
saat Michel menatap Adam, kini Adam juga menatap Michel, pandangan mereka saling mengunci
"dia cantik" batin Adam
"dia tampan" batin Michel
"ekhem" William
"Michel kenalkan, dia Adam" Yui
"Michel" Michel sambil cengar-cengir
"senang bertemu dengan mu, Michel" Adam
"hmm" dengan seyumannya
"tok tok" suara ketukan pintu
"masuk" William
"nyonya" Arin langsung memeluk Yui
"syukurlah nyonya baik² saja, saya sangat khawatir" Arin sambil menangis
"aku sekarang baik² saja Arin, sekarang kau tak usah khawatir lagi" Yui yang mengelus punggung Arin
"aku sangat rindu dengan anda, kita sudah tak bertemu selama 6 tahun" Arin sambil melepaskan pelukannya
"aku juga sangat rindu dengan mu ,Arin" Yui
"ekhem, kau tak merindukan ku" Michel
"Michel, tentu saja" Arin, ia pun sambil memeluk Michel
"ekhemm, permisi waktunya nyonya Yui istirahat" Ivan
kini tak ada yang mendengar kan ucapan Ivan, semua orang asik sendiri
"apa² an mereka ini, mereka mencueki ku" batin Ivan yang sedang kesal
"oii" teriak Ivan, suara lakinya pun keluar
__ADS_1
kini pandangan mereka semua tertuju kepada Ivan
"kau ini berani sekali berteriak di depan bos mu, apa kau mau mati huh" William dengan tatapan tajam ke arah Ivan
"tauk ihh Ivan" Arin
"menyebalkan" Michel
"sudah², kasihan Ivan, ada apa" Yui
"tolong semuanya keluar, nona harus minum obat dan istirahat" Ivan
kini semua orang pun keluar, William pun mengantar Rey pulang
di RS Ivan
"apa anda yang menyelamatkan nyonya Yui" Arin
"Hmm" Adam
"tapi, mayat nyonya Yui saat, berati" Arin
"itu pasti mayat orang lain, karena wajahnya yang sudah hancur, mereka mengiri mayat itu adalah Yui" Adam
"mungkin itu hanya kebetulan belaka" Adam
"hmm, kalo begitu aku pergi dulu, bye" Arin sambil melihat jam kecil yang melingkar di pergelangan tangan nya
"ahh, baiklah" Adam
kini tinggal adam dan Michel yang berada disana
"hmm, kau sudah makan" Adam
"belum" Michel
"bagaimana kalo kita keluar, mencari makanan terdekat di dekat sini" Adam
"hmm, baiklah" Michel
kini mereka berdua pun menuju ke restoran terdekat di RS
__ADS_1
beberapa hari kemudian, kini Yui sudah keluar dari RS dan lukanya sudah kering, kini ia berada di villa Adam bersama Michel, Arin dan putranya, Rendy
"bagaimana kabar Tasya" Yui
"dia baik² saja, sekarang dia berada di kota A" Michel
"apa dia tak melanjutkan kuliah nya" Yui
"tidak" Michel
"mengapa" Yui
"entahlah, aku turuti saja apa kemauan nya" Michel
"nyonya" Arin
"ya Arin" Yui
"apa anda tidak memberitahu keluarga anda, tentang kondisi anda" Arin
"ohh ya, apa anda belum tau sesuatu" Arin
"belum tau apa" Yui
"kalo" Arin, sambil menatap Michel
"hmm, itu ibu sudah, sudah tiada" Michel
kini Yui sangat terkejut saat mendengar bahwa ibu ya sudah meninggalkan selamanya
"ba bagaimana bisa, kapan ibu" Yui sambil menangis
"saat acara pemakaman mu, dia" Michel yang tak kuat untuk bicara, kini ia langsung memeluk Yui
"aku, aku sangat takut untuk menemui keluarga ku Michel" Yui sambil menangis sejadi jadinya
"sudah², jangan menangis lagi" Michel sambil menghapus air mata Yui
"ibu, jangan menangis" Rey sambil memegang punggung tangan Yui
"Rey, ibu tidak menangis lagi kok" Yui sambil menghapus air mata nya
__ADS_1
"aku ingin bicara dengan kalian, aku akan mengambil hak asuh Rey" Yui
"HUH" Arin dan Michael secara bersamaan