Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 87


__ADS_3

malam Hari,di kota M


"ayah² lihat ini, dia adalah kak dhasa" Rey sambil menunjukkan Poto nya yang sedang bersama dengan Yui


"wajahnya sangat mirip, tak ada perbedaan di antara mereka" batin William


kini William pun memberi tau Andre untuk mencari informasi tentang dhasa, mengapa wanita ini sangat dekat dengan putranya


di pagi hari kini, Michel dan Tasya akan pergi ke kota M untuk menjenguk Rey dan berziarah ke malam sahabat, setelah beberapa jam kini mereka pun sampai di kota M di sore hari


di bandara kota M


"hmm, suasana kota M dan kota A sangat berbeda, disini sangat sejuk" gumam Tasya sambil celingak celinguk kesana kemari


"Tasya, ayo jangan bicara sendiri seperti orgil" Michel yang sudah meninggalkan Tasya


"ck, iya iya, tunggu aku" Tasya


kini mereka pun sampai di hotel yang Michel pesan, keesokan harinya mereka berangkat ke kediaman Devano


di mansion William, Michel dan Tasya pun masuk ke dalam mansion


"Rey" Michel


"ibu Michel" Rey sambil memeluk Michel, Rey sudah menganggap Michel sebagai ibunya, begitu juga dengan Michael yang sudah berjanji kepada Yui untuk menjaga anaknya dan merawatnya


"Rey sangat merindukan ibu" Rey dengan mata yang berkaca²


"ibu juga sayang, ehh kenapa Rey menangis" Michel sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi Rey

__ADS_1


Tasya yang dari tadi celingak celinguk kesana kemari, ia sangat terpesona dengan kemewahan dan keindahan mansion kakak iparnya itu, Tasya yang sudah menganggap yui seperti kakak kandungnya sendiri


"ibu, kakak ini siapa" Rey


"dia adalah adik ibu, namanya Tasya" Michel


"kakak sangat cantik" Rey


"ahh.. terimakasih, kau juga sangat tampan" Tasya sambil mengelus kepala Rendy


kini William pun sudah pulang, dan diikuti oleh Alex


"Michel, kau" William


"ahh..maap will, aku kesini tanpa mengabari mu" Michel


"hmm, tak apa" William


"putraku, apakah kau merindukan ayah" William sambil menggendong Rey


"hemm" Rey sambil menganggukkan kepalanya


saat Alex masuk, pandangannya langsung menuju arah gadis cantik yang sedang duduk di sofa yaitu Tasya, kini Tasya dan Alex pun saling menatap, kini pandangan mereka saling mengunci


"ehemm" William


kini kedua orang itu pun langsung melepaskan pandangannya mereka


"kalian saling kenal" William

__ADS_1


"ti tidak" Tasya


"tidak" alex dengan cuek


ucap mereka bersamaan


"ohh ya will, perkenalkan dia adik perempuan ku, Tasya" Michel


"senang bertemu denganmu" William


"saya juga tuan William" Tasya


"panggil saja dengan nama saya" William


"baiklah" Tasya


"ayah², aku ingin pergi bersama ibu Michel dan kakak Tasya" Rey


"hmm..baikalh, Michel tolong jaga dia" William


"hmm,tentu" Michel


"Alex,temani mereka pergi" William


"baik tuan" Alex


kini Alex,Michel,tasya, dan Rey berangakat untuk jalan², tak selang kemudian Andre pun datang ke mansion William


"bos, ini yang anda minta kamaren" Andre sambil memberikan sebuah map coklat itu kepada William

__ADS_1


William pun membuka map itu dan membacanya, ia terkejut, ternyata wanita itu sangat dekat dengan seseorang yang pernah ia sebut sebagai teman, dan ia melihat info lain bahwa wanita itu seumuran dengan Yui, kini William pun tersenyum smirk


"biarkan wanita itu bertamu dirumah ku, aku akan menyiapkan sesuatu yang akan membuktikan bahwa, wanita itu bukanlah orang jauh, melainkan orang yang sangat dekat denganku dan dengan yang lainnya" gumam William dengan terseyum smrik dan melipat tangannya di dadanya


__ADS_2