Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 50


__ADS_3

di RS ivan, dirungan yui


"yui" tina dengan mata yang berkaca², tina langsung memeluknya


"ibu sangat takut kehilanganmu hiks.. hiks.." tina, air matanya yang sudah membanjiri wajahnya, begitu juga dengan yuri dan michel, yui yang tampak bingung, ia yang bernyata kepada dirinya sendiri siapa mereka semua


"siapa kalian semua" yui


semua keluarga yui termasuk michel mendengar perkataan yui seperti tersambar petir, mereka baru ingat kalo yui hilang ingatan


"aku ibu mu sayang" tina


"ini zeke ayahmu, ini yuri kakakkmu, ini jackson kakak iparmu, ini jastin adik laki lakimu, dan ini michel sahabatmu dari kecil sampai sekarang" tina


tiba² air mata yui mengalir di wajahnya


"ehh.. mengapa aku menangis" batin yui


mereka pun berbincang² setelah beberapa hari kemudian yui pun di perbolehkan pulang dari RS


dimansion


yui yang sedang duduk dengan tina, yuri, dan michel di ruang tengah, Mereka sedang melihat album poto keluarga


"lihat ini kau dan michel saat umur 15 tahun" yuri


"aku" yui


"iya" yuri


"kau ingat sesuatu yui" michel


yui hanya menggelengkan kepalanya


"ohh..ya yui nanti sore kau mau tidak kepantai" michel


"hmm.." yui sambil menganggukkan kepalanya


jam 3 sore michel dan yui pun siap² untuk pergi kepantai


"mau kemana" william


"pantai" yui


"ohh.. aku ikut" william


yui pun melirik ke michel, michel pun mengangguk, yui pun membalas dengan seyumannya, william pun membawa anak buahnya yaitu, andre, kaizo, dan arin


sampaipun mereka di pantai


"wahh.. indahnya" gumam yui


michel terseyum lembut dan menatap sahabatnya itu yang sedang memandangi pantai


"arin, ayoo..." yui


"ehh.. tidak nyonya" arin


yui langsung menarik tangan arin dan michel, ia langsung berlari di pinggir pantai, arin dan michel pun berlari karena tangan mereka ditarik oleh yui


"yui.. tunggu kau mau kemana" william


"tuhan, terimakasih kau memberikanku kebahagiaan seperti ini, walaupun aku tak tau jati diriku yang sebenarnya, aku akan menjalakannya dengan kata hatiku" batin yui


"nyonya pelan² anda baru sembuh" arin


"ya yui, aku juga sudah lelah" michel dengan napas yang tak teratur


"hahaha.. kalian ini, begitu saja sudah lelah ya, ya sudah ayo kita duduk" yui


mereka pun duduk di pinggir pantai sambil menikmati ombak laut


"ohh.. ya bagaimana kalo kita berfoto" michel


"boleh²" yui


"arin ayo" yui


"setelah bangun dari koma, sifat nyonya sudah sangat berubah" arin sambil terseyum hangat ke arah yui


cekrik, cekrik, cekrik


"sudah²" yui


"ayolah sekali lagi" michel


"baiklah" yui

__ADS_1


cekrik


"coba lihat" yui


"ini" michel


"wahh.. hasilnya sangat bagus, nanti kirimkan ke aku dan arin yah chel" yui


"baiklah" michel


"ternyata kalian disini" william


"william, ayo kita jalan² kesana" yui


"kau ini baru sembuh yui" william


"ayolah, kalian jalan² lah juga" yui sambil memegang tangan william


"oke" michel


"michel" kaizo


"hmm.." michel


"ba bagaimana, ka..kalo, kita ja jalan juga" kaizo dengan wajah yang memerah"


"hmm.. baiklah, ayo" michel


"ciri², orang naksir" batin arin, dan andre


"arin, kita kemana" andre


"kak, ayo kita duduk disitu" arin


"baiklah" andre


"william, seberapa besar kau mencintaiku" yui


"hmm.. sebesar aku mencintai diri ku" william


"ohh..ya, william aku boleh tanya sesuatu kepadamu" yui


"apa" william


"saat aku sadar dari koma ku, dimana keluargamu" yui


"ihh..kau ini selalu saja menyembunyikan sesuatu dariku" yui


"hahaha.. sesuatu apa sayang" william


"ahh..entahlah, repot berbicara denganmu ini" yui


"yasudah, terserahmu saja sayang" william


"ohh ya, kata arin kau memiliki perusahaan terbesar di kota ini" yui


"iya, ada apa" william


"kata arin selain memiliki perusahaan terbesar, kau juga punya perkerjaan lain, apakah benar" yui


