
dikota A
setelah beberapa hari akhirnya michel menemukan dokter yang membantu yui saat pendonoran, kini dokter itu sudah pindah dari RS sebelumnya, kini dia berada di RS xxx3
RS xxx3
"ada yang bisa saya bantu nona" ucap seorang wanita resepsionis
"saya ingin bertemu dengan dokter laura" michel
"apakah anda sudah membuat janji dengan dokter laura nona" ucap wanita resepsionis itu
"sudah" michel
"baik, ruangan dokter laura ada diruangan 5 nona" ucap wanita itu
"baik terimakasih" michel
diruangan dokter laura
"Tok Tok"
"masuk" ucap seorang wanita yang sudah berusia 37 tahun yaitu dokter laura
michel pun memasuki ruangan laura
"ehh nona michel, silakan duduk" laura
"terimakasih" michel
"bu laura sudah mendapatkan data² pendonor ginjal di tahun 20xx" michel
"sudah nona, ini" laura sambil memberikan sebuah data pendonoran ginjal
michel pun langsung mencari nama Yui Bran, tiba² ia kaget saat melihat data halaman XXX
"bagaimana bisa, dia, dia adalah wi william" gumam michel
"bu laura, tolong salin data di halaman XXX ini" michel
"baik nona" laura
"terimakasih, besok saya akan mengambilnya" michel
"baik" laura
"saya permisi" michel, ia langsung meninggalkan RS itu
di mobil
"hallo" yui dalam telpon
"yui, aku, aku sudah mendapatkan informasi siapa yang menyelamatkanmu saat itu" michel
"siapa" yui
"dia, adalah" michel
"siapa chel" yui
"dia adalah suamimu, William Devano" michel
yui yang mendengar ucapan michel di telpon, dirinya seperti tersambar petir
"kau tak salah bicarakan chel" yui
"tidak yui, saat aku melihat datamu itu, aku juga sangat terkejut" michel
"baiklah, terimakasih infonya maaf aku merepotkanmu" yui
"ahh..tidak sama sekali kok" michel
"baiklah, kalo begitu sudah dulu ya" yui
"ya bye" michel langsung memutuskan telponnya
yui yang masih kepikiran dengan apa yang di katakan oleh michel, selama beberapa hari ini yui mengurung dirinya dikamar ia juga jarang makan, walaupun makanan sudah di antarkan oleh pak sam, sedangkan william yang berada di kota Q karena ada beberapa urusan pekerjaan
__ADS_1
"tok tok"
"masuk" yui
"nyonya ini makan siang anda" pak sam yang sedang mengantar makanan kepada yui
"taruh saja di meja" yui tanpa menatap pak sam
"nyonya makanlah anda dari pagi belum makan, tuan akan khawatir jika nyonya akan sakit" pak sam
"baiklah aku akan makan, pergilah" yui
"baik nyonya" pak sam langsung keluar dari kamar yui
"bosannya" yui sambil mengeluarkan napas kasarnya
malam pun tiba, william pun tiba di mansionnya setelah beberapa hari dikota Q
Di mansion
"selamat datang tuan" pak sam
"hemm" jwb singkat william
"dimana istriku" william
"nyonya berada dikamar tuan" pak sam
"apa dia sudah makan" william
"makan siangnya sudah di habiskan saat saya mengantar makan malam untuk nyonya" pak sam
"hmm..baiklah" william
"apa yang akan dilakukan wanita itu" batin william
dikamar
yui yang duduk di kursi teras kamarnya, cuaca yang akan turun hujan lebat, tak ada cahaya bintang sama sekali di langit, yui yang tak sadar dengan kedatangan suaminya di kamar
"sedang apa dia" gumam william
"DUAR"
lamunan yui pun tiba² hilang, karena adanya petir yang sangat besar
"ehh.. kenapa tiba²" batin yui
air hujan pun terus dengan sangat lebat, angin yang sangat kencang, sepertinya badai akan datang
