Dendam Yang Menjadi Cinta

Dendam Yang Menjadi Cinta
chapter 76


__ADS_3

selesai mengahabiskan waktu di markas kini Yui dan Michel pun balik ke villa michel, kini tak bersama dengan William, dikarenakan William masih ada urusan di markas utamanya


setelah beberapa hari berada di kota A kini Yui dan wiliam pun kembali ke kota M


kini malam hari di mansion William dikota M


kini yui sudah tertidur pulas karena sudah larut malam, tiba² saja seseorang masuk ke kamar yui dengan langkah yang perlahan, orang itu adalah william, ia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan langsung membersihkan diri yang sudah di lumuri oleh darah, karena ia baru saja bermain dengan nyawa seseorang. selesai mandi William pun langsung tidur dan tak lupa mencium kening istrinya, dipagi hari kini Yui pun bangun ia melihat suaminya yang masih tertidur di sampingnya, Yui pun langsung bangun dan menuju ke kamar mand, selesai mandi ia langsung mengerjakan rutinitas nya yaitu, menyiapkan sarapan, memandikan rey, menyiapkan pakaian suaminya, dll


selesai melakukan rutinitas kini Yui pun bersantai dan William sudah berangkat ke kantor, waktu pun berjalan dengan sangat cepat, kini sudah tak terasa sudah jam 8 malam, kini yui sedang duduk di kursi teras kamarnya sambil menunggu suaminya pulang, saat ia melihat halaman belakang rasanya ia ingin duduk di halaman belakang sambil menikmati sejuknya angin malam, langit yang cerah di penuhi oleh bintang² yang cantik, dan ditemani oleh bunga² yang berwarna warni, rasanya sangat sempurna


Yui pun memutuskan untuk pergi menuju ke halaman belakang, sebelum menuju ke sana ia menyuruh bibi Wati untuk menjaga Rey di kamar, Yui pun duduk di kursi halaman belakang, tak selang beberapa menit kemudian seseorang memasuki halaman belakang, ia berjalan secara perlahan menuju ke arah Yui, orang itu pun langsung menutupi mata yui dengan tangannya, sontak yui pun kaget


"ehh..will, William" yui


"hahahah" tawa William


"kau suka sekali mengejutkan ku yah" yui

__ADS_1


"maap sayang" William sambil mengecup bibir istrinya


"hmm² baiklah ku maafkan" yui


"ohh ya, aku mempunyai kejutan yang istimewa untukmu" Wiliam sambil memeluk pinggang istrinya


"benarkah, apa itu" yui


"rahasia" William


"ihhh.. beritahu aku Will" yui sambil menggoyang² kan badan kekar suaminya


"hmm" yui sambil memalingkan wajahnya


"baiklah², besok aku beritau" william


"benarkah, janji" yui sambil menunjukkan jari kelingking nya

__ADS_1


"iya sayang" William sambil menyatukan jari kelingking nya dengan jari kelingking Yui


.................................................


beberapa hari kemudian


kota A, di perusahaan Michel, kini Michel selesai makan siang ia pun kembali ke ruangan nya, tiba² saja hpnya berdering ia langsung melihat nama William di hpnya


"hallo" Michel dalam telpon


"Michel, yui" William


"yui, ada apa dengan yui" Michel


"yui, dia, dia telah meninggalkan kita semua" William dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya


Michel yang mendengar itu langsung shock, hpnya pun langsung jatuh dari genggaman nya

__ADS_1


kini di kediaman Bran yaitu keluarga yui, kini Tina ibu dari Yui sedang duduk di ruang tengah sambil menonton televisi


"kabar Duka di kota M, istri dari tuan Devano pemilik perusahaan terbesar di kota M, kini meninggal dunia, saat nyonya Devano dan Tuan Devano berlibur di lautan, entah karena apa penyebab Nyonya Devano meninggal dunia, kini jazad mendiang nyonya Devano sudah di lakukan otopsi, dan hasilnya adalah kata dokter Ivan, ini adalah kasus pembunuhan dimana tubuh nyonya Devano ini terdapat peluru di bagian jantungnya, kini tersangka belum di temukan, dan Tuan Devano kini sedang di interogasi" reporter sambil menayangkan Poto mendiang yui yang sedang berlibur di Speedboat dan ada juga video dimana jazad yui yang dibawa oleh para penyelam


__ADS_2