Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 56


__ADS_3

yui pun duduk di kursi teras sambil bermain hpnya, sedangkan william yang sedang berbaring sambil menatap istrinya, tiba² saja petir besar menyambar membuat yui kaget


"sepertinya akan turun hujan" gumam Yui


Yui langsung bangkit dari dari duduknya ia langsung menutup teras ,ia melihat suaminya yang sedang memantaunya


"belum tidur?" tanya yui


"aku tak bisa tidur" William


"will, besok jadikan" yui


"ya sayang, sudah berapa kali kau bilang seperti itu kepadaku" William


"jadi kau marah gitu, kan aku cuman ingitin aja, takutnya kau lupa dengan janjimu" Yui sambil cemberut


"bukan begitu sayang, aku selalu ingat janjiku, dan aku tak pernah ingkar janji" william


"ohh..begitu ya, saat janji pernikahan kau akan selalu menjagaku sampai ajalmu, tapi mengapa aku sampai bisa kehilangan ingatanku, dan saat malam nya kau mengusirku dari mansion ini cuman gara² aku adalah pencuri yang sangat hina sehingga kau jijik melihat ku ini, sedangkan kau sudah menjauhkan orang tercintaku dan orang terdekat, parahnya lagi malam itu kau bertemu dengan seorang wanita bukan" Yui dengan mata yang sudah berkaca² dan juga dadanya yang terasa sangat sesak karena ia menahan air matanya itu


William hanya terdiam mendengar ucapan yui, membuat dirinya semakin frustasi dalam keputusan. William langsung memeluk istrinya itu tapi yui langsung menolak pelukan dari william


"jawab aku will, hiks...hiks...hiks.." Yui dengan tangisannya yang semakin menjadi

__ADS_1


"maaf..dia, dia... hanya orang suruhan dari kingdom dark agar bisa menjatuhnya black wolf" william


"kumohon maafkan aku" william sambil berlutut di hadapan yui


baru pertama kali seorang William Devano berlutut di hadapan seseorang, tapi sayangnya dia bukan orang biasa di kehidupan William, dia adalah orang paling istimewa di kehidupan William, orang yang paling dia cintai


"berdirilah, percuma aku mengatakan masa lalu yang menyakitkan, itu tak akan membuat masa lalu itu membaik dengan sendirinya


yui langsung pergi dari kamar, tapi William menghentikannya dan langsung mencium b*b*r yui, ciuman itu semakin dalam, membuat yui susah bernapas, yui berusaha melepaskan ciuman itu tapi tak bisa, william langsung menjatuhkan yui ke ranjang


"apa yang ingin kau lakukan will" yui


"aku menginginkan mu" william


william langsung menindih yui dan langsung mencium leher yui


"aku sedang hamil will" yui dengan suara pelan


mendengar perkataan istrinya membuat dirinya menghentikan aksinya


"maaf sayang" William sambil mencium kening istrinya


tiba² petir menyambar dengan keras berlangsungan dengan pemadaman

__ADS_1


"William" Yui


"tidak ada apa², aku disini sayang, tunggu sebentar yah aku akan memeriksa listrik nya, kau jangan kemana² ya, tetap dikamar oke" william


"ya jangan lama² will, aku takut" yui


"ya sayang" william


william langsung turun untuk mengecek listriknya dibawah sana sudah ada banyak pembantu yang menghidupkan lilin termasuk pak Sam William pun langsung mengecek listrik dimansion ternyata memang terjadi pemadapan, selesai ia ngecek listrik ia pun langsung menuju ke kamar


"jangan terlalu banyak menghidupkan lilin, cukup untuk di ruangan kalian, jangan sampai kalian membakar rumah ku paham" titah william


"paham tuan" semua pembantu


William pun langsung menuju ke kamar ,ia melihat istrinya yang sedang duduk diranjang sambil memeluk kakinya, William langsung menuju ke arah istrinya dan memeluknya dengan sangat erat


"ayo tidur" William


"tapi..disini sangat gelap, aku tak bisa tidur lampu kamar mandi tak hidup" Yui


"tak ada apa², ada aku disini yang akan menjagamu sayang" william sambil menyelimuti istrinya


"hmm" Yui

__ADS_1


mereka pun tidur dalam keadaan gelap gulita


__ADS_2