Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 96


__ADS_3

BAGI KALIAN YANG BERAGAMA MUSLIM


Minal Aidin Wal Faizin


MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


MAAFIN AUTHOR YA GUYS, JIKA ADA KATA² YANG KURANG ENAK BUAT KALIAN, AUTHOR MINTA MAAF YA GUYS, SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU, DI LANCARKAN REZEKINYA. AAMIIN


"1,2,3" Andre ia pun menarik pelatuknya dan tepat mengenai kepala dari David, addy yang melihat langsung menusuk Yui dari depan pas di bagian perutnya


semua orang yang melihatnya langsung melongo, kini Yui perlahan² akan jatuh dan tumbang, kini William pun langsung menembak addy tepat di kepalanya sebanyak 3 kali


"bos, cukup dia sudah mati" kaizo


kini William langsung menghampiri Yui yang sudah tak sadarkan diri


"Yui" William sambil memangku kepala Yui di pahanya


kini William pun perlahan² mengambil pisau yang masih menancap di perut Yui, setelah pisau itu di keluarkan kini ia membalikkan kain di perut Yui, agar tidak menjadi pendarahan, kini William langsung membawa Yui ke rumah sakit, kini di RS Ivan mereka sudah menunggu berjam² di depan ruang operasi Yui


"ayah, apakah kak dhasa akan baik² saja" Rey


"dia, dia akan baik² saja Rey" William sambil mengelus kepala putra nya


"kaizo antar Rey pulang" William


"baik" kaizo


"tapi ayah" Rey


"dengarkan ayah sekali saja Rey" William sambil memijat kepalanya, ia sangat khawatir jika terjadi sesuatu kepada Yui


"hmm, ya yah" Rey

__ADS_1


"bagaimana aku harus mengatakan ke Adam, ehh mengapa aku harus mengkhawatirkan nya, ck" gumam William


kini William pun mengambil hpnya dan menelpon seseorang


"siapa" ucap seseorang dalam telpon


"William" William


"dimana Yui, kau menyembunyikan Yui lagi huh, katakan" ya, orang itu adalah Adamsion


"kumohon, dengarkan lah aku dulu Sion" William


"Sion, dia, tadi dia memanggil ku Sion, dia ini kesambet apa sih" batin Adam


"apa" jawab Adam cuek


"sekarang datang lah ke RS xxx" William


"tak usah banyak bicara cepatlah datang" William


"ck, baiklah" Adam, ia pun memutuskan telponnya


kini Adam pun sampai di RS xxx, kini ia melihat William yang sedang duduk di depan ruangan operasi


"William" Adam


kini William langsung menoleh ke sumber suara


"Sion" William


"apa yang terjadi" Adam


"Yui, Yui saat ini tengah di operasi" William

__ADS_1


"apa, apa maksudmu hah" Adam sambil mencengkram kerah baju William


"dengarkan dulu aku bicara Sion" William sambil berusaha melepaskan cengkraman Adamsion


kini William pun menceritakan semua kejadian yang telah menimpah Yui, Adamsion pun langsung shock


"siapa, orang² itu" adam


"seperti nya mereka, bukan lah organisasi yang berkembang" William


"maksud mu, hanya preman biasa" Adam


"hmm" William


kini Ivan pun keluar dari ruangan operasi


"bagaimana keadaan Yui" William


"nyonya Yui, telah" Ivan sambil mengeluarkan napas kasarnya


"apa maksud mu huh" William sambil mencengkram kerah baju Ivan


"ehh.. tenang dulu bos maksud saya nyonya Yui telah melewati masa kritisnya begitu maksud saya" Ivan bicara tanpa adanya koma


"ck, kau ini bicara yang benar dong" William sambil melepaskan kerah baju Ivan secara kasar


"apa aku boleh menjenguk nya" Adam


"sebentar tuan kita pindahkan dulu nyonya Yui di ruang inap VVIP" Ivan


"baiklah" Adam


kini William dan Adam pun berada di ruang inap yui, adam yang melihat wajah Yui yang pucat kini ia memegang nya dengan sangat lembut, namun tiba² saja tangganya si tepis oleh William

__ADS_1


__ADS_2