
yui pun bangun dari mimpinya
"dimana aku" gumam yui
"sudah bangun" william yang lagi membaca koran di sofa kamarnya
"william" yui
"hmm" william
"aku ingin kau jawab jujur" yui
"apa, katakanlah" william
"apa, apa kau pernah menyiksa seseorang yang bernama dave" yui
william yang mendengar perkataan dari yui membuatnya perpikir keras, ia hanya diam saja
"kenapa kau diam?" tanya yui
"william, kau mendengarkanku bukan?" tanya yui
"jangan pura² tidak tau kau, aku sudah tau semuanya, ingatanku sudah kembali semula" yui
"iya" william
"jadi, dimana dave sekarang?" tanya yui
"dia sudah tak ada" william
"apa maksudmu" yui dengan dahi mengkerut
"dia sudah meninggal" william
"orang sepertimu itu, tak pantas di dunia ini" yui
"heh, aku kau membenciku" william
"kau pikir dengan perbuatanmu yang keji seperti ini, aku tak akan membencimu hah, kau sudah mengusirku dari sini, kau sudah membuatku gila, sampai nyawaku menjadi taruhannya, coba kau pikirkan itu, apa kau dengan berbuat seperti ini akan menuntaskan ego mu itu hah?, tidak will, itu tak akan berubaha, egomu itu yang membuat masalah semakin besar, kenapa waktu itu aku tak mati tenggelam saja, tapi sayangnya tuhan masih memberiku satu kesempatan untuk hidup, untuk hidup bahagia sampai hayatku, tapi.. entah itu bahagia atau sengsara, aku jalani saja walaupun aku sudah lelah dengan semua ini" yui
__ADS_1
william yang mendengar ucapan dari yui hanya termenung, ia merasa dirinya yang paling salah disini
"aku tanya sesuatu kepadaku, apa kau pernah mendonorkan ginjal kepada seseorang saat umur 18 tahun" william
"hmm.. iya" yui
"kau tau siapa dia" william
"aku sudah lupa" yui sambil mengeluarkan napas kasarnya
william langsung menuju ke laci dan mengambil sebuah map, ia langsung memberikannya kepada yui, yui langsung mengambilnya, ia kaget saat membaca isi dari map itu
"tidak, itu tak mungkin, pastinya kau mempalsukan data ini bukan" yui
"jika kau tak percaya tak apa yui, tapi semua itu adalah fakta" william
yui hanya termenung mendengar ucapan dari william, ia mendengar suaranya william kalo data² itu benar, tapi ia akan menyelidikinya lagi
"yui maafkan aku, maaf" william langsung keluar dari kamar
yui langsung mengambil hpnya di meja ia akan menelpon michel
"michel bagaimana kabarmu" yui
"baik, kau bagaimana" michel
"baik juga, apa aku mengganggu mu" yui
"ahh..tentu tidak kok" michel
"chel, aku punya kabar baik" yui
"apa?" michel
"ingatanku sudah kembali" yui
"hah, benarkah, bagaimana bisa" michel
"aku berusaha untuk mengingat jati diriku" yui
__ADS_1
"hiks.. hiks.. ak aku sungguh menyayangimu yui" michel
"heii.. kau menangis, ada apa" yui
"aku sangat bahagia, aku sangat bahagia karena kenangan kita tak selamanya terhapus" michel
"hemm.. itu tak akan terjadi" yui
"ohh ya michel, aku kau masih ingat kalo aku pernah mendonorkan ginjalku kepada seseorang" yui
"iya, aku masih ingat kok, ada apa" michel
"hemm..dimana RS saat aku mendonorkan ginjal kepada orang itu" yui
"hmm.. dimana yah, aku sudah lupa yui karena itu sudah lama, orang yang kau donorkan itu sepertinya seorang pria bukan" michel
"hah, benarkah" yui
"ya, seingat ku seperti itu, pria itu menyelamatkan mu, ginjalnya terkena tembakan jadinya kau mendonorkan ginjal kepadanya" michel
"aku sama sekali tak ingat, seingatku aku pernah mendonorkan ginjal kepada seseorang entah itu pria atau wanita, jadi aku minta tolong kepadamu untuk mencari tau siapa yang telah menyelamatkan ku waktu itu" yui
"baiklah, nahh, aku ingat RS di jalan xxx kota A" michel
"hah, benarkah" yui
"iya itu pasti benar, aku akan mencari informasinya, tapi untuk apa kau mencarinya yui" michel
"aku hanya ingin berterimakasih kepadanya saja" yui
"baiklah akan ku cari sampai aku menemukannya" michel
"terimakasih chel, aku sangat menyayangimu" yui
"uncuhh aku juga baby, apasih yang gak bisa buat kamu, ya sudah aku harus mengerjakan sesuatu yah, besok aku akan mencari informasi itu" michel
"baiklah, terimakasih baby" yui
"iya, byee" michel, michel langsung menutup telponnya
__ADS_1
"aku sangat beruntung mempunyai sahabat sepertimu michel, terimakasih tuhan kau sudah mengirimku orang yang selalu peduli terhadapku" batin yui