
di ruangan yui, william yang terus memegangi tangan yui sambil menangis dan melontar kata² maafnya
"yui aku mohon, maafkan aku, kalau kau tak ingin memaafkan aku tidak apa² yang penting adalah aku ingin kau selalu disisiku sayang, jadi aku mohon jangan tinggalkan aku" gumam yui menyesal dengan perbuatannya sendiri
malam pun tiba william yang ketiduran di samping yui karena lelah menangis terus
alex pun datang kerumah sakit
diruangan VVIP
"tuan, tuan" panggil alex
"hmm" william
"ada apa" william
"anda pulanglah tuan, pasti anda kelelahan menjaga nyonya" alex
"tidak aku akan tetap disini, kau uruslah semua perkerjaan dibawah maupun diatas" william
"baik tuan" alex
ivan pun masuk keruangan yui
"bos makanlah" ivan sambil membawakan makanan
"taruh saja disitu" william sambil menunjuk meja ,ivan pun menaruh makanan dimeja
"ivan, kapan yui akan bangun" william
"kalo di perkirakan, saya tidak tau bos" ivan
william langsung mengusap wajahnya dengan kasar
"kalian berdua keluarlah" william
"baik tuan" alex
selesai makan ia pun masih setia menemani yui yang masih berbaring
di pagi hari, william pun bangun ia melihat wajah yui yang disinari matahari sangatlah cantik dan ia pun mengeluas wajah istrinya dengan lembut
alex pun datang kerumah sakit untuk menjemput tuannya, dan juga membawa 2 anak buah tuannya untuk menjaga nyonya devano, alex pun masuk keruangan VVIP
"Tok Tok"
__ADS_1
"tuan semuanya sudah siap" alex
"baiklah ayo" william, sambil mencium kening istrinya
"tuan sangat mencintai nyonya yui, semoga nyonya yui bisa mengubah tuannya yang kejam menjadi lembut kepada semua orang, semoga nyonya yui cepat sadar amin" batin alex
saat william keluar dari ruangan yui ia memerintah 2 anak buahnya
"kalian jagalah nyonya Devano, jika kalian gagal menjaganya akan ku buat kalian lumpuh selamanya paham" william
"baik bos" kedua anak buah
william pun menuju ke mansion, disana sudah ada pak sam yang menyambutnya
"selamat datang tuan, bagaimana keadaan nyonya" pak sam
"kau sudah dengarkan dia masih koma" william
"sudah tuan, semoga nyonya cepat siuman" pak sam
william langsung meninggalkan pak sam, dia melihat andre dan kaizo di ruang tamu
andre dan kaizo pun membungkukkan badan mereka untuk memberi salam
"tuan kami sudah mendapatkan bukti siapa yang telah menabrak nyonya yui" andre
andre langsung memutarkan sebuah video dimana sebuah kejadian yui yang di tabrak secara sengaja oleh seseorang
"dia kan... jack arrgghhhh si*lan bocah itu lagi, dia tak ada takut²nya dia akan aku penggal kepalanya" william
anak buah william merinding mendengar ucapan dari bos mereka
"dari sekarang temukan dia dan langsung bawa ke markas kalo dia memberontak lumpuhkan saja dia, jangan sampek mati dia akan mengemis dengan ku agar cepat² hilang dari dunia ini selamanya ,cepatt" titah william kepada kedua tangan kanannya
"baik bos" andre dan kaizo langsung keluar dari mansion
"alex ayo kekantor" william
"baik tuan" alex
di kantor
"Tok Tok"
"masuk" william
__ADS_1
"hai will, bagaimana kabarmu" carren
"baik, kau" william
"baik juga, ohh.. ya kalo boleh tau kenapa kau kemaren tidak ke kantor" carren
"istri ku mengalami kecelakaan" william
"HAH..benarkah, bagaimana bisa" carren
"dia korban tabrak lari, sekarang dia sedang koma" william
"ya tuhan semoga saja yui cepat siuman" carren
"tapi kebalikannya hahaha" batin carren
"terimakasih" william
"ohh.. ya will, mau makan siang bareng gak" carren
"ohh.. maaf car, aku masih ada urusan" william
"ohh.. baiklah, kalo begitu aku akan pergi dulu" carren
carren pun keluar dari ruangan william dan menuju ke parkiran ia pun menelpon seseorang
"hallo sayang aku punya kabar baik" carren
"apa sayang" ucap pria itu dalam tlpon
"istri william mengalami koma" carren
"hahahahahah" tawa pria itu
"aku doakan semoga dia tidur selamanya" carren
"hahaha pastinya tak sia² kita merencanakan hal ini" ucap pria itu
"ya sayang, ya sudah dulu ya jack nanti akan ku hubungi lagi, bye² baby" carren
"ya sayang" jack
tak disangka ada seseorang yang merekam pembicaraan carren dengan seseorang di telpon ia adalah seketaris william
__ADS_1
Carren Blair