
keesokan paginya kini Yui masih terbaring di lemas di ranjang rumah sakit, Yui pun membuka mata nya secara perlahan tiba² saja di hadapannya sudah ada Michel
"YUI..." Teriak Michel
sontak yui pun langsung kaget
"kau.." Yui
"hahaha, terkejut yah" Michel
tiba² saja suara pintu kamar Yui terbuka dengan keras
"KAKAK" jastin langsung memeluk Yui
"syukur lah kakak baik² saja, aku sangat² khawatir" jastin
"kau kira aku akan mati" Yui
"iyaa" jastin
"dasar bocah laknat ,kau ini terlalu kebanyakan asupan Indosiar" yui
"aaaa..terserah kakak mau bilang apa yang penting kakak baik² saja dan aku jadi kakak horee" jastin
"adik siapa sih ini, menyebalkan" batin Yui
"dimana yang lain" Yui
"yang lain sedang melihat anakmu" Michel
"heii² aku ibunya, seharusnya aku lebih dulu yang melihat anakku" Yui
"halah² ,kau tau anakmu sangat tampan dan lucu, aku jadi ingin punya bayi" michel
"makannya cepat cari donk" Yui
__ADS_1
"belum ada yang cocok Yui" Michel sambil mengeluarkan napasnya dengan kasar
"tak apa suatu hari nanti akan ada seorang pengeran yang akan menikahi mu hahaha" Yui
"ye lah tu" Michel
tiba² saja ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Yui yaitu Arin sambil membawa makanan untuk Yui
"ehh nyonya anda sudah sadar, pas sekali saya sedang membawakan makanan anda" Arin
"terimakasih Arin" yui
"sama² nyonya" Arin
"ohh ya Arin, bisakah kau memanggil yang lain untuk segera kemari" Yui
"tentu nyonya" Arin, ia pun langsung pergi untuk memanggil yang lain
Yui pun langsung mengambil makanannya dan memakannya
"sekitar jam 10 pagi" Michel sambil melihat jam kecil yang melingkar di pergelangan tangannya
setelah beberapa menit kemudian Yui pun selesai memakan makanannya, setelah itu semua orang pun masuk ke kamar ruangan yui
"yui kau sudah bangun nak" Tina
"ibu" Yui yang akan berdiri untuk menuju ke ibundanya, tapi di halangi oleh ibunya untuk tetap diranjang, Tina pun langsung memeluk putri kesayangannya itu
"Bu apa kabar" Yui
"baik sayang, kau harus istirahat yg cukup yah, dan jaga kesehatan mu" Tina
"tentu Bu" Yui
"lihat lah anakmu sayang, dia sangat manis dan tampan" Tina memberikan cucunya kepada ibunya
__ADS_1
"ya Bu, putraku sangat tampan, ohh yaa ngomong² diberi nama siapa dia" Yui
mendengar ucapan yui semua orang langsung terdiam
"hmm..namanya adalah Rendy Devano, kalian bisa memanggil anakku Rey" William
"wahh² nama yang bagus" zeke
"iyaa itu sangat bagus" Michel
"ohh ya Bu, kak Yuri dan kakak ipar tidak datang" Yui
"tidak nak, dia akhir² ini sangat sibuk, katanya kapan² dia akan menemuimu" tina
"hmm..baiklah" Yui
selesai berbincang² mereka pun bubar, keluarga Yui kini berada di mansion, kini hanya Yui dan William di RS
"anak kita sangat tampan yah" Yui
"iyalah, siapa dulu kan aku ayahnya" William
"ye lah tu, ohh ya ngomong² kapan aku bisa keluar dari RS" Yui
"kata Ivan besok kau bisa keluar" William
"hmm..baguslah" Yui
tiba² saja william langsung mencium kening Yui dan memeluknya dengan sangat lembut
"terimakasih, aku sangat mencintaimu sayang" William
"sama², aku juga sangat mencintaimu Will" Yui pun membalas pelukan dari sang suami
keesokan paginya kini Yui sedang bersiap² untuk pulang ke mansion di bantu oleh arin, setelah selesai beres² mereka pun langsung menuju ke mansion beberapa menit pun mereka sampai
__ADS_1