja huh, sampai kau rela membunuh ku, mengapa, apakah wanita itu mengkhianati mu" Yui dengan tatapan kebencian, kini perasaannya bercampur aduk, dia ingin marah, dia ingin menangis, rasanya sakit jika mengingat kejadian itu, kejadian itu terus saja menghantuinya
"dia sudah ku mutilasikan" William sambil membersihkan darah yang berada di ujung bibirnya akibat dari tamparan Yui
"kau, benar² spikopat gila" Yui
tiba² saja tangan kekar William memegang leher jenjang Yui
"kenapa, apa kau akan membunuhku dengan cara mencekik ku" Yui
tiba² saja William langsung memeluk Yui dengan sangat erat
"kumohon, jangan pergi lagi, aku tak ingin melihat Rey menderita lagi" William dengan suara yang lembut
__ADS_1
"lepaskan aku, aku tak akan tertipu dengan omongan mu itu, baj*ngan seperti mu itu seharusnya tak berada di sisiku" Yui sambil mendorong untuk menjauh dari dirinya
Yui pun menuju ke arah pintu keluar, Namum saat ia akan membukanya pintu sudah terkunci
"buka pintunya, will" yui ,tanpa melihat kearah William
"Yui, kembali lah bersama ku" William
"huh, kembali, jangan harap William, aku akan bertunangan" Yui
"ck, mengapa aku harus berbohong berbicara seperti ini, menyebalkan" batin Yui
William pun langsung membuka matanya lebar², ia pun langsung ke arah Yui dan memojokkannya
"kau, tak boleh menjadi milik seseorang Yui, kau hanyalah milikku, jika tidak, akan ku bunuh tunangan mu itu, dihadapan mu" William dengan suara yang akan murka
"kau ini, sungguh egois yah, kau itu memang yang paling buruk Will, aku berdoa, semoga aku di jauhkan oleh orang seperti dirimu ini" Yui yang tak berani melihat wajah William
kini William pun langsung menggendong Yui di bahunya
"lepaskan aku William, TURUNKAN AKU, CEPAT TURUNKAN AKU" teriak Yui
William membawa Yui ke rubanah markas besar, ternyata disana ada sebuah kamar tersembunyi, kini William pun menurunkan Yui dan merantai tangannya
__ADS_1
"nahh..sekarang kau tak bisa lari dariku, Yui" William sambil tersenyum smirk
"mengapa kau melakukan ini will, MENGAPA" teriak yui
"haiss..sudahlah jangan berteriak sayang, perlu kah aku menjahit mulutmu itu" William sambil menghidupkan rokoknya
"kau, kau benar² gila Will, lepaskan aku hiks hiks" Yui yang menangis sambil berusaha melepaskan rantai yang berada di pergelangan tangan nya
kini William pun menuju ke arah Yui, kini dia menghisap rokoknya dan menghembuskan asap rokoknya ke hadapan Yui
"kep*rat kau William" Yui sambil menutupi hidung dan mulutnya menggunakan tangannya
"aku akan membebaskan mu, tapi ada syaratnya" William
"apa" Yui
"kembali lah ke kehidupan ku seperti dulu" William
"cihh, lebih baik aku mati jika menyetujui syarat mu itu" Yui
kini William pun mencengkeram rahang Yui
"akhh, sa sakit" yui yang menahan sakit di rahangnya
__ADS_1
"kau itu akan kembali ke kehidupan ku Yui, dengan paksaan, aroma tubuhmu ini, sungguh membuatku menginginkannya" William sambil mencium ujung rambut Yui yang indah dan wangi itu