yui mengulurkan tangannya dan menyentuh air hujan yang sangat lebat, ia pun berdiri menuju ke kamar dan menutup pintu teras
"ehh..ada orang kah di kamar mandi" gumam yui
"jangan² william sudah datang" batin yui
seorang pria keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya, yang memperlihatkan dada bidangnya yang sangat kekar
"kapan kau datang" yui
"tadi" william
"ohh.." yui
"kau sudah makan" william sambil melihat ke arah meja kamar yang memperlihatkan piring yang masih utuh nasi dan lauk
"belum" yui
"kalo begitu ayo turun kebawah" william
"hmm.." yui
william dan yui pun turun ke bawah untuk makan malam, selesai makan malam yui langsung ingin menuju ke kamarnya
"yui tunggu" william
yui dengan kaki yang akan menaiki tangga terhenti karena william memanggilnya, ia langsung menoleh kearah william
__ADS_1
"ada apa" yui
"aku ingin bicara, ayo kita keruang tengah" william
"hmm.." yui
diruang tengah, yui duduk di sofa jauh dari tempat duduk william
"katakanlah" yui sambil menyenderkan punggungnya ke sofa
"aku, aku minta maaf, atas perbuatanku selama ini kepadamu, dan tolong janganlah menjauh dari kehidupanku" william sambil menundukkan kepalanya
"huh, kau bilang jangan menjauh dari kehidupanmu, egomu dan sikapmu itu yang membuat diriku ingin sekali menjauh dari kehidupanmu untuk selamanya camkan itu" yui dengan nada tertekan, yui langsung bangkit dari duduknya dan ingin menuju ke kamar, tapi william ia memegang tangan yui
"yui, kumohon" william
"APA LAGI" yui sambil menepis tangan william yang berada di pergelangan tangannya, tiba² william memeluk yui dengan erat
"lepaskan will" yui yang memberontak tapi tak bisa karena tenaganya tak sebanding dengan william, yui pun pasrah ia tak akan lepas dari pelukan william itu akan membuatnya lelah sendiri jika ia akan memberontak terus
"yui, beri aku satu kesempatan lagi aku mohon, aku sangat mencintaimu" william
"baiklah, tapi lepaskan aku dulu" yui
william langsung melepaskan pelukannya
"beri aku waktu" yui sambil menuju ke kamar
"baiklah" william
keesokan harinya, jam 08.00 yui dan william sudah berada di meja makan, disana tak ada pembicaraan hanya ada suara sendok dan garpu, selesai makan william langsung menuju ke kantor sedangkan yui yang berada di kamarnya ia sedang menunggu arin datang menjemputnya karena mereka akan keluar
"Tok Tok"
"masuk" yui
"nyonya anda sudah siap" arin
"sudah, ayo" yui
tiba² "DOR, DOR, DOR, DOR, DOR"
"apa yang terjadi" yui
"ada apa ini" arin
yui langsung mengecek di jendela kamarnya, banyak sekali orang yang berpakaian serba hitam, membawa senjata api, dan memakai topeng
"apa rumah ini di rampok" yui
"bukan nyonya, ini pasti ulah musuh dari tuan william" arin, arin langsung mengambil ponselnya dan menelpon kakanya
"KAKAK" arin dalam telpon
"apa" andre
"musuh menyerang mansion" arin
"APA" andre
"CEPAT" arin langsung mematikan telponnya
andre yang baru mendapatkan kabar dari adiknya, ia langsung menelpon tuannya, andre dan kaizo langsung menuju ke mansion sambil membawa anak buah Black Wolf yang berada di markas besar kota M
di kantor
"rapat di batalkan" william
"ehh tuan" alex, sambil mengikuti tuannya
"ada apa tuan" alex
"mansion di serang oleh musuh" william
"APA" alex
"CEPAT SIAPKAN MOBIL" teriak william
__ADS_1
"Ba baik tuan" alex