Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 106


__ADS_3

tiba² saja lampu pun hidup kembali, setelah beberapa menit lampu mati lagi, beberapa jam kemudian kelas pun selesai lampu pun masih mati, semua murid sudah pulang kecuali Yeri, Hendry, ellisa, dean,Deanda, dan Ken. mereka masih di dalam kelas sambil bermain kartu uno


"kita mulai yah, yang kalah harus pergi ke gudang sekolah dan meninggalkan pulpen ini di meja itu" Yeri sambil mengangkat pulpennya


"baiklah" ucap semuanya kecuali, Yeri dan Hendry


"tapii" Hendry


"huuuu bilang aja takut" Deanda


"Lo ikut atau kagak" Yeri


"iya²" Hendry


beberapa jam kemudian, permainan uno pun selesai, kini yang kalah adalah..... Hendry


"silakan" Yeri sambil menyodorkan kan pulpennya ke Hendry dan sambil tersenyum


"haiss, kenapa harus aku sih yang kalah, ck, sini" Hendry


"byee, adikku" Yeri sambil melambaikan tangan


Hendry pun langsung menuju ke gudang sekolah


"apa tidak apa² jika malam² ke gudang sekolah" Deanda


"entah" Yeri

__ADS_1


"kau ini bagaimana sih, kalo terjadi apa² dengan Hendry bagaimana" ellisa


"Yaa, apalagi kau memilih orang yang salah" Ken


"salah" Yeri sambil mengangkat satu alisnya


"dia akan orangnya penakut" Dean


"iyaa, takutnya dia pingsan sangking takutnya" Deanda


"itu tak mungkin" Yeri sambil meniup kuku jari tangannya


kini di posisi Hendry, ia sangat ketakutan setengah mati, ia selalu kepikiran dengan perkataan dari Yeri, ia berkata, di gudang sekolah terdapat meja yang dulunya adalah bekas murid yang bunuh diri, ia selalu berdiam dengan mejanya itu, yang paling menakutkan nya adalah Hendry harus menaruh pulpen itu di meja tersebut


"Yeri si*lan, awas saja kau" Hendry


"ehh itu bukannya suara Hendry" Ken


"iya yah" Dean, ia pun bangkit dari duduknya dan mengecek di depan kelasnya


Yeri pun ikut mengecek, kini Hendry sampai di depan kelasnya dengan napas yang tek beraturan


"si*lan, kau Yeri, kau mem, buatku, ketakutan, setengah, mati" Hendry dengan napas yang tak beraturan


kini Deanda pen memberikan air minum ke Hendry


"thanks, da" Hendry, ia pun mengambil botol minum itu dan meminumnya sampai habis

__ADS_1


"ck, keparat kau Yeri" Hendry


"hahaha, siapa suruh kalah" Yeri sambil tersenyum seringai


"cih" Hendry


keesokan harinya mereka pun mengecek pulpen itu ke gudang sekolah pas saat jam pelajaran


Yeri, dan yang lainnya pun ke gudang sekolah, saat masuk mereka pun langsung menghampiri meja itu, saat di lihat di atas meja itu tak ada pulpen, kini mereka pun mengecek² dimana pulpen itu


"Lo benarkan Taru di sini" Yeri sambil menunjukkan meja seram itu


"I iya, bener kok" Hendry


"ayoo cari" Ken


kini ellisa menemukan pulpen itu, yang berada di kusen jendela


"oii, lihat ini, aku menemukan pulpennya" ellisa sambil mengangkat pulpen itu


"huh, bagaimana bisa pulpen itu disitu, aku benar² menaruhnya di meja ini" Hendry sambil menunjuk meja seram itu


"atau jangan², dia" Deanda


kini tiba² saja hendry pingsan karena takut, jelas² saat menerima tantangan itu dia menaruhnya di atas meja tersebut


"HENDRY" teriak Deanda dan Yeri

__ADS_1


kini Hendry pun dibawa ke UKS sekolah


__ADS_2