"iya" william


"apa itu" yui


"rahasia" william sambil berbisik di telinga yui


"ishh..tu kan, pasti banyak banget rahasia yang kau sembunyikan dari ku" yui sambil mencubit perut william


"akhh.. sakit sayang" william yang berpura², sakit saat dicubit oleh yui, walaupun cubitan itu tak sakit


"beritau aku" yui


"iya², nanti akan aku beritau" william


"benar yah" yui


"iya" william


"janji" yui sambil menunjukkan jari kelingkingnya


"ya sayang iya" william sambil menyatukan jari kelingkingnya dengan milik yui


jam 5 sore, mereka pun pulang


Di parkiran


"kalian duluan saja, aku dan yui ingin kesuatu tempat" william

__ADS_1


"baiklah hati²" michel


"kau juga" yui


di dalam mobil


"kita mau kemana" yui


"nanti kau juga tau sayang" william


"hmm, baiklah" yui


sampai pun mereka di tengah hujan yang lebat


"will, kau mau membawa ku kemana" yui


"tak usah takut sayang" william


yui yang mulai panik, tiba² ia melihat tembok yang amat tinggi


"tempat apa ini, seram sekali" batin yui


"kita sudah sampai" william


yui pun turun dari mobil


william dan yui pun memasuki markas besar Black Wolf


"selamat datang bos, nyonya yui" para anak buah william yang menjaga depan markas


"mari tuan" ucap anak buah andre yang bernama riko


"KALIAN SEMUA BERKUMPULAH" titah william kepada semua anak buahnya


"kalian tau siapa dia" william


"nyonya devano" semua anak buah


"kau" yui dengan perasaan takut dan panik


"hmm, mafia" william


"mafia" yui


william langsung tersenyum miring kehadapan yui


yui langsung membuka hpnya, dan mencari nama William Devano di internet, ia melihat banyak sekali kasus tentang kekejamannya ia juga melihat berita kalo suaminya adalah pemilik kota M, yui dengan perasaan yang campur aduk, ia ingin marah, ia sangat panik dan takut ia ingin sekali meninggalkan tempat menyeramkan ini tiba² ada sesuatu yang melintas di kepalanya, ia mengingat sesuatu yaitu, ada seorang pria yang disiksa menggunakan pisau dan juga mendengar suara tangisan seorang perempuan, ia terus memegangi kepalanya karena sakit, tiba² ia pun pingsan


"yui" william


william langsung menggendong yui, ia pun mengkode kepada riko untuk memubarkan semua anak buahnya


"baik tuan, SEMUANYA BUBAR" titah riko


william langsung menuju ke mansion


di mansion


"nak ada dengan yui" tina yang panik dengan keadaan yui


"tiba² dia pingsan bu" william


"alex cepat telpon ivan, suruh ia kemari, cepatt" william


"baik tuan" alex langsung mengambil hpnya di dalam sakunya


beberapa menit kemudian ivan pun datang kemansion


di kamar yui, disana sudah ada keluarga yui, arin, alex dan andre


"bagaimana keadaan yui" william


"ini efek dari hilang ingatannya, mungkin ada ingatan yang melintas di pikirannya jadinya seperti ini" ivan


"hmm..baiklah" william


..........................................


didalam mimpi yui


"kumohon jangan, jangan siksa dia lagi, aku mohon hiksss..hiks..., DAVE... yui dlm mimpi


"lia, maafkan aku, maafkan kakak" yui dlm mimpi


"pergi kau dari sini pencuri" ucap seorang pria yang menyeret seorang wanita


"kumohon jangan siksa dia william ,lia kakak mohon bangunlah, maafkan aku tuhan, kumohon jangan siksa dia william ,lia kakak mohon bangunlah, maafkan aku tuhan, kumohon jangan siksa dia william ,lia kakak mohon bangunlah, maafkan aku tuhan" suara² yui yang memenuhi pikirannya

__ADS_1


"siapa dia, siapa, apa dia aku, apa dia suamiku, siapa dave" ucap yui dlm mimpi


__ADS_2