Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 92


__ADS_3

dengan berusaha keras menggunakan kedua benda itu untuk membuka pintu, akhirnya berhasil juga, kini Yui pun keluar dari kamar itu, setelah keluar ia kebingungan, lorong mana yang harus ia pilih, kanan atau kiri, lorong itu sangat gelap, sunyi, dan seram, kini ia pun memilih lorong bagian kanan, tiba² saja


"kau ingin kabur dariku, hmm" William sambil berbisik di telinga William


kini Yui sangat takut untuk melihat kebelakang, ia pun langsung berlari, tapi itu tak akan berhasil, kini dia sudah masuk ke kandung macan yang akan siap menyantap nya, Yui pun langsung di gendong di bahu William, kini ia membawa Yui ke kamar itu lagi, William pun langsung mengunci pintu kamar dan merantai ke dua tangan Yui ke ranjang, William pun langsung membuka kemejanya, dan menindih Yui tubuh Yui, dan langsung membungkam bibir Yui dengan bibirnya, kini jara² sedang bermain dibawah sana yang membuat sensasinya semakin panas, William pun melepaskan ciumannya kini ia merobek paksa pakaian Yui


"jangan Will, ak aku mohon" Yui


"kau yang telah membuatku seperti ini ini sayang" William yang berbisik di telinga Yui, ia pun menjilat daun telinga Yui


kini mereka pun sudah tak mengenakan apapun, kini William pun memasukannya secara paksa, kini hanya ada suara tangisan dan teriakan


kini Yui berusaha untuk mengambil pulpen hang berada di atas nakas


"kembalilah kepadaku Yui" William


"ak aku tak akan kembali" Yui


"kalo begitu aku akan menyiksamu seperti ini setiap hari" William yang menikmati aksinya


kini Yui pun menusuk pulpen itu ke arah dada William, namun dengan tusukan itu tak membuat William kesakitan


"william, ku, mohon, berhenti" Yui dengan napas yang tak beraturan


Yui pun pingsan karena kelelahan dan kesakitan, sudah 1 jam William melakukannya kini William pun berhenti

__ADS_1


"kau tetap sama seperti dulu yah Yui, masih sangat nikmat" William sambil menyelimuti tubuh Yui, ia pun memakai bajunya dan pergi begitu saja


keesokan paginya, kini William yang sudah berada di kamar Yui, sambil menikmati rokoknya dan menatap Yui yang masih tertidur pulas


"seperti nya kemaren aku sangat menyiksanya" batin William sambil mengembuskan asap rokoknya


kini Yui sudah membuka matanya secara perlahan


"sudah bangun" William


"ka kau" Yui


kini William pun mendekati Yui sambil melepaskan jasnya, Yui pun secepat kilat langsung menjauh dari William


"kau bisa berdiri" William


"pinggang ku rasanya sangat sakit" Yui


kini William melipat kemejanya sampai ke siku, ia pun menggendong Yui ala bridal style, menuju ke kamar mandi, selesai memandikan Yui kini William pun mengantikan pakaian Yui, dan menyisir rambutnya


"William, bisakah kau melepaskan ku, Adam pasti mengkhawatirkan aku" Yui


"Adam, siapa dia, tunangan mu" william


Yui pun menutup mulutnya dengan tangan nya

__ADS_1


"damn, aku keceplosan" batin Yui


"di dia" Yui


"baiklah" William


"ehh boleh kah seperti itu" batin Yui


"ayo" William sambil membuka pintu kamarnya


"sebenarnya apa yang akan direncanakan oleh William" batin Yui


kini William pun mengantar yui ke villa adamsion


"Adam" Yui


"yu Yui" Adam


kini Yui akan menghampiri Adam, namun tangannya di tahan oleh William, Adam yang melihat itu membuat rahangnya mengeras, ia pun langsung menghampiri Yui dan menarik tangan Yui yang lagi satunya


"lepaskan kekasihku" Adam


"lepaskan istriku" William


seperti ada aliran listrik di antara kedua laki² itu, kini mereka pun saling tarik menarik, yang membuat tangan Yui kesakitan

__ADS_1


__ADS_2