Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 64


__ADS_3

sampailah mereka di sebuah makam Yang sangat bersih dan dipenuhi dengan bunga, disana ada sebuah foto Seorang wanita cantik berumur 38 tahun, saat Yui melihat Poto wanita itu, ia rasanya pernah melihat wanita itu tapi dimana


"ehh..nyonya ini kan" batin yui


"Clara Devano, seperti nya aku pernah melihatnya, tapi..dimana, ohh iya..nyonya yang selalu bicara kepadaku, saat aku selalu pergi kepantai, pantas saja nyonya itu tak pernah kelihatan ternyata dia sudah, tak disangka anda akan menjadi ibu mertua saya" yui sambil menaruh setangkai bunga mawar di makam ibu mertua nya


"dia adalah ibunda ku, Yui" William dengan suara pelan, air matanya tiba² saja jatuh tanpa diminta


Yui yang melihat itu langsung memeluk william dan menghapus air matanya. setelah mereka berziarah ke makam ibunda William, mereka memutuskan untuk pergi ke swalayan


kini mereka sampai di swalayan terbesar di kota M


"kau ingin belanja apa sayang, mending kau menyuruh pak Sam" William


"kau ini, banyak omong sekali yah..ikuti aku saja ishh. Arin mana daftar belanjaan ku" Yui


"ini nyonya" Arin sambil memberikan daftar belanjaan


setelah beberapa menit mereka pun selesai memilih² barang belanjaan, mereka pun langsung ke kasir untuk membayar semua belanjaan, tiba² saja ada seorang pria yang menerobos antrian, kini pria itu ada di hadapan yui


"pak, antri dong, kasihan sama orang lain yang dari tadi antri, kagak punya sopan santun yah" teriak yui


semua orang disana tertuju pada keheboan yang di buat oleh pria itu


"bac*t" ucap pria itu sambil mendorong Yui

__ADS_1


"akhhh".....


"BERANINYA KAU MENDORONG ISTRIKU HAH" bentak William kepada pria itu


"ehh..itu bukannya tuan Devano" gumam orang² yang berada di sana


"SIAPA KAU HAH" bentak pria itu


"kau tak tau aku siapa, aku adalah William Devano, kaizo Arin tangkap pria itu" William


"Baik" Arin dan kaizo


"lepaskan aku, lepas" pria sambil memberontak


"william, lepaskan saja dia" yui


"kumohon" Yui


"haiss..baiklah" William sambil mengeluarkan napasnya dengan kasar


"arin, kaizo lepaskan b*jing*n itu" titah william


Arin dan kaizo pun lansung melepaskan pria itu


"bersyukurlah, karena nyawamu tak melayang, jika kau berani² lagi dengan istriku, seumur hidup kau akan menyesal, paham" William dengan nada tertekan

__ADS_1


"pa paham tuan, William" ucap pria itu dan ia langsung pergi


tak disangka ada seseorang yang memotret William dan yui, mereka tak menyadari akan hal itu, setelah mereka selesai berbelanja mereka pun langsung kembali ke mansion


Di mansion


kini Yui duduk di ruangan tengah sambil menonton tv tak di sangka Yui melihat dirinya dan William di berita tv, dikabarkan bahwa nyonya Devano kini mengandung pewaris keluarga Devano


"WILLIAM, WILL" teriak Yui


sontak William dan yang lain terkejut mendengar teriakan dari Yui, mereka langsung menuju ke ruang tengah


"ada apa" william


"lihat lah" Yui sambil menunjuk berita tv


"si*l, siapa yang berani melakukan ini" William, melihat dirinya dan istrinya yang sedang hamil besar yang sedang berbelanja di swalayan


"Arin kaizo cepat cari orang yang menyebarkan berita ini CEPAT" William


"baik" Arin dan kaizo


inilah yang di takutkan oleh William akhirnya terjadi, saat mendengar Yui hamil ia tak ingin public tau, tapi sayangnya sudah terlanjur musuhnya pasti akan mengincar istri dan anaknya itu, tapi ia tak akan tinggal diam saja, pasti William akan menemukan orang telah menyebarkan berita itu, dan akan memberinya pelajaran


disisi lain kini seorang pria paruh baya, yang sedang duduk sambil melihat berita tentang pewaris Devano yang akan lahir didunia ini

__ADS_1


"lihat lah Carla, anakmu itu ternyata sudah besar"....


siapakah pria paruh baya itu?...


__ADS_2