Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 55


__ADS_3

selesai makan malam mereka semua menuju ke taman belakang, dan juga para pembantu disana


yui yang sedang duduk di kursi taman sambil menikmati angin malam yang sangat sejuk, sedangkan william yang sedang berbicara dengan ivan


"ada apa" william


"bos, sebaiknya kau besok bawa nyonya ke dokter kandungan" ivan


"hmm.. baiklah" william


setelah selesai berbicara dengan ivan, william langsung menuju ke arah istrinya tercinta


"yui" william


"hmm" yui


"besok kita akan ke dokter kandungan" william


"baiklah" yui dengan seyumannya


malam sudah berganti menjadi pagi, kini yui dan william sedang sarapan pagi, setelah mereka selesai sarapan, mereka langsung menuju ke dokter kandungan, selesai dari dokter kandungan bahwa yui sudah hamil 7 hari, yui ingin sekali kepantai jadi mereka memutuskan untuk kepantai


dipantai


"will, aku ingin kesana" yui sambil menunjuk ke arah lautan luas


"tidak boleh" william


"kenapa" yui


"pokoknya tidak boleh" william


"ishh..kau ini" yui sambil cemberut


"kau ini sedang hamil sayang, apa lagi kau tidak bisa berenang, kalo terjadi apa² gimana" william sambil mengeluarkan nafas kasarnya


"huh, terserah deh" yui, tiba² yui berlari menuju ke air pantai


"YUI" teriak william


"apakah wanita ini gila" gumam william sambil menyusul langkah istrinya itu, akhirnya william pun dapat mengejar yui dan langsung menangkapnya


"kena kau" william sambil memeluk istrinya itu dari belakang


"aku ingin menyelam ke dasar laut" yui


"kapan² saja ya sayang" william


"tidak" yui


"hmm.. bagaimana kalo besok" william

__ADS_1


"beneran, janji" yui sambil menunjukkan jari kelingkingnya


"janji sayang" william sambil menyatukan jari kelingking mereka


william langsung menggendong yui ala bridal


"ehh.. apa yang kau lakukan will, disini banyak orang" yui dengan wajah yang memerah


"tidak apa², semua orang akan tau kalo kita adalah pasangan yang sangat romantis" william


"ishh, terserah kau saja" yui


william langsung menuju ke mobil, beberapa menit kemudian mereka pun sampai di mansion


dimansion


"selamat sore tuan, nyonya" pak


"sore juga pak" yui dengan seyumannya, sedangkan william hanya mengangguk


mereka berdua langsung menuju ke kamar


dikamar


"will, besok jadikan" yui


"jadi sayang" william sambil bermain laptopnya


"hmm" william


beberapa menit kemudian yui selesai membersihkan dirinya, ia langsung berganti pakaian tidur


"will, aku akan turun kau menyusulah" yui


"iya" william yang masih bermain dengan laptopnya


yui pun langsung menuju ke dapur untuk memasak makan malam, ia memasak nasi goreng untuknya dan suaminya


dikamar


selesai william bermain dengan laptopnya ia langsung menelpon alex


"alex, besok kosongkan jadwalku" william dlm telpon


"baik tuan" alex


"bagaimana, kau dapat kabar dari andre" william


"sudah tuan, dia sudah mengurung 2 dalang itu di markas besar" alex


"bagus" william

__ADS_1


"tuan, saya ingin memberitau sesuatu" alex


"apa?" tanya william


"saat penyerangan terjadi di mansion ada seorang wanita yang menyerang arin saat itu" alex


"wanita? siapa?" tanya william


"carren" alex


"hahahaha... ohh.. ternyata wanita itu sudah beraksi, kalo begitu suruh andre untuk menyiksa mereka berdua sampai mereka akan memohon untuk dibunuh saja" william sambil terseyum miring


"baik tuan" alex


"baiklah, besok kau urus semua perkerjaan kantor sampai aku kembali" william langsung menutup telponnya


selesai menelpon william langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, selesai membersihkan dirinya ia langsung menuju ke bawah, ia melihat istrinya yang sedang menata makanan di meja makan


"kau yang memasaknya" william


"ya, cobalah, walaupun hanya sederhana saja, aku harap kau menyukainya" yui dengan seyuman manisnya


"baiklah akan ku coba" william


"bilang ya, kalo kurang sesuatu" yui


william pun memasukan 1 suap nasi gorenga ke mulutnya saat ia mengunyah makanan itu tiba² dia terdiam, mulutnya sama sekali tak bergerak


"ada apa, apakah tidak enak?" yui


"tidak, ini.. ini sangat enak" william ,ia sangat lahap memakan masakan istrinya itu


"benarkah" yui, ia langsung menyuapkan nasi goreng itu kemulutnya


"hemm, lumayan" yui


"besok aku ingin makan ini lagi" william


"baiklah, tapi.. dengan mereka semua kan" yui


"ya sayang" william


"terimakasih" yui


selesai makan malam mereka langsung menuju ke kamar


dikamar, william langsung menuju ke ranjang dan merebahkan tubuhnya diranjang


"sayang kau tidak tidur" william


"tidak, aku ingin mencari angin dulu" yui sambil membuka pintu teras

__ADS_1


yui pun duduk di kursi teras sambil bermain hpnya, sedangkan william yang sedang berbaring sambil menatap istrinya, tiba² saja petir besar menyambar membuat yui kaget


__ADS_2